insurance car insurance insurance companies car insurance quotes auto insurance car insurance companies insurance quotes cheap car insurance cheap insurance auto insurance companies auto insurance quotes liability insurance homeowners insurance cheap auto insurance the general insurance motorcycle insurance online insurance cheap insurance quotes car insurance rates automobile insurance sr22 insurance the general car insurance online auto insurance really cheap auto insurance cheap full coverage auto insurance car insurance estimator affordable car insurance cheapest insurance auto insurance quotes comparison motorcycle insurance quote cheap auto insurance quotes affordable auto insurance car insurance price comparison purchase auto insurance online low cost auto insurance collector car insurance instant auto insurance travel insurance short term health insurance dental insurance plans cheap renters insurance senior life insurance burial insurance renters insurance pet insurance dental insurance term life insurance quotes medical insurance quotes health insurance medical insurance plans dog insurance whole life insurance long term care insurance private health insurance boat insurance quote commercial vehicle insurance life insurance policy best life insurance medical insurance home insurance self employed health insurance health insurance plans for family life insurance the general auto insurance small business health insurance life insurance companies health insurance for children usa insurance annuity commercial insurance humana health insurance farm insurance mutual life insurance disability insurance new york life insurance accident insurance e insurance high risk car insurance best life insurance companies nationwide car insurance auto home insurance geico insurance

Nama Bagian, Jenis, dan Fungsi Mikroskop

Mikroskop adalah alat bantu yang digunakan untuk melihat dan mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang. Kata Mikroskop berasal dari bahasa latin, yaitu “mikro” yang berarti kecil dan kata “scopein” yang berarti melihat. Fungsi mikroskop adalah untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telannjang. Beberapa jenis mikroskop dibuat untuk fungsi yang lebih detail, contohnya ada jenis mikroskop yang dibuat hanya untuk mengamati satu jenis objek mikroskopis saja.

Secara umum berdasarkan sumber energi yang dimanfaatkan terdapat dua jenis mikroskop, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya adalah jenis mikroskop yang memanfaatkan cahaya sebagai sumber energi agar dapat memperbesar bayangan objek. Mikroskop cahaya menggunakan lensa untuk memusatkan cahaya pada objek yang akan diamati.

Mikroskop Elektron adalah jenis mikroskop yang memanfaatkan elektron sebagai sumber energi untuk memperbesar bayangan objek. Mikroskop Elektron menggunakan magnet sebagai pengganti lensa, yang berguna untuk memusatkan sumber energi ke objek yang akan diamati. Mikroskop Elektron mampu memperbesar objek hingga satu juta kali ukuran objek sebenarnya, dan seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, kemampuan memperbesar objek ini akan terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

A. Bagian-bagian Mikroskop
Pada saat mempelajari makhluk hidup akan sering melakukan pengamatan  menggunakan mikroskop. Dengan mikroskop kamu dapat melihat benda-benda kecil yang tidak bisa dilihat secara langsung oleh mata. Mikroskop yang tersedia di sekolah pada umumnya adalah mikroskop cahaya dengan pembesaran maksimum 1000 kali.

Mikroskop cahaya memiliki beberapa bagian yang dapat kita bedakan menjadi dua yaitu : bagian optik dan bagian mekanik. Bagian optik meliputi lensa okuler, lensa objektif, kondensor, dan cermin. Lensa okuler tersedia dalam berbagai ukuran pembesaran biasanya 4x, 10x, dan 40x. Sedangkan lensa objektif biasanya tersedia dalam ukuran pembesaran 5x, 10x, dan 12,5x.

Bagian mekanik mikroskop meliputi tabung mikroskop, tombol pengatur fokus kasar, tombol pengatur fokus halus, lengan mikroskop, meja preparat, penjepit objek, diafragma, revolver, dan kaki mikroskop.

bagian Mikroskop

Dengan mengetahui bagian-bagian mikroskop diharapkan kamu dapat melakukan pengamatan dengan tepat. Oleh karena itu kamu perlu mengetahui bagian-bagian mikroskop. Arahkan mouse ke gambar mikroskop agar kamu mengenal bagian-bagian mikroskop.

B. Fungsi Bagian-Bagian Mikroskop
Sekarang kamu telah mengenal bagian-bagian mikroskop. Tetapi, untuk dapat melakukan pengamatan secara tepat kamu harus mengetahui fungsi bagian-bagian mikroskop. Setiap bagian mikroskop memiliki fungsi yang berbeda-beda. Untuk itu pelajarilah olehmu tabel fungsi bagian-bagian mikroskop berikut ini!

Bagian Mikroskop Fungsi
Optik
  1. Lensa okuler adalah lensa yang berhubungan dengan mata langsung pengintai atau pengamat yang berfungsi untuk memperbesar bayangan objek. Ada 3 buah lensa, yaitu dengan perbesaran 5 x, 10 x, dan 15 x.
  2. Lensa objektif adalah lensa yang berada di dekat objek/ benda berfungsi untuk memperbesar bayangan benda. Susunan lensa biasanya terdiri atas 3 atau 4 buah dengan perbesaran masingmasing 4 x, 10 x, 45 x, dan 100 x.
  3. Diafragma untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa objektif.
  4. Cermin ada dua, yaitu cermin datar dan cekung. Cermin berfungsi untuk mengarahkan cahaya pada objek. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang dibutuhkan terpenuhi, sedangkan cermin cekung digunakan untuk mengumpulkan cahaya.
Mekanik
  1. Tabung mikroskop (Tubus) untuk menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif.
  2. Meja sediaan (meja preparat) sebagai tempat meletakkan objek atau preparat yang diamati. Bagian tengah meja terdapat lubang untuk melewatkan sinar.
  3. Klip (penjepit objek) untuk menjepit preparat agar kedudukannya tidak bergeser ketika sedang diamati.
  4. Lengan mikroskop untuk pegangan pada saat memindahkan atau membawa mikroskop.
  5. Pemutar halus (mikrometer) untuk menggerakkan (menjauhkan/ mendekatkan) lensa objektif terhadap preparat secara pelan/halus.
  6. Pemutar kasar (makrometer) untuk menggerakkan tubus ke atas dan ke
  7. bawah secara cepat.
  8. Kondensor untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat diputar dan dinaikturunkan.
  9. Sekrup (engsel inklinasi) untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
  10. Kaki mikroskop untuk menyangga atau menopang mikroskop.

C. Menyiapkan Preparat
Preparat atau sediaan adalah benda yang akan diamati dengan mikroskop. Biasanya benda yang diamati berukuran kecil seperti mikroorganisme atau berupa potongan kecil dari makhluk hidup. Mikroorganisme yang dapat kamu amati dengan mikroskop misalnya Paramaecium. Paramaecium dapat kamu temukan di air yang kotor seperti air sawah. Kamu dapat membuat preparat benda hidup yang berukuran kecil seperti Paramaecium. Caranya teteskan air sawah di atas kaca benda dengan menggunakan pipet tetes, kemudian tutup dengan kaca penutup.  Preparat sudah siap kamu amati dengan mikroskop.

Selain mikroorganisme, objek penting lain yang sering diamati dalam kegiatan biologi adalah tumbuhan. Untuk mengamati salah satu bagian tumbuhan, kamu harus menyayat / mengiris bagian tumbuhan yang akan diamati. Preparat berupa sayatan/irisan dapat berupa  preparat awetan dan preparat segar. Preparat awetan merupakan preparat yang sudah siap dipakai. Preparat tersebut diletakkan pada kaca benda yang telah diawetkan dengan bahan-bahan tertentu, sehingga jika ingin menggunakannya cukup meletakannya di meja preparat/meja objek. Preparat segar adalah preparat yang disiapkan sesaat sebelum diamati di bawah mikroskop, misalnya preparat bagian tubuh tumbuhan seperti batang atau daun. Oleh karena itu, untuk mendapatkan preparat segar yang baik, kamu harus memperhatikan langkah-langkah berikut ini.

Preparat
  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan yaitu, kaca benda (objec glass), kaca penutup (cover glass), pinset/jarum besar, air suling (aquadest) secukupnya, pipet tetes dan silet. Silet digunakan untuk menyayat benda yang akan diamati. Kaca benda (objec glass) digunakan untuk meletakkan irisan benda/objek yang akan diamati. Kaca penutup (cover glass) digunakan untuk menutup irisan benda yang diletakkan pada kaca benda.
  2. Siapkan benda yang akan diamati misalnya daun atau batang tumbuhan. Pilihlah batang yang cukup lunak sehingga mudah diiris dengan silet.
  3. Buat irisan melintang batang tumbuhan dengan cara menyayat setipis mungkin. Jika kamu ingin membuat preparat daun, kamu dapat menyelipkan daun pada potongan gabus yang telah dibelah, kemudian iris secara bersamaan.
  4. Letakkan hasil irisan atau sayatan batang pada kaca benda (objec glass) kemudian tetesi dengan air suling. Untuk memperjelas objek, kamu dapat menambahkan tetesan pewarna di bagian ujung kaca penutup (cover glass).
  5. Tutup dengan kaca penutup (cover glass) secara perlahan-lahan. Keringkan air dan pewarna di sekeliling kaca penutup dengan menggunakan kertas hisap.
  6. Preparat siap untuk diamati dengan mikroskop.

D. Langkah Menggunakan Mikroskop
Langkah-langkah menggunakan mikroskop adalah sebagai berikut.

Menggunakan Mikroskop
  1. Ambillah mikroskop dari kotak penyimpanannya. Tangan kanan memegang bagian lengan mikroskop dan tangan kiri memegang alas mikroskop. Kemudian, mikroskop diletakkan di tempat yang datar, kering, dan memiliki cahaya yang cukup.
  2. Putar revolver, sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi ”klik” pada revolver.
  3. Pasang lensa okuler dengan lensa yang memiliki ukuran perbesaran sedang. Cahaya tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang), seperti yang terlihat pada gambar. Hal tersebut dapat diperoleh dengan cara berikut. Pertama, atur diafragma untuk mendapatkan cahaya yang terang. Kedua, atur cermin untuk mendapatkan cahaya yang akan dipantulkan ke diafragma sesuai kondisi ruangan. Pengaturan dilakukan dengan cara melihat melalui lensa okuler.
  4. Siapkan preparat yang akan diamati, kemudian letakkan di meja. Aturlah agar bagian yang akan diamati tepat di tengah lubang meja preparat. Kemudian, jepitlah preparat itu dengan penjepit objek.
  5. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar objek dengan cara berikut. Pertama, putar pemutar kasar (makrometer) secara perlahan sambil dilihat dari lensa okuler. Pemutaran dengan makrometer dilakukan sampai lensa objektif berada pada posisi terdekat dengan meja preparat. Kedua, lanjutkan dengan memutar pemutar halus (mikrometer), untuk memperjelas
  6. bayangan objek. Ketiga, jika letak preparat belum tepat, kaca objek dapat digeser dengan lengan yang berhubungan dengan penjepit. Jika tidak tersedia, preparat dapat digeser secara langsung.
  7. Setelah preparat terlihat, untuk memperoleh perbesaran kuat gantilah lensa objektif dengan ukuran dari 10 x, 40 x, atau 100 x dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. Usahakan agar posisi preparat tidak bergeser. Jika hal ini terjadi, kamu harus mengulangi dari awal.
  8. Setelah selesai menggunakan mikroskop, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat penyimpanan.
Category:
Ilmu Pengetahuan
Tags:

,