insurance car insurance insurance companies car insurance quotes auto insurance car insurance companies insurance quotes cheap car insurance cheap insurance auto insurance companies auto insurance quotes liability insurance homeowners insurance cheap auto insurance the general insurance motorcycle insurance online insurance cheap insurance quotes car insurance rates automobile insurance sr22 insurance the general car insurance online auto insurance really cheap auto insurance cheap full coverage auto insurance car insurance estimator affordable car insurance cheapest insurance auto insurance quotes comparison motorcycle insurance quote cheap auto insurance quotes affordable auto insurance car insurance price comparison purchase auto insurance online low cost auto insurance collector car insurance instant auto insurance travel insurance short term health insurance dental insurance plans cheap renters insurance senior life insurance burial insurance renters insurance pet insurance dental insurance term life insurance quotes medical insurance quotes health insurance medical insurance plans dog insurance whole life insurance long term care insurance private health insurance boat insurance quote commercial vehicle insurance life insurance policy best life insurance medical insurance home insurance self employed health insurance health insurance plans for family life insurance the general auto insurance small business health insurance life insurance companies health insurance for children usa insurance annuity commercial insurance humana health insurance farm insurance mutual life insurance disability insurance new york life insurance accident insurance e insurance high risk car insurance best life insurance companies nationwide car insurance auto home insurance geico insurance

Berbagai Cara Memisahkan Campuran

Untuk memperoleh zat murni, penyusun campuran tersebut harus dipisahkan. Zat-zat dalam campuran tersebut dapat dipisahkan secara fisika. Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat fisis zat penyusunnya, seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh, titik didih, sifat magnetik, kelarutan, dan lain sebagainya.

Metode pemisahan campuran banyak digunakan dalam kehidupan seharihari seperti untuk penjernihan air dan pembuatan garam. Beberapa metode pemisahan campuran yang sering digunakan antara lain penyaringan (filtrasi), sentrifugasi, sublimasi, kromatografi, dan distilasi. Secara umum pemisahan campuran dikelompokkan menjadi pemisahan campuran secara kimia dan secara fisika.

A. Pemisahan Campuran Secara Fisika
Pemisahan campuran secara fisika ditandai dengan tidak adanya perubahan zat selama pemisahan campuran. Beberapa teknik pemisahan campuran secara fisika diantaranya adalah: Corong pisah, Dekantasi, Distilasi  Filtrasi , Kristalisasi  Kromatografi  Sentrifugasi , Sublimasi

1. Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring/filter). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori-pori saringan dan meneruskan pelarutnya. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal di penyaring disebut residu atau ampas.

Penyaringan

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan teknik pemisahan campuran ini, misalnya ketika kita membuat santan dari parutan buah kelapa, menyaring air bersih dari kotorannya, dan ketika memisahkan minuman teh dari ampas/dedaunan teh.

2. Sentrifugasi
Suspensi yang partikel-partikelnya sangat halus tidak bisa dipisahkan dengan cara filtrasi. Partikel-partikelnya dapat melewati saringan atau bahkan menutupi lubang pori-pori saringan sehingga cairan tidak dapat lewat. Cara untuk memisahkan suspensi adalah dengan membiarkannya hingga mengendap. Setelah beberapa saat, partikel-partikelnya mengendap sehingga cairannya dapat dituang.

Akan tetapi banyak partikel suspensi yang terlalu kecil untuk disaring tetapi juga tidak dapat mengendap. Hal ini karena partikel-partikel padatan tersebut dipengaruhi oleh gerakan molekul cairan yang sangat cepat. Suspensi yang sulit dipisahkan ini dapat dipisahkan dengan sentrifugasi.
Suspensi yang akan dipisahkan dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian diputar. Sentrifugasi yang cepat menghasilkan gaya sentrifugal yang lebih besar sehingga partikel tersuspensi mengendap di dasar tabung.

Sentrifugasi

Proses selanjutnya adalah memisahkan endapan dari pelarutnya dengan cara menuang pelarut ke tempat lain dan  endapan tetap tinggal di dalam tabung. Contoh pemisahan campuran dengan sentrifugasi adalah ketika kita ingin memisahkan komponen-komponen penyusun darah, dan memisahkan susu menjadi susu krim dan susu skim.

3. Sublimasi
Penyubliman merupakan peristiwa berubahnya wujud materi dari padat menjadi uap, kemudian berubah kembali dari uap menjadi padat. Beberapa materi dapat menyublim, misalnya kristal iodida (I2), kapur barus, dan sebagainya. Dengan sifat yang dimiliki oleh zat tersebut, jika terjadi campuran yang melibatkan zat yang bersifat dapat menyublim dengan zat yang tidak dapat menyublim, maka pemisahan dapat dilakukan dengan cara sublimasi.

Sublimasi

Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan cara menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal dalam tabung. Misalnya campuran antara pasir dengan kristal iodida. Pasir merupakan materi yang tidak dapat (sukar) menguap, sedangkan kristal iodida merupakan materi yang mengalami peristiwa penyubliman. Dengan demikian campuran ini dapat dipisahkan dengan cara sublimasi.

4. Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi (daya serap) oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan).

Kromatografi

Salah satu jenis kromatografi adalah kromatografi kertas. Teknik kromatografi ini dapat digunakan untuk memisahkan komponen campuran pewarna. Misalnya, tinta merupakan campuran dari beberapa warna. Pelarut yang  digunakan antara lain eter dan aseton. Zat yang lebih larut dalam pelarut akan bergerak lebih cepat ke atas, sedangkan zat yang kurang larut akan tertinggal. Kertas yang berisi hasil pemisahan secara kromatografi disebut kromatogram.

Kromatografi memiliki banyak kegunaan. Dalam industri makanan digunakan untuk mengetahui apakah suatu pewarna makanan aman untuk dikonsumsi. Selain itu, untuk memeriksa kandungan pestisida dalam sayuran dan buah-buahan.

5. Distilasi
Distilasi atau penyulingan merupakan pemisahan suatu campuran berdasarkan perbedaan titik didih. Materi satu dengan materi yang lain mempunyai titik didih yang berbeda. Dengan distilasi, maka materi yang mempunyai titik didih lebih rendah akan mendidih dan menguap terlebih dahulu.

Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat. Pada proses distilasi kita akan menguapkan zat pelarut untuk mendapatkan zat pelarutnya dengan cara mengembunkan uap zat pelarut. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor), kemudian uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu. Contoh penggunaan metoda distilasi adalah pembuatan air murni (aquades) dari campuran air dan mineral-mineral yang terkandung di dalamnya, memisahkan antara air dengan alkohol, dan pembuatan minyak kayu putih.

Destilasi

Pemisahan campuran secara distilasi yang dilakukan hanya sekali, terkadang masih belum terpisah seluruhnya. Contoh pemisahan air dan alkohol dengan cara distilasi. Air mempunyai titik didih 100oC, sedangkan titik didih alkohol hanya 75oC. Jika larutan ini kita panaskan pada suhu 75oC, ternyata sebagian airpun turut menguap. Akibatnya distilat masih mengandung air sedikit. Oleh karena itu kita perlu melakukan proses distilasi secara bertingkat. Contoh proses distilasi bertingkat lainnya adalah proses pengolahan minyak bumi.

6. Dekantasi
Dekantasi adalah pemisahan campuran dengan cara menuang cairan secara perlahan-lahan, sehingga padatan tertinggal di dalam wadah. Pemisahan secara dekantasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan pipet, seperti terlihat pada animasi.

Dekantasi

Metode ini lebih cepat dibanding filtrasi tetapi hasilnya kurang efektif. Cara ini lebih efektif jika partikel padatnya berukuran besar. Contohnya pemisahan campuran air dan pasir.

7. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut, dan perbedaan titik didih. Contohnya bila kita ingin memisahkan garam dari air pelarutnya. Kedua komponen larutan tersebut yaitu garam dan air, sama-sama mempunyai ukuran partikel yang sangat kecil yang dapat menembus filter serapat apapun. Oleh karena itu kita harus dapat memisahkan campuran ini dengan cara lain yaitu berdasarkan titik didih komponennya.

Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan. Kristalisasi penguapan dilakukan jika zat yang akan dipisahkan tahan terhadap panas dan titik bekunya lebih tinggi daripada titik didih pelarut. Contoh proses kristalisasi penguapan adalah pembuatan garam dapur dari air laut. Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan kristal-kristal garam.

Kristalisasi

Kristalisasi pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan larutan. Pada saat suhu larutan turun, komponen zat yang memiliki titik beku lebih tinggi akan membeku terlebih dahulu, sementara zat lain masih larut sehingga keduanya dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Contoh kristalisasi pendinginan adalah pembuatan natrium asetat dari campuran asam asetat dengan natrium karbonat, natrium bikarbonat atau natrium hidroksida. Apabila asam asetat bercampur dengan natrium karbonat akan terbentuk kristal natrium asetat.

8. Corong Pisah
Corong pisah atau corong pemisah adalah peralatan laboratorium yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponen suatu campuran yang tersusun oleh dua jenis cairan yang tidak saling melarutkan. Contohnya memisahkan campuran air dan minyak.

Corong Pisah

Corong pemisah berbentuk kerucut yang ditutupi setengah bola. Corong ini mempunyai penyumbat di bagian atas dan keran di bagian bawah. Corong pemisah yang digunakan dalam laboratorium terbuat dari kaca borosilikat dan kerannya terbuat dari kaca ataupun Teflon. Untuk memakai corong ini, campuran dimasukkan ke dalam corong dari atas dengan corong keran ditutup. Corong ini kemudian ditutup dan digoyang dengan kuat supaya larutan tercampur. Corong kemudian didiamkan agar terjadi pemisahan komponen penyusun campuran. Penyumbat dan keran corong kemudian dibuka dan dua fase larutan ini dipisahkan dengan mengontrol keran corong.

B. Pemisahan Campuran Secara Kimia
Ciri pemisahan secara kimia apabila satu komponen atau lebih direaksikan dengan zat lain sehingga terbentuk bagian yang dapat dipisahkan. Teknik pemisahan campuran secara kimia dintaranya adalah: Amalgamasi dan Sianidasi

1. Amalgamasi
Amalgamasi adalah proses penyelaputan partikel emas oleh air raksa atau merkuri (Hg). Produk yang terbentuk adalah ikatan antara emas, perak, dan merkuri yang dikenal sebagai amalgam (Au–Hg). Saat ini amalgamasi merupakan proses ekstraksi emas yang paling sederhana dan murah, akan tetapi proses ini efektif untuk bijih emas yang berkadar tinggi dan mempunyai ukuran butir kasar (> 74 mikron), dan dapat membentuk emas murni yang bebas (free native gold).

2. Sianidasi
Sianidasi adalah proses pelarutan emas dengan larutan sianida. Proses pengolahan emas dengan sianida terdiri dari dua tahap, yaitu proses pelarutan (leaching) dan proses pemisahan emas (recovery).

  1. Tahap pertama dari proses sianidasi adalah proses pelarutan. Pelarut yang biasa digunakan dalam proses sianidasi adalah Sodium Cyanide (NaCN), Potassium Cyanide (KCN), Calcium Cyanide [Ca(CN)2], atau Ammonium Cyanide (NH4CN). Namun, pelarut yang paling sering digunakan adalah NaCN, karena mampu melarutkan emas lebih baik dari pelarut lainnya.
  2. Pada tahap kedua yakni pemisahan logam emas dari larutannya dilakukan dengan pengendapan dengan menggunakan serbuk Zn (Zinc precipitation). Penggunaan serbuk Zn merupakan salah satu cara yang efektif untuk larutan yang mengandung konsentrasi emas kecil. Serbuk Zn yang ditambahkan ke dalam larutan akan mengendapkan logam emas dan perak. Proses pengambilan emas-perak dari larutan kaya dengan menggunakan serbuk Zn ini disebut “Proses Merill Crowe”.
Category:
Ilmu Pengetahuan
Tags:

,