Alat Pernapasan Beberapa Jenis Hewan

Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Pernapasan pada hewan pada dasarnya pernapasan pada hewan sama dengan pernapasan pada manusia, Oksigen yang di gunakan sebagai proses oksidasi yang menghasilkan energi dan mengeluarkan CO2 serta Uap Air yang merupakan zat-zat sisa dari proses pernapasan. Berikut ini pernapasan pada beberapa hewan

1. Alat Pernapasan Pada Burung
Saluran pernapasan burung terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus, paru-paru, dan kantong udara. Kantong udara ini berhubungan dengan paru-paru. Umumnya, kantong udara pada burung berjumlah sembilan buah, yaitu dua buah kantong udara di leher, sebuah kantong udara antartulang selangka, dua buah kantong udara dada depan, dua buah kantong udara dada belakang, dan dua buah kantong udara perut.

Kantong udara berfungsi untuk membantu burung bernapas saat terbang, membantu membesarkan ruang siring sehingga dapat memperbesar dan memperkeras suara, menyelubungi alat-alat dalam rongga tubuh sehingga tidak kedinginan, dan membantu mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu besar.

pundi pundi burung

Trakea bercabang menjadi bronkus kiri dan kanan. Paru-paru pada burung dibungkus oleh selaput paru-paru (pleura) dan berhubungan dengan kantung udara. Paru-paru burung tidak mempunyai alveoli tetapi diganti dengan pembuluh udara yang disebut parabronki. Saluran udara pada parabronki bercabang-cabang, yaitu berupa pembuluh kapiler udara yang berdampingan dengan kapiler darah.

Pada bagian bawah trakea, yaitu pada percabangan tenggorokan, terdapat alat suara atau siring. Siring memiliki selaput yang akan bergetar dan menghasilkan bunyi bila dilewati udara.

2. Alat Pernapasan Reptil
Secara umum reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Tetapi pada beberapa reptilia, pengambilan oksigen dibantu oleh lapisan kulit disekitar kloaka. Gas O2 dalam udara masuk melalui lubang hidung => rongga mulut => anak tekak => trakea yang panjang => bronkiolus dalam paru-paru. Dari paru-paru, O2 diangkut darah menuju seluruh jaringan tubuh. Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut darah menuju jantung untuk dikeluarkan melalui paru-paru => bronkiolus => trakea yang panjang => anak tekak => rongga mulut => lubang hidung. Pada Reptilia yang hidup di air, lubang hidung dapat ditutup ketika menyelam.

Kura kura

Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahan – belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.

3. Pernapasan Pada Ikan
Ikan bernapas menggunakan insang yang tersusun atas empat pasang lengkung insang. Masing-masing lengkung memiliki dua baris filamen yang tersusun atas lempengan pipih disebut dengan lamela. Lamela meningkatkan luas permukaan respirasi yang tersusun atas membran tipis dan banyak mengandung jaringan kapiler pembuluh darah tepat dibawahnya.

ikan

Sebagian besar ikan memiliki insang internal, karena ditutupi oleh operkulum sehingga tak tampak dari luar. Semua jenis ikan bertulang keras (ikan mas, gurame, dll) memiliki operkulum. Sedang beberapa ikan memiliki tipe insang eksternal karena tidak memiliki penutup insang (operkulum) sehingga celah insangnya tampak dari luar, seperti pda hiu, pari.

Ikan memiliki gelembung renang yang   berguna sebagai penyimpan oksigen dan pengatur gerak naik turun. Bagi ikan yang hidup ditempat yang kurang air (lumpur) mempunyai lipatan – lipatan insang disebut labirin. Labirin dapat menyimpan cadangan oksigen.

4. Pernapasan pada Serangga
Organ pernapasan serangga adalah saluran-saluran udara yang disebut trakea.Trakea merupakan saluran masuk udara dari luar tubuh yang lubangnya (spirakel) terdapat pada bagian bawah abdomen/ perut. Trakea akan membentuk percabangan yang disebut trakeola yang akan menjangkau hampir setiap sel-sel tubuhnya.

Di ujung trakeola inilah akan terjadi pertukaran O2 dari luar tubuh dengan CO2 yang berasal dari dalam tubuh. Ujung trakeola memiliki semacam cairan yang akan membuat trakeola selalu basah agar proses difusi O2 dapat berjalan lancar Jalannya pernapasan pada serangga adalah sebagai berikut.

  1. Udara bersih masuk tubuh serangga melalui spirakel
  2. Udara mengalir melalui trakea
  3. Udara kemudian mengalir menuju trakeola
  4. Terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida pada trakeola
  5. Udara kotor yang mengandung karbondioksida keluar tubuh dengan melewati trakeola dan trakea.
serangga

Tidak hanya serangga yang hidup di darat bernapas dengan bantuan sistem trakea, serangga yang hidup di air juga memiliki sistem trakea dan beberapa alat bantu pernafasan lain. Beberapa serangga seperti larva nyamuk yang hidup di air, mendapatkan oksigen dari permukaan air melalui tabung pernapasan yang terhubung dengan rongga sistem trakea. Serangga yang dapat masuk dan bertahan di air dalam waktu yang cukup lama, memiliki gelembung udara yang memungkinkan serangga bernapas di dalam air.

5. Pernapasan pada Amphibi
Katak muda (berudu) menggunakan insang untuk mengambil O2 yang terlarut dalam air. Setelah dewasa, katak bernapas menggunakan selaput rongga mulut, paru-paru, dan kulit.

Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup, sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis.

Pernapasan dengan kulit dilakukan secara difusi. Pernapasan dengan kulit berlangsung secara efektif baik di air maupun di darat. Oksigen (O2) yang masuk lewat kulit akan diangkut melalui vena kulit paru-paru (vena pulmo kutanea) menuju ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida (CO2) dari jaringan akan dibawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru melalui arteri kulit paru-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian, pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi di kulit.

katak

Katak juga bernapas dengan paru-paru, tetapi belum sebaik paru-paru Mammalia. Paru paru katak berupa sepasang kantung tipis yang elastis sehingga udara pernapasan dapat berdifusi, dan dindingnya banyak dikelilingi kapiler darah. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek. Pernapasan pada katak meliputi proses inspirasi dan ekspirasi yang berlangsung pada saat mulut dalam keadaan tertutup. Mekanisme pernapasan ini diatur oleh otot-otot pernapasan, yaitu: otot rahang bawah (submandibularis), sternohioideus, geniohioideus, dan otot perut.

6. Pernapasan Pada Cacing
Cacing tanah bernapas melalui permukaan kulitnya. Di permukaan kulit cacing tanah terdapat banyak sekali pembuluh darah, dan menghasilkan lendir. Kondisi kulit yang selalu lembab inilah yang membuat proses penyerapan oksigen berlangsung dengan lebih baik. Oksigen yang diserap melalui kulit akan langsung diikat oleh hemoglobin  yang terkandung dalam darah cacing untuk diedarkan ke seluruh tubuhnya.

cacing

Gas hasil respirasi yaitu karbondioksida dikeluarkan kembali juga melalui permukaan kulit. Nah, karena respirasi cacing dilakukan melalui permukaan kulitnya ( integument ), maka respirasi cacing disebut respirasi integumenter.

7. Pernapasan pada Mamalia
Organ pernapasan pada mamalia sama dengan organ pernapasan pada manusia. Alat pernapasan mamalia terdiri atas rongga hidung, batang tenggorok, dan paru-paru. Pada waktu bernapas, udara masuk melewati rongga hidung. Dari rongga hidung udara masuk ke trakhea , dan selanjutnya ke paru-paru. Udara yang kaya oksigen akan diikat darah dalam alveolus

Alveolus juga melepaskan gas karbon dioksida sisa pernapasan. Mamalia juga ada yang hidup di air, misalnya ikan paus. Ikan paus bernapas dengan paru-paru. Ikan paus sering muncul ke permukaan air. Ikan paus muncul ke permukaan air untuk menghirup dan mengembuskan udara. Embusan udara biasanya disertai dengan semburan uap air. Uap air tertimbun di dalam paruparunya selama menyelam di dalam air

Soal UKK Matematika Kelas V

Soal UKK Matematika Kelas V. Sebentar lagi Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) akan segera datang. Tidak ada salahnya untuk belajar mulai dari sekarang agar lebih siap dalam menghadapi ulangan kenaikan kelas. Dalam soal latihan ulangan ini saya susun berdasarkan Kompetensi Dasar Matematika kelas V semester 2, antara lain sebagai berikut.

  • 5.1 Mengubah pecahan ke bentuk persen dan desimal serta sebaliknya
  • 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan
  • 5.3 Mengalikan dan membagi berbagai bentuk pecahan
  • 5.4 Menggunakan pecahan dalam masalah perbandingan dan skala
  • 6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar
  • 6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang
  • 6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana
  • 6.4 Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri
  • 6.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar dan bangun ruang sederhana
UKK Kelas V

A. Pilihlah jawaban yang tepat !
1. Bentuk persen dari 3/20 adalah . . .

  • a. 15%
  • b. 10%
  • c. 20%
  • d. 16%

2. Bentuk pecahan desimal dari 3/20 adalah . . .

  • a. 0,65
  • b. 0,605
  • c. 6,05
  • d. 60,5

3. Tanda perbandingan dari pecahan 13/20 dengan 63% yang tepat adalah . .

  • a. >
  • b. =
  • c. <
  • d. ≤

4. 38% dari siswa kelas V adalah perempuan. Jika ditulis ke dalam bentuk desimal adalah . . .

  • a. 3,8
  • b. 0,38
  • c. 0,038
  • d. 0,0038

38% = 38/100 = 0,38
5. Hasil penjumlahan dari 4 ½ + 1/6 adalah . . .

  • a. 4 5/6
  • b. 4 2/3
  • c. 4 2/8
  • d. 4 4/8

6. Hasil penjumlahan dari 12% + 2 ¼ adalah . . .

  • a. 2 27/100
  • b. 2 22/100
  • c. 2 37/100
  • d. 2 33/100

7. Hasil penjumlahan dari 0,75 – 27% adalah….

  • a. 4,08
  • b. 48,0
  • c. 04,8
  • d. 0,48

8. Hasil penjumlahan dari 0,540 – 0,3 adalah….

  • a. 024,0
  • b. 02,40
  • c. 0,240
  • d. 0,402

0,540
0,3 +
0,240
9. Hasil dari 3/7 x 1 1/5 adalah . . .

  • a. 15/35
  • b. 16/35
  • c. 17/35
  • d. 18/35

10. 15% x 2,4 = p nilai p adalah . . .

  • a. 0,26
  • b. 0,36
  • c. 0,40
  • d. 0,30

11. Hasil dari 45% : 6/7 adalah . . .

  • a. 05,25
  • b. 052,5
  • c. 0,525
  • d. 525

12. Ratna mempunyai kain sepanjang 2 2/5 meter. Kemudian membeli lagi 3/4 meter. Kain
tersebut digunakan untuk membuat baju 2 1/4 meter. Sisa kain Ratna adalah….

  • A. 3/4 meter
  • B. 4/5 meter
  • C. 9/10 meter
  • D. 19/20 meter

13. Perbandingan 5/4 senilai dengan . . .

  • a. 5 : 9
  • b. 10 : 4
  • c. 5 : 8
  • d. 10 : 8

(5 x 2) : (4 x 2)= 10 : 8

14. Perbandingan banyaknya buah jeruk Anton dengan Gino adalah 3 : 5. Jika jumlah buah
jeruk Anton 27 buah, jumlah buah jeruk keduanya adalah . . .

  • a. 45
  • b. 72
  • c. 92
  • d. 27

15. Jarak rumah Dias ke sekolah 360 m. Dias membuat denah antara rumah dan sekolahnya.
Jika panjang jalan antara rumah Dias dan sekolahan digambarkan pada denah 24 cm
maka skala yang digunakan Dias adalah……

  • a. 1 : 1.5000.000
  • b. 1 : 150.000
  • c. 1 : 15.000
  • d. 1 : 1.500

Jarak = 360 m = 36.000 cm
Skala = jarak sebenarnya : jarak pada denah = 36.000 cm : 24 cm = 1.500, jadi skala yang digunakan Dias pada denah adalah 1 : 1.500

16. Jarak kota Semarang dan kota Yogyakarta pada peta 5 cm. Jika skala peta 1 : 3.600.000
maka 3/4 jarak jarak sebenarnya antara kedua kota tersebut adalah….km

  • a. 135 km
  • b. 1.350 km
  • c. 13.500 km
  • d. 135.000 km

Jarak sebenarnya : jarak pada peta x skala = 5 x 3.600.000 = 18.000.000 cm = 180 km.
3/4 jarak sebenarnya = 3/4 x 180 km = 135 km.

17. Perhatikan sifat-sifat bangun datar berikut ini :
1) mempunyai dua pasang sisi sejajar
2) sudut yang berhadapan sama besar
3) kedua diagonalnya berpotongan tegak lurus
4) jumlah ukuran sudut yang berdekatan 180 derajat
Sifat-sifat yang dimiliki jajargenjang adalah….

  • a. 1), 2), dan 3)
  • b. 1), 2), dan 4)
  • c. 1), 3), dan 4)
  • d. 2), 3), dan 4)

Sifat-sifat yang dimiliki jajargenjang adalah 1), 2) dan 4)

18. Sebuah bangun datar memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1) mempunyai dua pasang sisi sejajar
2) sudut yang berhadapan sama besar
3) kedua diagonalnya saling berpotongan dan tegak lurus
Bangun datar yang memiliki sifat-sifat tersebut adalah…

  • a. persegi
  • b. jajargenjang
  • c. belah ketupat
  • d. persegi panjang

Bangun datar yang memiliki sifat-sifat tersebut adalah persegi

19. Suatu bangun datar memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Memiliki sepasang sisi sama panjang
Memiliki sepasang sudut sama besar
Memiliki satu sumbu simetri
Bangun datar yang dimaksud adalah…

  • a. Segitiga samakaki
  • b. Trapesium
  • c. Layang-layang
  • d. Jajargenjang

Bangun datar yang dimaksud adalah segitiga samakaki

20. Perhatikan gambar di samping !

Diketahui DEFG adalah layang-layang. Dua sudut yang sama besar
yaitu ….

  • a. ∠EDG dan ∠ EFG
  • b. ∠EDG dan ∠DGF
  • c. ∠EFG dan ∠DEF
  • d. ∠EFG dan DGF

Dua sudut yang sama besar yaitu ∠EDG dan ∠ EFG ; ∠DEF dan ∠DGF

21. Sebuah bangun ruang memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
1) Memiliki 2 sisi berbentuk segitiga dan 3 sisi berbentuk persegipanjang
2) Memiliki 9 rusuk
3) Memiliki 6 titiksudut
Bangun ruang yang memiliki sifat-sifat tersebut adalah….

  • a. limas segi empat
  • b. prisma segitiga
  • c. kerucut
  • d. tabung

Bangun ruang yang memiliki sifat-sifat tersebut adalah prisma segitiga

22. Sebuah bangun ruang memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
1) Memiliki 2 sisi berbentuk lingkaran dan 1 sisi berbentuk bidang lengkung.
2) Memiliki 2 rusuk lengkung
3) Tidak memiliki titiksudut

Bangun ruang yang memiliki sifat-sifat tersebut adalah….

  • a. limas segi empat
  • b. prisma segitiga
  • c. balok
  • d. tabung

Bangun ruang yang memiliki sifat-sifat tersebut adalah prisma tabung

23. Perhatikan prisma segitiga di samping.

ABC berbentuk segitiga sama sisi. Rusuk-rusuk yang sejajar dengan AD
adalah….

  • a. AB dan DF
  • b. BE dan CF
  • c. AC dan BC
  • d. EF dan DF

Rusuk-rusuk yang sejajar dengan AD adalah BE dan CF

24. Perhatikan gambar di samping.
Gambar di samping merupakan bangun limas segitiga beraturan T.ABC.
Sisi-sisi selimutnya adalah….

  • a. ABC, BCT, dan ACT
  • b. ACT, BCT, dan ABC
  • c. ABT, BCT, dan ACT
  • d. BCT, ABC, dan ACT

Sisi-sisi selimut limas segitiga beraturan T.ABC adalah ABT, BCT, dan ACT

25. Gambar yang merupakan jaring-jaring limas segi empat adalah….

26. Gambar yang merupakan jaring-jaring kubus adalah….

27. Perhatikan 8 persegi satuan di samping. Susunan persegi di samping akan menjadi
jaring-jaring kubus apabila dihilangkan persegi. …

  • a. G dan H
  • b. A dan H
  • c. B dan G
  • d. B dan H

Agar menjadi jaring-jaring kubus makan persegi A dan H dihilangkan.

28. Suatu bangun dapat dikatakan sebangun apabila memiliki….

  • a. perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama
  • b. perbandingan sudut-sudut yang bersesuaian sama
  • c. perbandingan sisi-sisi dan sudut-sudut yang bersesuaian sama
  • d. perbandingan panjang dan lebar sama

Suatu bangun dikatakan sebangun apabila perbandingan sisi-sisi dan sudut-sudut yang bersesuaian sama

29. Pasangan persegi panjang yang sebangun ditunjukkan oleh gambar. ..

Pasangan persegi panjang yang sebangun ditunjukkan oleh gambar a.

30. Suatu bangun datar memiliki simetri putar apabila….

  • a. dapat menempati bingkainya satu kali
  • b. dapat menempati bingkainya satu kali atau lebih
  • c. dapat berputar pada bingkainya
  • d. dapat diputar keluar dari bingkainya

Suatu bangun datar memiliki simetri putar apabila dapat menempati bingkainya satu kali atau lebih
31. Perhatikan daftar nama bangun berikut

1) lingkaran
2) segitiga samasisi
3) persegi panjang

Jumlah simetri lipat bangun-bangun tersebut secara berurutan adalah…

  • a. tiga, tak terhingga, dan dua
  • b. tak terhingga, tiga, dan dua
  • c. tak terhingga, dua, dan tiga
  • d. dua, tiga, dan tak terhingga

Jumlah simetri lipat bangun-bangun tersebut secara berurutan yaitu lingkaran : tak terhingga, segitiga samasisi = tiga, persegi panjang = dua.

32. Doni ingin membuat sebuah layang-layang. Dua bilah bambu yang dibuat Doni
berukuran 42 cm dan 34 cm. Luas layang-layang buatan Doni adalah….

  • a. 614 cm persegi
  • b. 714 cm persegi
  • c. 814 cm persegi
  • d. 914 cm persegi

Luas layang-layang = 1/2 x di x d2 = 1/2 x 42 x 34 = 1/2 x 1.428 = 714 cm persegi

33. Pak Joko mempunyai tanah kosong yang berbentuk trapesium. Panjang sisi tanah yang
sejajar 20 m dan 36 m dan luasnya 420 m2. Lebar tanah Pak Joko adalah …

  • a. 15 m
  • b. 17 m
  • c. 19 m
  • d. 21 m

Luas trapesium = (a+b) x tinggi/2 = 420 = (20 +36) x tinggi/2
Tinggi/Lebar tanah = 2 x Luas : (a+b) = (2 x 420) : (20 + 36) = 840 : 56 = 15
Jadi lebar tanah Pak Joko adalah 15 meter

34. Pak Hamid memiliki kayu berbentuk balok dengan panjang 75 cm dan ukuran
penampangnya 16 cm x 15 cm. Pada waktu membuat meja ternyata kayu tersebut
terlalu panjang sehingga harus dipotong 25 cm. Volume kayu Pak Hamid yang tersisa
adalah….

  • a. 120 cm kubik
  • b. 1.200 cm kubik
  • c. 12.000 cm kubik
  • d. 120.000 cm kubik

Volume kayu = p x l x t = (75 -25) x 16 x 15 = 12.000 cm kubik.

35. Sebuah akuarium berbentuk kubus diisi air sampai penuh. Jika volume air yang diisikan
ke dalam akuarium sebanyak 8 liter maka panjang usuk akuarium tersebut adalah….cm

  • a. 200
  • b. 0,20
  • c. 20
  • d. 2

Volume = rusuk x rusuk x rusuk. V0lume 8 liter = 8.000 cm kubik
Rusuk =3√ 8.000 = 20 cm

B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar !
1. Setengah siswa kelas V berjenis kelamin laki-laki. Maka, siswa kelas V yang berjenis
kelamin perempuan adalah…. %
setengah = 50 %, maka siswa perempuan = 100%-50% = 50%

2. 370% – 1,6 adalah …
370% – 1,6 = 3,70 – 1,6 = 2,1
3. Agus mempunyai buku tulis 12 buah, sedangkan Aini mempunyai buku tulis 20 buah.

Perbandingan buku tulis Fahri dan Aini adalah . . . . .
12 : 20 =(12 :4) : (20 :4) = 3 : 4

4. Skala pada peta adalah 1 : 400. Apabila panjang jalan 200 m, panjang jalan di gambar
adalah…..cm
Jarak pada gambar = Jarak sebenarnya : skala = 20.000 cm : 400 cm = 50 cm.

5. Persegi Panjang, adalah bangun datar yang mempunyai sisi berhadapan yang sama
panjang, dan memiliki empat buah titik sudut ….
Keempat sudut persegi panjang adalah siku-siku.

6. Volume kubus 1.331 cm kubik, luas permukaan kubus adalah….cm persegi.
Rusuk =3√ 1.331 = 11 cm
Luas permukaan = 6 x (rusuk x rusuk) = 6 (11 x 11)= 6 x 121 = 726 cm persegi.

7. Selimut tabung berbentuk bangun….
Selimut tabung berbentuk persegi panjang.

8. Bangun segitiga sama sisi memiliki sumbu simetri sebanyak…
Bangun segitiga samasisi mempunyai 3 sumbu simetri

9. Bangun ruang yang tidak memiliki titik sudut, tetapi memiliki sisi alas dan sisi atas
berbentuk lingkaran adalah . . . .
Tabung.

10. Sebuah wadah air berbentuk kubus dengan panjang rusuk 50 cm. Volume air yang
dapat ditampung dalam wadah tersebut adalah….liter
Volume = r x r x r = 50 x 50 x 50 = 12.500 cm kubik = 125 liter

C. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat !
1. Ayah membeli 7 ½ bungkus gula pasir di toko “Anugrah”, setiap bungkusnya mempunyai
berat 2,4 kg. Jadi, berapa berat gula pasir seluruhnya yang di bawa Ayah?

7,5 x 2,4 = 18 kg
2. Tinggi sebuah gedung bertingkat adalah 40 m. Gedung tersebut di gambar pada denah
dengan tinggi 8 cm. Berapakah skala gambar gedung bertingkat tersebut?
Skala = tinggi sebenarnya : tinggi pada denah (40 m = 4.000 cm)
= 4.000 : 8 = 500, Jadi skala denah adalah 1 : 500

3. Perbandingan banyak sepeda motor dan mobil pada sebuah tempat parkir 10 : 3. Jika
banyak mobil yang diparkir 24, jumlah sepeda motor dan mobil yang diparkir adalah….
Mobil = 3 x 8 = 24
Motor=10 x 8=80
Jadi jumlah sepeda motor dan mobil yang diparkir adalah 24 + 80 = 104

4. Sebuah kaleng minyak berbentuk balok. Alas kaleng berukuran 40 cm × 45 cm. Kaleng
tersebut dapat menampung minyak sebanyak 108 liter. Tinggi kaleng . . . cm.
Volume = p x l x t
Tinggi = Volume : (p x l) = 108.000 cm :(40 x 45) = 108.000 : 1.800 = 60 cm.

5. Sebuah drum minyak berisi hanya separuhnya saja. Jika tinggi drum 120 cm dan
diameter drum 70 cm. Berapa liter volume minyak yang ada dalam drum ?
Jari-jari = setengah diameter = 35 cm
Volume = ∏ x r x r x t = 22/7 x 35 x 35 x 120 =462.000 cm kubik =462 liter/2 =231 liter

Gaya dan Gerak Pada Beberapa Alat

Gaya dapat berupa tarikan atau dorongan. Gaya menyebabkan benda bergerak, berhenti bergerak, berubah arah, dan berubah bentuk. Kekuatan gaya yang diberikan berpengaruh terhadap gerak yang terjadi. Semakin besar gaya yang diberikan semakin cepat gerak yang terjadi, semakin kecil gaya yang diberikan semakin lambat gerakannya. Besar kecilnya gaya dapat diukur dengan alat yang disebut dinamometer. Satuan gaya adalah kilogram force (kgf), newton, dan dyne. Hubungan
antara ketiga satuan tersebut adalah 1 kgf = 9,8 newton = 10⁵ dyne.

Gaya adalah suatu kekuatan tarikan atau dorongan yang menyebabkan benda bergerak, berubah bentuk atau berubah arah. Hampir dalam setiap hari kita banyak menggunakan kegiatan yang berkaitan dengan gaya dan gerak. Gaya ini dapat menimbulkan perubahan gerak. Misalnya meja yang didorong akan bergerak karena adanya gaya dorong. Jadi gaya dapat mempengaruhi gerak suatu benda yang awalnya diam. Gaya dapat mempengaruhi suatu benda yang menyebabkan :

  1. Benda diam menjadi bergerak. Benda diam menjadi bergerak, karena benda yang semua diam bila digerakkan akan bergerak. Contohnya : mendorong mobil yang mogok, mendorong meja, menendang bola dll.
  2. Benda bergerak menjadi diam. Benda bergerak menjadi diam, karena benda yang sewaktu bergerak dan tiba – tiba dihentikan sehingga benda tersebut menjadi diam. Contohnya : mengerem sepeda sehingga menjadi lambat dan berhenti.
  3. Perubahan bentuk benda. Perubahan bentuk benda, karena benda yang berubah bentuk akibat terjadi sesuatu. Contohnya : saat kita menggunakan lilin, setelah meleleh akan berubah bentuknya.
  4. Perubahan arah gerak benda. Contohnya : pada saat kita menyundul bola, bola akan berubah arah.

Contoh Gerak Benda Karena Adanya Gaya
1. Ketapel
Katepel digunakan dengan untuk melempar batu. Katapel ini terbuat dari kayu dengan 2 karet lalu diikat pada kedua sisinya. Cara menggunakannya pun cukup mudah hanya dengan ambil kerikil lalu pasang kerikil pada karet dan tarik lalu lepas. Makin kuat nariknya maka makin jauh kerikil akan terlempar. Tapi menggunakannya harus hati – hati. Pada saat kita menarik karet berarti kita memberikan gaya pada karet.

Membuat Ketapel
Alat dan bahan:

  1. Ranting kayu berbentuk Y
  2. Karet pentil
  3. Kulit (bekas sepatu kulit)
  4. Tali pengikat
  5. Gunting
  6. Pisau

Cara kerja

Membuat Ketapel
  1. Bersihkan ranting kayu bercabang dengan pisau. Kupaslah kulit luarnya.
  2. Ikatlah kedua ujung cabang kayu dengan karet pentil. Jangan lupa ikatlah yang kuat.
  3. Sambungkan ujung karet lainnya dengan kulit. Ikatlah sambungan itu kuat-kuat. Ketapel siap dicoba dan digunakan.

Cara menggunakan

  1. Peganglah kayu bercabang dengan tangan kanan, dan peganglah bagian kulit dengan tangan kiri. Sebelumnya masukkan terlebih dahulu pelurunya. Sebagai pelurunya dapat menggunakan kerikil atau tanah liat kering.
  2. Tariklah karet dan arahkan ke sasaran.
  3. Lepaskan tarikanmu, maka peluru akan melesat cepat ke arah sasaran

Alat yang digunakan:

  1. katepel
  2. kerikil

Langkah kegiatan:

  1. Secara berkelompok, pergilah ke lapangan yang luas.
  2. Isi katepel dengan kerikil dan rentangkan dengan panjang rentangan 20 cm ketika karet mulai meregang.
  3. Lontarkan kerikil, suruhlah temanmu memberi tanda tempat kerikil jatuh.
  4. Isi kembali katepel dengan kerikil, rentangkan dengan jarak rentangan 30 cm dari awal rentangan karet.
  5. Lontarkan kerikil, suruhlah kembali temanmu memberi tanda tempat kerikil jatuh.
  6. Lakukanlah kegiatan tadi secara berulang-ulang dengan panjang rentangan lebih panjang.
  7. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan tersebut? Ternyata, semakin panjang rentangan, semakin jauh krikil jatuh, jadi, semakin kuat tarikan, semakin besar gaya yang dikeluarkan.

Besarnya gaya ditentukan oleh kuatnya tarikan atau dorongan. Besar gaya dapat diukur oleh alat yang dinamakan dinamometer. Gaya yang terjadi pada katepel adalah gaya pegas atau gaya elastis.

2. Jungkat Jungkit
Gaya pada jungkat-jungkit letaknya bergantian, adakalanya memberikan gaya, lawannya menerima pengaruh dan gaya bergerak naik. Jungkat-jungkit termasuk pesawat sederhana jenis pengungkit. Jungkat – jungkit memiliki 3 bagian yaitu titik tumpu, kuasa dan beban. Titik tumpu terletak di bagian tengah. Beban terletak disalah satu ujung. Dan ujung yang lainnya disebut kuasa. Jungkat – jungkit ini dapat mengangkat beban menggunakan gaya (kuasa) yang lebih kecil dari berat bendanya. Jungkat- jungkit ini dapat bergerak jika kaki bersentuhan dengan tanah.

Membuat Model Jungkat Jungkit
Alat dan Bahan

  1. Styrofoam
  2. Lidi sepanjang 7 cm
  3. Sedotan sepanjang 4 cm
  4. Penggaris sepanjang 30 cm
  5. Double tape

Langkah Kerja.

Jungkat Jungkit
  1. Buatlah dua buah balok dari styrofoam dengan ukuran 5 x 5 x 7 cm.
  2. Masukan lidi ke dalam sedotan (lidi harus cukup kuat menopang beban). Tusukan masing-masing ujung lidi ke salah satu sisi balok styrofoam
  3. Rekatkan bagian tengah penggaris pada sedotan. Lidi dalam sedotan berfungsi sebagai penumpu.
  4. Model jungkat-jungkit sudah selesai. Ujialah jungkat-jungkit dengan memberi beban pada kedua ujung jungkat-jungkit, misalnya dengan penghapus. Jika jungkat-jungkit dapat bergerak berarti model jungkat jungkit sudah benar.

3. Traktor Pegas
Traktor pegas adalah traktor yang jika bergerak menggunakan gaya pegas. Traktor pegas ini sama halnya dengan katapel. Traktor bergerak karena adanya gaya pegas. Pada saat roda diputar ke belakang, karet akan menggulung pada bilah bambu. Sehingga karet menjadi kencang. Gaya pegas ini dapat menggerakkan traktor bergerak maju.

Membuat Traktor Pegas
Alat dan Bahan:

  1. Tutup wadah sabun
  2. Bilah bambu 2 buah
  3. Plester
  4. Karet gelang
  5. Sandal jepit bekas
  6. Penggaris
  7. Gunting
  8. Paku besi berukuran sedang
  9. Penjepit
  10. Lampu spiritus
  11. Korek api

Cara Kerja:

Traktor pegas
  1. Buatlah empat roda dari sandal jepit. Setiap roda berdiameter 3 cm.
  2. Panaskan paku besi. Gunakan penjepit untuk memegang paku. Berhati-hatilah saat menggunakan api dan benda panas.
  3. Dalam keadaan panas, gunakan paku untuk melubangi tutup wadah sabun. Buat dua lubang sejajar pada sisi kanan tutup wadah sabun. Lakukan hal yang sama pada sisi kirinya. Lubang di sisi kanan sejajar dengan sisi kiri. Perhatikan gambar (a).
  4. Tusukkan bilah bambu pada lubang hingga tembus pada kedua sisi. Perhatikan gambar (b).
  5. Pasangkan roda pada setiap ujung bilah bambu. Bagian beroda menjadi bagian bawah.
  6. Lubangi bagian atas tutup wadah sabun. Lubang dibuat dekat dengan roda bagian depan. Masukkan paku pada lubang tersebut. Plesterlah paku agar tidak goyah.
  7. Guntinglah karet gelang. Ikatkan salah satu ujungnya pada paku.
  8. Ikat ujung karet yang satunya pada kayu roda belakang.
  9. Ujilah traktor pegas hasil karya kalian. Caranya, putar roda ke arah belakang. Karet akan tergulung pada bilah bambu. Setelah itu, lepaskan traktor dan amati yang terjadi

Traktor dapat bergerak karena ada gaya pada karet. Saat roda diputar ke arah belakang, karet akan tergulung pada bilah bambu. Akibatnya, karet menjadi kencang. Saat traktor dilepaskan, gulungan karet juga terlepas. Traktor bergerak maju bersamaan dengan terlepasnya gulungan karet. Gaya yang bekerja pada traktor adalah gaya pegas. Karenanya, traktor tersebut biasa disebut traktor pegas. Gaya pegas yang bekerja pada traktor dapat menyebabkan traktor bergerak maju.

Metamorfosis Sempurna dan Metamorfosis Tidak Sempurna

Daur hidup adalah suatu proses yang dialami makhluk hidup yang dimulai dari awal pertama kali organisme itu hidup dibumi lalu tumbuh dan berkembang menjadi organisme atau makhluk hidup dewasa dan berkembang biak untuk mempertahankan kelangsungan jenisnya. Pada daur hidup terjadi perubahan-perubahan bentuk yang disebut metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan/perkembangan biologi yang terjadi pada diri makhluk hidup berawal dari telur hingga menjadi dewasa secara sempurna dengan mengalami perubahan pada bentuk anatomi, morfologi maupun fisiologis. Metamorfosis ada dua macam, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Tidak semua makhluk hewan bermetamorfosis, contoh beberapa hewan yang bermetamorfosis diantaranya adalah kupu-kupu, nyamuk, tawon, lalat, ngengat, semut, lebah kutu, kumbang, belalang, kecoak, capung, kepik, rayap, jangkrik dan masih banyak yang lainnya. Dari hewan-hewan yang bermetamorfosis tersebut dibagi menjadi dua jenis yaitu hewan yang mengalami metamorfosis sempurna (holometabola) dan metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola).

A. Metamorfosis Tidak Sempurna
Metamorfosis tidak sempurna adalah proses pertumbuhan pada hewan yang tidak mengalami perubahan bentuk secara signifikan. Dikenal dengan istilah hemimetabola. metamorfosis tidak sempurna terjadi dengan tiga tahapan yaitu mulai dari telur, menetas menjadi nimfa dan tumbuh menjadi dewasa. Telur – nimfa – imago (dewasa).

Hewan yang baru menetas dari telur mempunyai bentuk sama dengan hewan yang sudah dewasa. Perubahan hanya terjadi pada bagian tubuh yang belum mengalami pertumbuhan. Sebagai contohnya belalang, belalang muda atau nimfa akan tumbuh dan pada bagian belalang yang belum tumbuh seperti sayap akan muncul dan menjadi imago / belalang dewasa.

Terdapat banyak hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna diantaranya, whitefly, rayap, kutu daun, jangkrik, capung, kecoak, belalang dan juga masih banyak yang lainnya.

1. Daur Hidup Kecoak
Kecoak disebut juga lipas. Kecoak berkembang biak dengan bertelur. Telur kecoak berselubung setelah dibuahi induk jantannya. Kecoa memiliki siklus hidup atau metamorfosa yang tidak sempurna karena hanya terdapat tiga fase saja.

Daur Hidup Kecoa
  1. Telur. Fase pertama adalah telur, telur kecoa berbentuk seperti kapsul dengan ukuran yang kecil dan bewarna coklat pekat. Telur kecoa memiliki cangkang yang keras dan tidak mudah pecah dengan memiliki semacam cairan tertentu yang merekat pada tempat telur tersebut.
  2. Nimfa. Setelah telur menetas kemudian akan menjadi nimfa atau bayi kecoa. Bayi kecoa ini sangat kecil dan bewarna putih seperti kutu beras. Nimfa sudah bisa bergerak bebas dan kemudian lambat laun mengalami perubahan warna menjadi coklat. Pada fase ini kecoa masih sangat rentan dan belum memiliki sayap. 
  3. Kecoa dewasa. Setelah menjalani proses dari telur dan nimfa kemudian yang terjadi adalah kecoa menjadi kecoa muda dan berangsur menjadi dewasa yang telah memiliki sayap. Perbedaan kecoa muda dengan kecoa dewasa adalah ukurannya saja yang lebih kecil dibandingkan dengan kecoa dewasa.

2. Daur Hidup Belalang
Belalang merupakan  salah satu serangga yang terkenal sebagai hama rakus yang merugikan.  Karena belalang suka memakan daun-daunan seperti daun jati, daun padi, daun jagung, dan daun tebu. Belalang  mempunyai warna tubuh umumnya cokelat dan hijau.

daur hidup belalang
  1. Fase pertama daur hidup belalang adalah telur. Telur berasal dari belalang betina. Setelah dibuahi belalang betina akan meletakkan telurnya pada tanaman, mungkin pada batang, daun, atau pada bunga. Pada masa bertelur belalang betina mampu meletakkan ratusan butir telur.
  2. Nimfa. Tahapan selanjutnya adalah memasuki fase nimfa, yaitu menetasnya telur belalang menjadi nimfa, dengan bentuk seperti belalang dewasa tetapi berukuran kecil, belum memiliki sayap, dan alat reproduksi. Selain itu nimfa masih berwarna putih, tetapi setelah terkena pancaran sinar matahari warnanya akan berubah menjadi warna khas belalang (cokelat atau hijau).
  3. Belalang dewasa (imago). Untuk menjadi belalang dewasa dan bersayap, nimfa harus berganti kulit untuk yang terakhir setelah menjalani fase nimfa selama satu bulan. Setelah 14 hari menjadi belalang bersayap, maka akan terbentuklah belalang dewasa yang mampu bereproduksi, hal in dilakukan untuk melestarikan spesiesnya agar tidak punah.

3. Daur Hidup Rayap
Rayap merupakan serangga dengan metamorfosis tidak sempurna. Siklus hidup rayap  terdiri dari telur menjadi nympa kemudian dewasa.

Daur Hidup Rayap

Proses pertumbuhan rayap dari telur menuju dewasa melalui tiga tahap, yaitu: telur – nimfa (larva) – dewasa (imago).

  1. Rayap termasuk serangga dengan metamorfosis tidak sempurna. Rayap muda menuju dewasa mengalami pertumbuhan berulang dan pergantian kulit, fase ini disebut fase instar. Tahap pertama daur hidup rayap adalah telur. Telur akan menetas setelah berumur 8-11 hari. 
  2. Setelah menetas dari telur, nimfa akan menjadi dewasa dengan melalui beberapa instar. Nimfa-nimfa yang sedang tumbuh akan diatur menjadi anggota kasta atau golongan oleh ratu.
  3. Rayap muda (larva/nimfa) yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap. Sayap akan muncul pada saat rayap dewasa (imago).

4. Daur Hidup Capung
Metamorfosis capung termasuk metamorfosis tidak sempurna, capung melewati 3 stadium saja dengan urutan telur, nimfa, dan imago.

Daur Hidup Capung
  1. Proses metamorfosis capung diawali dengan stadium telur. Telur capung dihasilkan dari proses perkawinan antara induk capung jantan dan induk capung betina. Telur yang dikandung betina kemudian akan diletakan di sekitar wilayah perairan. Peletakan telur pada daerah yang dekat dengan air bukannya tanpa alasan. Saat telur nantinya menetas, nimfa yang keluar dari cangkang telur capung tersebut hanya akan hidup jika berada di daerah perairan.
  2. Setelah telur capung menetas, nimfa keluar dari cangkang telur untuk kemudian masuk ke dalam dasar perairan yang dangkal.  Untuk bertahan hidup di air, nimfa capung bernapas dengan insang yang terdapat di ujung perutnya. Di dalam perairan, nimfa terus tumbuh dan berkembang. Ia mengalami 8 sd 12 ganti kulit (ekdisis) dengan tiap tahapan yang disebut instar.
  3. Setelah melewati fase nimfa yang panjang, metamorfosis capung dilanjutkan dengan stadium imago. Nimfa capung yang sebelumnya berada di dasar perairan secara perlahan akan merayap keluar melalui ranting dedaunan tumbuhan air. Imago keluar dengan melepaskan kulit terakhirnya dari nimfa yang disebut exuvia.

5. Daur Hidup Jangkrik
Jangkrik mengalami metamorfosis tidak sempurna. Tubuh jangkrik berbentuk pipih dan berwarna gelap hampir menyerupai tanah, sehingga seekor jangkrik hampir tidak tampak jika berada diatas tanah. Pada dasarnya, struktur tubuh beberapa jenis jangkrik sama, walaupun ukuran jangkrik dewasa sangat bervariasi.

Daur Hidup Jangkrik
  1. Proses metamorfosis jangkrik diawali dengan stadium telur. Telur jangkrik dihasilkan dari proses perkawinan antara induk jangkrik jantan dan induk jangkrik betina. Telur yang dikandung betina kemudian akan diletakan di tanah.
  2. Setelah telur jangkrik menetas, nimfa keluar dari cangkang telur. Jangkrik stadium nimfa mengalami lima kali pergantian kulit yang disebut eksdisis. Lama proses pergantian kulit tergantung pada besarnya serangga. Pergantian kulit pertama, saat serangga masih kecil, lebih cepat daripada pergantian kulit yang terakhir.
  3. Setelah melewati fase nimfa, metamorfosis jangkrik dilanjutkan dengan stadium imago. Nimfa jangkrik tumbuh menjadi besar. Pada fase dewasa jangkrik memiliki bulu lengkap.

B. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk yang terjadi pada serangga dimana larva (hewan muda) mempunyai bentuk yang sangat berbeda dengan bentuk ketika sudah dewasa. Biasa dikenal dengan sebutan holometabola. Biasanya cara makan bahkan habitatnya pun berbeda. Terdapat masa transisi atau titik perubahan bentuk dari larva menjadi hewan dewasanya yaitu menjadi kepompong.

Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna melewati empat tahap pertumbuhan dan perkembangan. Tahapannya yaitu telur – larva – pupa – imago / hewan dewasa. Contoh hewan bermetamorfosis sempurna adalah nyamuk, lalat, kupu-kupu dan masih banyak yang lain.

1. Daur Hidup Nyamuk
Daur hidup nyamuk dimulai dari telur. Telur nyamuk berada di atas air. Ketika sudah menetas, telur ini menjadi jentik-jentik (tempayak). Jentik-jentik hidup dan memperoleh makanan di air. Setelah cukup umur, jentik-jentik berubah menjadi pupa. Pupa tidak bergerak. Pupa berpindah karena gerakan aliran air.

Daur Hidup Nyamuk

Setelah beberapa waktu pupa, berubah menjadi nyamuk. Nyamuk dewasa tidak hidup di air. Ia kembali ke air saat akan bertelur. Ada nyamuk yang bertelur di air kotor dan ada yang suka bertelur di air jernih. Nyamuk merupakan salah satu jenis hewan penyebar penyakit.

2. Daur Hidup Kupu-Kupu
Daur hidup kupu-kupu dimulai dari telur. Telur menetas menjadi ulat. Ulat kemudian berubah menjadi kepompong. Akhirnya, kepompong yang telah cukup waktu akan berubah menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu dewasa selanjutnya akan bertelur lagi. Demikian seterusnya. Di dalam daur hidup kupu-kupu, terjadi perubahan-perubahan bentuk atau metamorfosis.

Daur Hidup Kupu Kupu

3. Daur Hidup Lalat
Siklus hidup lalat yaitu di mulai dari telur, larva, pupa dan lalat dewasa. Pada umumnya siklus hidup lalat dewasa adalah 21 hari. Dan untuk membedakan antara lalat betina dan lalat jantan cukup mudah yaitu di lihat dari ukuran tubuhnya. Untuk lalat jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan lalat betina.

Lalat dewasa melakukan perkawinan dan akan menghasilkan telur. Dalam sekali bertelur induk betina menghasilkan telur sebanyak 75-150 telur. Telur-telur yang dihasilkan di letakkan  di tempat-tempat yang hangat  sehingga akan membantu proses penetasan , seperti diatas timbunan sampah, dan di atas makanan yang terbuka.  Dan telur-telur itu akan menetas dalam waktu 12-24 jam.

Daur Hidup Lalat

Setelah telur-telur itu menetas, maka akan memasuki stadium selanjutnya, yaitu stadium larva. Pada umumnya tempat-tempat yang di gunakan larva untuk berkembang adalah kotoran yang basah dan tumbuhan yang busuk. Selain itu larva akan mencari tempat-tempat yang lebih dingin dan kering. Dan dalam waktu 4-7 hari akan memasuki stadium pupa.

Selanjutnya adalah memasuki stadium pupa, pupa memiliki ketahanan yang tinggi dibandingkan dengan larva, hal ini disebabkan karena pupa memiliki cangkang yang berfungsi sebagai pelindung. Bentuk pupa lonjong, berwarna cokelat tua, dan panjang kurang lebih 7 mm. biasanya pupa berada dalam tanah dalam waktu 4-5 hari dan bertahan lebih lama pada suhu yang lebih rendah.

Setelah melewati stadium pupa lalat dewasa akan keluar dari dalam pupa. Dan selanjutnya akan terbang setelah 1 jam pada suhu yang panas.

4. Daur Hidup Kepik
Kepik mengalami metamorfosis sempurna. Anak kepik yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukurannya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini dikenal dengan nama nimfa. Nimfa kepik ini kemudian melakukan pergantian kulit berkali-kali hingga akhirnya menjadi imago (dewasa) tanpa melalui fase kepompong.

Daur Hidup Kepik
  1. Fase pertama daur hidup kepik adalah telur. Telur kepik berbentuk lonjong dan berwarna kuning. Telur-telur ini biasanya menetas sekitar seminggu setelah pertama kali dikeluarkan. 
  2. Larva kepik umumnya memiliki penampilan bertubuh panjang, diselubungi bulu, dan berkaki enam. Larva ini hidup dengan makan sesuai makanan induknya dan ketika mereka bertumbuh semakin besar, mereka melakukan pergantian kulit.
  3. Larva yang sudah sampai hingga ukuran tertentu kemudian akan berhenti makan dan memasuki fase kepompong pada usia dua minggu sejak pertama kali menetas. Kepompong ini biasanya menempel pada benda-benda seperti daun atau ranting dan berwarna kuning dan hitam. Kepik dewasa selanjutnya akan keluar dari kepompong setelah sekitar satu minggu. Sayap depan kepik yang baru keluar masih rapuh dan berwarna kuning pucat sehingga ia akan berdiam diri sejenak untuk mengeraskan sayapnya sebelum mulai berakivitas.

5. Metamorfosis Kumbnag
Kumbang termasuk serangga yang mengalami metamorphosis holometabola. Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur – larva – pupa – imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.

Daur Hidup Kumbang Badak
  1. Telur dihasilkan oleh kumbang betina dan diletakkan dalam jumlah besar atau sendiri-sendiri. Dalam beberapa hari telur akan menetas dan kumbang muda lahir. Dalam beberapa kasus kumbang betina tidak menyediakan perawatan untuk kumbang muda dan mereka dibiarkan berjuang sendiri. Telur-telur kumbang tersebut pada umumnya diletakkan didekat atau pada sebuah sumber makanan larva yang sesuai.
  2. Setelah menetas dari telur larva yang berbentuk seperti cacing akan mulai makan. Sebagai larva yang tumbuh besar, dia melewati bebeberapa tahapan atau instar. Masing-masing instar akan berakhir dengan molting larva untuk mengakomodasi pertumbuhannya. Tergantung pada spesies, jumlah molt dapat berkisar dari sedikitnya 3 atau lebih banyak. 
  3. Setelah mencapai instar akhir, larva berubah menjadi tahap pupa. Tahap ini berfungsi sebagai tahap transisi dimana larva menjadi dewasa. Pupa biasanya mempunyai warna pucat.
  4. Tahap akhir dari perkembangan dicapai ketika molt pupa. Kumbang dewasa baru yang muncul adalah teneral – Exoskeleton lembut dengan warna pucat. Biasanya dibutuhkan beberapa jam sebelum tubuhnya mengeras dan warna dewasa hadir.

Struktur dan Fungsi Bagian Tumbuhan

Bagian-bagian penting tumbuhan, antara lain, akar, batang, daun, dan bunga. Akar dibedakan menjadi dua, yaitu akar tunggang dan akar serabut. Akar berfungsi menyerap air dan mineral dari dalam tanah. Jenis batang bermacam-macam, antara lain, batang berkayu, batang basah, dan batang rumput.

Fungsi utama batang adalah untuk menopang tegaknya tumbuhan, pengangkut, penyimpan makanan cadangan, dan alat perkembangbiakan. Bentuk tulang daun tumbuhan bermacam-macam, antara lain,
menyirip, melengkung, menjari, menjarum, dan sejajar. Fungsi daun adalah untuk tempat proses pembuatan makanan, penguapan, dan pernapasan.

Bunga sempurna memiliki tangkai bunga, kelopak, benang sari, putik, dan mahkota. Fungsi utama bunga adalah sebagai perhiasan dan alat perkembangbiakan tumbuhan. Kegunaan tumbuhan bagi manusia, antara lain, sebagai bahan makanan, bahan peralatan rumah tangga, dan bahan obat-obatan.

A. Struktur Akar dan Fungsinya
Salah satu bagian penting tumbuhan adalah akar. Akar merupan bagian tumbuhan yang arah tumbuhnya ke dalam tanah. Umumnya akar berada di dalam tanah. Akar biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Bentuk akar sebagian besar meruncing pada ujungnya. Bentuk runcing memudahkan akar menembus tanah. Akar memiliki beberapa bagian utama. Bagian-bagian
tersebut adalah inti akar, rambut akar, dan tudung akar.

  1. Inti Akar. Inti akar terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dari akar ke daun. Pembuluh tapis berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
  2. Rambut Akar. Rambut akar atau bulubulu akar berbentuk serabut halus. Rambut akar terletak di dinding luar akar. Fungsi rambut akar adalah mencari jalan di antara butiran tanah. Hal inilah yang menyebabkan akar dapat menembus masuk ke dalam tanah. Selain itu, rambut akar juga berfungsi menyerap air dari dalam tanah.
  3. Tudung Akar. Tudung akar terletak di ujung akar. Bagian ini melindungi akar saat menembus tanah.
bagian akar

Akar dikelompokkan menjadi dua, yaitu akar serabut dan akar tunggang.

  1. Akar Serabut. Akar serabut berbentuk seperti serabut. Ukuran akar serabut relatif kecil, tumbuh di pangkal batang, dan besarnya hampir sama. Akar semacam ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Misalnya kelapa, rumput, padi, jagung, dan tumbuhan hasil mencangkok.
  2. Akar Tunggang. Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata. Jenis akar ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga, jeruk, dan melinjo.

Fungsi Akar
Bagi tumbuhan akar memiliki beberapa kegunaan, antara lain, untuk menyerap air dan zat hara, untuk menunjang berdirinya tumbuhan, serta untuk menyimpan cadangan makanan.

  1. Menyerap air dan zat hara (mineral). Tumbuhan memerlukan air dan zat hara dengan cara menyerapnya dari dalam tanah dengan menggunakan akar. Oleh karena itu, sering dijumpai akar tumbuh memanjang menuju sumber yang banyak mengandung air.
  2. Menunjang berdirinya tumbuhan. Akar membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah sehingga tumbuhan dapat bertahan dari terjangan angin kencang dan hujan deras.
  3. Sebagai alat pernapasan. Akar juga menyerap udara dari dalam tanah. Hal ini mungkin dilakukan karena pada tanah terdapat pori-pori. Melalui pori-pori tersebut akar tumbuhan memperoleh udara dari dalam tanah.
  4. Sebagai penyimpan makanan cadangan. Pada tumbuhan tertentu, seperti ubi dan bengkoang, akar digunakan sebagai tempat menyimpan makanan cadangan. Makanan cadangan ini digunakan saat menghadapi musim kemarau atau ketika kesulitan mencari sumber makanan.

Manfaat Akar
Manusia juga sering menggunakan akar tumbuhan untuk keperluan hidupnya. Misalnya, sebagai sumber makanan, contohnya ubi kayu, ubi jalar, dan wortel; sebagai bahan obat-obatan, contohnya jahe, kunyit, dan akar pepaya; sebagai parfum, contohnya akar bit; sebagai bumbu, contohnya jahe, kunyit, dan laos.

B. Struktur Batang dan Fungsinya
Struktur batang terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele). Silinder pusat pada batang ini terdiri atas beberapa jaringan yaitu empulur, perikardium, dan berkas pengangkut yaitu xilem dan floem.

bagian batang

Batang tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu batang berkayu, batang rumput, dan batang basah.

  1. Batang berkayu memiliki kambium. Kambium mengalami dua arah pertumbuhan, yaitu ke arah dalam dan ke arah luar. Ke arah dalam, kambium membentuk kayu, sedangkan ke arah luar membentuk kulit. Contoh tumbuhan yang memiliki batang jenis ini, antara lain, jati, mangga, dan mranti. 
  2. Tumbuhan batang rumput memiliki ruas-ruas dan umumnya berongga. Batang jenis ini mudah patah dan tumbuhannya tidak sebesar batang berkayu. Misalnya, tanaman padi, jagung, dan rumput. 
  3. Tumbuhan batang basah memiliki batang yang lunak dan berair. Misalnya, tumbuhan bayam dan patah tulang.

Fungsi Batang
Bagi tumbuhan, batang memiliki beberapa kegunaan, antara lain sebagai penopang, pengangkut
air dan zat-zat makanan, penyimpan makanan cadangan, serta sebagai alat perkembangbiakan.

  1. Penopang. Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat mungkin dengan sumber cahaya (khususnya matahari).
  2. Pengangkut. Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Selain itu, batang berperan penting dalam proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
  3. Penyimpan. Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan. Misalnya, batang pada tumbuhan sagu. Makanan cadangan disini juga bisa berwujud air, Misalnya, pada tumbuhan tebu dan kaktus. Makanan cadangan ini akan digunakan saat diperlukan.
  4. Alat perkembangbiakan. Batang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Hampir semua pertumbuhan vegetatif, baik secara alami maupun buatan, menggunakan batang. 

C. Struktur Daun dan Fungsinya
Daun umumnya berbentuk tipis dan berwarna hijau. Warna hijau tersebut disebabkan warna klorofil yang ada pada daun. Namun, daun ada juga yang berwarna kuning, merah, atau ungu.

Bagian-bagian daun lengkap terdiri atas tulang daun, helai daun, tangkai daun, dan pelepah daun. Contoh daun yang memiliki bagianbagian lengkap, antara lain daun pisang dan daun bambu.

struktur daun

Bentuk tulang daun juga bermacam-macam, antara lain, menyirip, melengkung, menjari, dan sejajar.

  1. Menyirip. Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan. Contoh tumbuhan yang memiliki jenis tulang seperti ini adalah tulang daun jambu, mangga, dan rambutan.
  2. Melengkung. Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung. Tulang daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita. Misalnya, tulang daun sirih, gadung, dan genjer.
  3. Menjari. Tulang daun menjari bentuknya seperti jari-jari tangan manusia. Misalnya, tulang daun pepaya, jarak, ketela pohon, dan kapas.
  4. Sejajar. Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis sejajar. Tiaptiap ujung tulang daun menyatu. Misalnya, tulang daun tebu, padi, dan semua jenis rumput-rumputan.

Daun tunggal adalah daun yang memiliki satu helai daun di setiap tangkainya. Daun majemuk adalah daun yang memiliki beberapa helai daun di setiap tangkainya.

Fungsi Daun
Bagi tumbuhan, daun memiliki beberapa kegunaan. Misalnya, sebagai tempat pembuatan makanan, pernapasan, dan penguapan.

  1. Pembuatan makanan. Di dalam daun terjadi proses pembuatan makanan (pemasakan makanan). Makanan ini digunakan tumbuhan untuk kelangsungan proses hidupnya dan jika lebih disimpan.
  2. Pernapasan. Di permukaan daun terdapat mulut daun (stomata). Melalui stomata pertukaran gas terjadi. Daun mengambil karbondioksida dari udara dan melepas oksigen ke udara.
  3. Penguapan. Tidak semua air yang diserap akar dipakai oleh tumbuhan. Kelebihan air ini jika tidak dibuang dapat menyebabkan tumbuhan menjadi busuk dan mati. 

Bagi manusia, daun dapat digunakan sebagai bahan makanan, contohnya daun pepaya dan singkong; obat-obatan, contohnya daun jeruk dan jambu biji; rempah-rempah, contohnya daun salam jeruk.

D. Struktur Bunga dan Fungsinya
Bunga lengkap memiliki bagianbagian sebagai berikut.

  1. Kelopak, umumnya berwarna hijau dan berfungsi menutup bunga di saat masih kuncup.
  2. Mahkota, merupakan bagian bunga yang indah dan berwarnawarni.
  3. Benang sari dengan serbuk sari sebagai alat kelamin jantan.
  4. Putik sebagai alat kelamin betina.
  5. Dasar dan tangkai bunga sebagai tempat kedudukan bunga.
bagian bunga

Bunga yang memiliki tangkai, kelopak, mahkota, benang sari, dasar bunga, dan putik disebut bunga sempurna. Jika memiliki semua bagian kecuali putik, maka disebut bunga jantan. Jika memiliki semua bagian kecuali benang sari, maka disebut bunga betina. Bunga yang memiliki benang sari dan putik disebut bunga hermafrodit

Fungsi Bunga
Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif. Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan. Pada tumbuhan berbunga, pembuahan yang terjadi didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya kepala serbuk sari ke kepala putik.

Bagian bunga yang paling menarik adalah mahkota. Mahkota yang indah dan berbau menyengat menarik perhatian serangga, seperti kupukupu, kumbang, dan lebah. Akibatnya, tanpa disadari proses penyerbukan terjadi. Sedangkan bagi manusia, bunga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan, perlengkapan upacara adat, dan bahan rempah-rempah.

Menentukan Isi Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah teks yang berisi tanggapan deskriptif dan personal terhadap objek. Teks deskripsi memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci dari sudut pandang subjektif penulisnya. Hal-hal yang dideskripsikan dipilih dari sudut pandang penulis sendiri. Teks deskripsi disebut juga teks tanggapan deskriptif.

Teks deskripsi mengandung kalimat kalimat yang seolah olah kita dapat merasakan, mendengar, dan membayangkan peristiwa yang diceritakan. deskripsi itu gambaran atau lukisan tentang suatu peristiwa.Ciri-ciri yang sangat jelas di teks deskripsi ini tentunya akan sangat mudah membedakan teks ini dengan teks lainnya. Berikut ini ciri-cirinya:

  1. Paragraf deskripsi menggambarkan sesuatu.
  2. Paragraf yang digambarkan dijelaskan secara sangat jelas dan rinci serta melibatkan kesan indera.
  3. Ketika pembaca membaca teks deskripsi seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
  4. Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.

Berikut ini beberapa contoh teks deskripsi.

Pesona Pantai Senggigi (teks 1)
Pantai Senggigi merupakan salah satu wisata andalan di Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi sangat indah. Pantai Senggigi terletak di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang. Pemandangan bawah laut Senggigi juga menakjubkan. Pura Bolong menjadi pelengkap wisata di Pantai Senggigi.

Memasuki bibir Pantai Senggigi kita akan disambut angin pantai yang lembut dan udara yang segar. Angin lembut terasa mengelus kulit. Garis pantai Senggigi yang panjang dengan gradasi warna pasir putih dan hitam membuat keindahan pantai ini semakin menarik. Ombak yang tenang di pantai ini membuat rasa tenteram semakin lengkap. Dari kejauhan tampak hamparan permadani biru toska berpadu dengan hiasan buih-buih putih bersih. Sungguh elok pemandangan pantai ini. Bukit-bukit tangguh nampak menjadi latar bagian pantai. Pantai Senggigi dengan pesonanya benar-benar seperti lukisan di kanvas alam yang luas terbentang.

snggigi

Pemandangan bawah laut Senggigi juga tidak kalah memesona. Terumbu karang yang masih terawat menyuguhkan pemandangan alam bawah laut yang memukau. Terumbu karang nampak berwarna-warni sangat indah. Ikan beraneka warna menambah keindahan bawah laut Senggigi. Dengan snorkeling maupun menyelam anda dapat menyaksikan pemandangan bawah laut yang mengagumkan. Anda akan menyaksikan betapa mempesonanya taman bawah lautnya. Air laut yang jernih serta banyak terumbu karang terawat dengan ikan-ikan beraneka ragam menambah keindahan taman laut di Senggigi.

Selain pemandangan bawah laut, terdapat juga pemandangan indah di Pura Batu Bolong. Pada arah selatan bibir pantai Senggigi, terdapat pura kecil yang bernama Batu Bolong.Sesuai dengan namanya, pura ini berdiri kokoh di atas batu karang yang memiliki lubang di tengahnya. Sungguh sebuah keagungan pura di tengah keindahan Senggigi. Berkunjung ke pura ini, Anda langsung disambut buih-buih ombak yang tenang dan bersahabat. Seketika kedamaian dan kenyamanan seperti merangkul saat berada di area sekitar Pura Batu Bolong. Memasuki pura yang berhadapan langsung dengan Selat Lombok dan Gunung Agung Bali ini, Anda harus berjalan menuruni anak tangga. Pura pertama yang dijumpai berdiri di bawah pohon rindang. Sementara, pura kedua berdiri kokoh di atas karang yang menjulang setinggi sekitar 4 meter dan memiliki lubang di bawahnya. Jika berkunjung saat cuaca sedang cerah, Anda dapat melihat pemandangan Gunung Agung Bali yang menjulang tinggi. Pada waktu-waktu tertentu, Anda juga bisa melihat para pemancing tradisional sedang mencari ikan dengan cara menceburkan diri ke dalam laut. Selain itu, melewati senja sambil memandang matahari terbenam di pura ini juga menjadi saat-saat paling menyenangkan. Keindahan semburat merah sang mentari menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan.

Wisata pantai Senggigi menawarkan sejuta keindahan dan kenyamanan. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.

Latihan
1) Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan pemahamanmu terhadap teks.
a) Apa yang dibicarakan penulis pada teks 1?
Penulis menuliskan jikalau pantai senggigi itu sangat indah dengan pemandangan bawah laut yang sangat menakjubkan.

b) Keindahan bagian mana saja dari pantai Senggigi yang dipaparkan penulis?

  1. Di pantai senggigi terdapat angin yang lembut dan udara yang segar, warna pasir putih dan hitam membuat keindahan pantai ini semakin menarik.
  2. Bukit-bukit tangguh menjadi latar belakang bagian pantai. Pantai Senggigi dengan pesonanya benar-benar seperti lukisan di kanvas alam yang luas terbentang.
  3. Terumbu karang yang masih terawat dan ikan yang beraneka ragam menambah keindahan bawah laut senggigi.
  4. Wisata pantai Senggigi menawarkan sejuta keindahan dan kenyamanan.

c) Apa tujuan penulis menampilkan teks di atas?
Mengajak pembaca untuk merasakan keindahan pantai Senggigi.

d) Bagaimana penulis menggambarkan keindahan pantai Senggigi? Berilah alasan untuk mendukung jawabanmu!
Penulis menceritakan keindahan pantai senggigi dengan bahasa yang seolah-olah pembaca bisa melihat dan merasakan langsung keindahan pantainya.

2) Buatlah pemetaan isi teks yang kamu baca dengan cara menuliskan di tengah topik/ hal yang dibicarakan. Kemudian berilah garisgaris sesuai dengan bagian-bagian yang diperinci! Lengkapi contoh pemetaan di bagian berikut!
Pemetaan Isi Teks 1

pantai senggigi

Gebyar Pementasan Tari Kolosal Ariah (teks 2)
Drama tari kolosal “Ariah” dipentaskan di area Monas. Pementasan tari kolosal ini dalam rangka hari jadi Kota Jakarta ke- 386. Drama musikal “Ariah” diambil dari cerita Betawi. “Ariah” menceritakan pejuang perempuan muda Betawi yang penuh semangat dan mempunyai martabat. Atilah Soeryadjaya memprakarsai dan menjadi sutradara cerita rakyat Betawi ini. Selain itu, seniman serba bisa itu juga menulis naskah dan sekaligus menulis lirik lagu pementasannya. Dari awal sampai akhir, pementasan ini sangat memukau.

Pertunjukan dimulai pada pukul 20.00. Pertunjukan dibuka dengan nyala api yang berkobar di depan tugu Monas. Di bagian barat kembang api meluncur deras ke langit Jakarta diiringi alunan musik mengentak keras. Penonton bersorak-sorai kaget sekaligus terpesona. Tata lampu yang didukung cuaca cerah malam itu semakin menambah kedahsyatan suasana pembukaan. Pertunjukan awal melibatkan Monas sebagai latar. Monas nampak gagah dan menawan karena berkali-kali disoroti gambargambar indah sebagai latar cerita.

Setelah sukses memukau penonton pada acara pembukaan, penonton disuguhi kemunculan 200 penari yang menjadi inti drama Ariah. Para penari berlenggak-lenggok di atas tiga level panggung miring dengan sudut 15 derajat. Kostum warna-warni tradisional Betawi nampak semarak dibalut sinar lampu yang dramatis. Erwin Gutawa mengaransemen lagu-lagu Betawi dengan syahdu. Musik menggetarkan suasana.

Adegan puncak benar-benar mengaduk-aduk emosi penonton. Beragam suasana hati semakin dirasakan penonton. Nuansa keceriaan permainan anak-anak wak wak gung disusul suasana romantis Juki dan Ariah. Adegan berganti dengan suasana seru latihan silat antara Ariah dan Juki. Pergantian suasana berlangsung sangat cepat. Puncak ketegangan semakin terasa pada saat para penari laki-laki membawa replika obor yang menggambarkan suasana perlawanan para petani terhadap pemerintah kolonial. Suasana tanam paksa diiringi dan kekejaman para tuan tanah yang merugikan bagai lintah darat divisualisasikan dengan penuh penjiwaan.

Latihan
1) Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan pemahamanmu terhadap teks
a) Teks 2 di atas membicarakan tentang apa?
Tentang pementasan tari kolosal “Ariah” yang dipentaskan di area Monas dalam rangka hari jadi Kota Jakarta ke- 386.

b) Apa saja yang dijelaskan penulis pada awal pementasan, puncak pementasan, dan akhir pementasan?

  • pada awal pementasan : pembukaan pementasan (waktu, latar)
  • pada puncak pementasan : kemunculan 200 penari yang menjadi inti drama Ariah (permainan wak wak gung), pencak silat)
  • pada akhir pementasan : peristiwa tragis.

c) Apa tujuan penulis menampilkan teks tersebut?
Tujuan penulis adalah untuk mendeskripsikan pementasan drama tari musikal kolosal Ariah ini sangat megah dan fantastik dari awal hingga akhir.

d) Bagaimana penulis menggambarkan keindahan pementasan? Berilah alasan untuk mendukung jawabanmu!
Penulis menggambarkan keindahan pementasan tersebut sangat luar biasa. pada paragraf terakhir penulis menulis: Pagelaran karya seni yang berbasis budaya lokal Betawi ini berhasil menyuguhkan pertunjukan yang spektakuler. Tepuk tangan gemuruh mengiringi akhir pementasan.

2) Menentukan Pemetaan Isi Teks Deskripsi
Buatlah pemetaan isi teks yang kamu baca dengan cara menuliskan di tengah topik/ hal yang dibicarakan. Kemudian berilah garisgaris sesuai dengan bagian-bagian yang diperinci! Amati contoh pemetaan berikut!

pementasan tari

2. Membandingkan Isi Teks 1 dan Teks 2
Diskusikan dengan teman sebangkumu perbedaan teks 1 dan teks 2!

Perbedaan Teks 1 Teks 1
topik utama yang dideskripsikan Keindahan Alam Keanekaragaman Tarian
rincian isi
  1. Pantai Senggigi merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang. Pemandangan bawah laut Senggigi juga menakjubkan.
  2. Memasuki bibir Pantai Senggigi kita akan disambut angin pantai yang lembut dan udara yang segar.
  3. Pemandangan bawah laut Senggigi juga tidak kalah memesona. Terumbu karang yang masih terawat menyuguhkan pemandangan alam bawah laut yang memukau.
  4. Terdapat juga pemandangan indah di Pura Batu Bolong.
  1. Pertunjukan pembuka: dibuka dengan nyala api yang berkobar didepan tugu monas.
  2. Pertunjukan setelah acara pembuka: muncul 200 penari yang berlenggak lenggok di atas panggung.
  3. Pertunjukan puncak: Nuansa keceriaan permainan anak-anak wak wak gung disusul suasana romantis Juki dan Ariah
  4. Penutup: menggambarkan suasana tragis dengan menggunakan irama yang menyayat, cahaya lampu berangsur meredup
pola pengelompokan
isi
Mengelompokkan bagian-bagian
(pantai, bawah laut, pura batu bolong)
Teks gebyar pementasan tari kolosal ariah menjelaskan pertunjukan pembuka, adegan puncak, pertunjukan penutup

Diskusikan dengan teman sebangkumu persamaan teks 1 dan teks 2!

Hal Teks 1 Teks 2
cara mengembangkan isi Teks pesona pantai senggigi mengembangkan ceritanya secara deskriptif, yaitu dengan menjelaskan dan menggambarkan keindahan-keindahan dari pantai senggigi Teks pesona gebyar pementasan tari kolosal Ariah mengembangkan ceritanya secara deskriptif, yaitu dengan menjelaskan pementasan drama tari musikal kolosal Ariah ini sangat megah dan fantastik dari awal hingga akhir.
isi dapat ditangkap dengan penggunaan
panca indera
Teks pesona pantai senggigi dapat ditangkap dengan menggunakan paca indera misalnya seolah olah dapat :

  1. Dilihat : Keindahan semburat merah sang mentari menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan.
  2. Didengar : Ombak yang tenang di pantai ini membuat rasa tenteram semakin lengkap.
  3. Dirasakan : Angin lembut terasa mengelus kulit
Teks gebyar pementasan tari kolosal Ariah dapat ditangkap dengan menggunakan paca indera misalnya seolah dapat :

  1. Dilihat : Pertunjukan dibuka dengan nyala api yang berkobar di depan tugu Monas.
  2. Didengar : Erwin Gutawa mengaransemen lagu-lagu Betawi dengan syahdu. Musik menggetarkan suasana.
  3. Dapat dirasakan : Beragam suasana hati semakin dirasakan penonton
pola pengelompokan
isi
Mengelompokkan bagian-bagian
(pantai, bawah laut, pura batu bolong)
Mengelompokkan bagian-bagian (pembuka, puncak, penutup)

Ciri Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan sebagai pemakaian kata-kata dalam ragam bahasa yang serasi dan selaras dengan sasaran atau tujuannya dan yang terlebih penting lagi adalah mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar.  Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada suatu kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal, penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi pilihan atau prioritas utama dalam berbahasa.

Pada teks deskripsi menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan teks deskripasi. Beberapa ragam bahasa dalam teks deskripsi antara lain kata umum dan kata khusus, kalimat berisi penjelasan mengkonkretkan dan juga penggunaan majas. Berikut ini beberapa ciri penggunaan teks deskripsi.

A. Kata Umum dan Kata Khusus
Kata umum adalah kata – kata yang memiliki makna dan cakupan pemakaian yang lebih luas. Kata – kata yang termasuk dalam kata umum disebut dengan hipernim. Sedangkan, kata khusus adalah kata – kata yang ruang lingkup dan cakupan maknanya lebih sempit, atau disebut juga dengan hiponim. Teks deskripsi menggunakan sinonim kata yang bermakna khusus (legam, biru toska, putih jernih, molek, permai). Carilah kata khusus pada teks deskripsi yang dicontohkan di atas dengan mengisi tabel berikut!

No Kata Umum Kata Khusus
1. Baik Tulus, ramah, penuh kasih, menginspirasi
2. Menggerakkan Menepis, menggoyangkan, mengibaskan
3. Bentuk Aliran, bangun, cara, corak, formasi. format, gaya, karakter, kerangka, konstruksi.
4. Indah Cantik, menawan, menakjubkan, bagus, cakap, cantik, elok, kirana, lenteng, menarik, menawan, molek, mulia, permai, rupawan,
5. Melihat Menengok, menyaksikan, melirik, memandang, memelototi, mengamati, dan memperhatikan.
6. Mencintai Menaruh hati, mengasihi, menggemari, menyayangi, menyenangi, menyukai,
7. Pergi Angkat kaki, berangkat, bertolak, kabur, lari, menghindar
8. Membawa Mengangkat, menjinjing, menggendong, mengangkut, menyeret, membopong, memanggul.
teks deskripsi

B. Kalimat Berisi Penjelasan Terperinci untuk Mengonkretkan
Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh dll. Selain itu, kalimat penjelas berarti apabila dihubungkan dengan kalimat-kalimat di dalam paragraf. Kemudian kalimat penjelas sering memerlukan bantuan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung intrakalimat. Daftarlah kalimat perincian yang menjelaskan kalimat lain yang lebih umum! Lakukan seperti contoh.

No Kalimat Kalimat Perincian
1. Ibuku orang yang sangat baik Dia berusaha menolong semua orang. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja.
2. Ayahku orang yang sabar Wajahnya teduh dan selalu tersenyum menghadapi masalah apa pun. Jika melihat anaknya membandel, ayah hanya menggeleng sambil berkata lirih untuk membujuknya.
3. Kelinciku manja Bagas tidur di ujung kakiku. Sebelum kuelus-elus dia akan selalu menggangguku. Kalau waktunya makan dia berputar-putar di depanku sambil mengibas-ngibaskan telinganya yang panjang.
4. Suasana sore di Parangtritis sangat
mengagumkan
Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok.

Daftarlah semua kalimat yang membuat kamu seakan melihat, mendengar, dan merasakan objek yang dideskripsikan. Kata mana yang dihapus

Seakan dapat dilihat Seakan dapat didengar Seakan dapat dirasakan
kulitnya kuning langsat Ibuku orang yang sangat baik rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh
wajahnya teduh dan selalu tersenyum sambil bernyanyi kecil dia mengerjakan tugas kuliahnya namun mata hatinya tetap kuat bagaikan baja
pandangan matanya yang kuat kini sudah mulai sayu termakan usia dia ramah dan tutur katanya lembut Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam
cocok sekali dengan namanya yang berarti bulan bersinar mulutnya berkomat-kamit seperi orang sedang berdoa wajahnya teduh dan selalu tersenyum

C. Mengidentifikasi Majas
Majas adalah suatu gaya bahasa yang berbentuk kiasan/perumpamaan yang digunakan untuk memperindah suatu kalimat baik itu lisan atau pun tertulis dengan memanfaatkan kekayaan bahasa untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi penyimak dan pembicaranya. Teks deskripsi menggunakan majas perbandingan untuk menggambarkan/ melukiskan objek. Daftarlah majas pada semua teks deskripsi di atas!

No. Teks Majas
1. 1 batu karang besar siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat.
2. 2 Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam.
3. 3 Mukanya selalu bersinar seperti bulan
Mukanya bulat dengan alis tipis seperti semut beriring.
Namun mata hatinya tetap kuat bagaikan baja
4. 4 Telinganya panjang dan melambai-lambai kalau dia berlari.

Menentukan Ciri Isi Bahasa dan Tujuan Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah teks yang berisi tanggapan deskriptif dan personal terhadap objek. Teks deskripsi memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci dari sudut pandang subjektif penulisnya. Hal-hal yang dideskripsikan dipilih dari sudut pandang penulis sendiri. Teks deskripsi disebut juga teks tanggapan deskriptif.

Teks deskripsi dapat ditemukan di buku yang berisi informasi perjalanan, dalam film atau cerpen, majalah perjalanan, dan program televisi tentang jalan-jalan. Berikut ini salah satu contoh teks deskripsi.

Parangtritis nan Indah (Teks 1)
Salah satu andalan wisata Kota Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis. Tepatnya Pantai Parangtritis berada di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini terletak sekitar 27 km arah selatan Yokyakarta.

Pemandangan Pantai Parangtritis sangat memesona. Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok.

pantai parangtritis

Kemolekan pantai serasa sempurna di sore hari. Di sore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan saat sangat istimewa. Lukisan alam yang sungguh memesona. Semburat warna merah keemasan di langit dengan kemilau air pantai yang tertimpa matahari sore menjadi pemandangan yang memukau. Rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh. Seakan tersihir kita menyaksikan secara perlahan matahari seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut.

Ayah, Panutanku (Teks 2)
Ayahku bernama Abu Salman. Ayah berpostur sedang, berumur sekitar 54 tahun. Rambutnya putih beruban. Di dagunya terdapat bekas cukur jenggot putih di dagunya. Kulit ayahku kuning langsat. Wajah ayah tipikal Batak dengan rahang yang kuat dan hidung mancung tapi agak besar. Matanya hitam tajam dengan alis tebal. Sepintas ayahku seperti orang India.

Meskipun kelihatannya mengerikan, ayahku orang yang sabar. Wajahnya teduh dan selalu tersenyum menghadapi masalah apa pun. Ya, ayahku adalah orang yang paling sabar yang pernah aku kenal. Tidak pernah terlihat marah-marah atau membentak. Beliau selalu menunjukkan perasaanya lewat gerakan bermakna di wajahnya. Jika melihat anaknya membandel, ayah hanya menggeleng sambil berkata lirih untuk membujuknya.

Tidak seperti orang Batak yang logatnya agak keras, ayahku sangat pendiam. Beliau yang irit kata, lebih suka memberi contoh langsung kepada anaknya tanpa perlu menggurui. Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam. Beliau adalah teladan bagi anak-anaknya.

Ibu, Inspirasiku (teks 3)
Ibuku bernama Wulandari. Mukanya selalu bersinar seperti bulan. Cocok sekali dengan namanya yang berarti bulan bersinar. Mukanya bulat dengan alis tipis seperti semut beriring. Kulit ibuku sawo matang, khas wanita Jawa. Beliau tidaklah tinggi, tidak pula pendek. Rambutnya hitam bergelombang. Sampai usia 56 tahun kulihat rambutnya masih legam tanpa semir. Pandangan matanya yang kuat kini sudah mulai sayu termakan usia. Namun mata hatinya tetap kuat bagaikan baja.

Ibu adalah wanita yang sangat baik. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja. Dia sangat suka membantu orang lain, terutama yang sedang dalam kesusahan. Profesinya sebagai guru semakin mengokohkan prinsipnya untuk selalu mengajarkan kebaikan kepada sesama.

Meskipun sudah berumur, ibuku masih menuntut ilmu. Ibuku melanjutkan ke jenjang S-2. Padahal harusnya dia sudah tidak disibukkan oleh tugas kuliah. Tetapi, sepertinya ibuku sangat menikmati sekolahnya. Sambil bernyanyi kecil dia mengerjakan tugas kuliahnya. Belajar terus sepanjang hayat, itulah semboyannya.

Si Bagas, Kelinciku (teks 4)
Kelinciku bernama Bagas. Kunamakan Bagas karena saya berharap kelinci kesayanganku itu selalu sehat dan bugar. Bagas memiliki bulu yang lebat dan putih bersih. Matanya cokelat seperti madu. Matanya jernih menyejukkan untuk dipandang. Bibir mungilnya yang merah muda sungguh menggemaskan. Telinganya panjang dan melambai-lambai kalau dia berlari.

Bagas sangatlah manja. Hampir tiap malam, Bagas tidur di ujung kakiku. Sebelum kuelus-elus dia akan selalu menggangguku. Kalau waktunya makan dia berputar-putar di depanku sambil mengibas-ngibaskan telinganya yang panjang. Mulutnya berkomat-kamit seperi orang sedang berdoa. Kemanjaannya membuat aku selalu rindu.

Bagas memiliki perilaku unik. Kalau marah, Bagas melakukan atraksi yang menarik. Dia menggunakan kaki belakangnya dan melompat dalam jangkauan yang begitu jauh. Buk! Sering terdengar dia menjatuhkan diri. Kadang dia melompat sampai sejauh tiga meter. Kalau tidak dipedulikan, kakinya dientak-entakkan seperti anak kecil yang merajuk minta dibelikan mainan. Dengan menggunakan kaki belakangnya pula, dia berdiri sangat tinggi seperti sedang menunjukkan bahwa dia bisa menarik perhatian kita.

A. Ciri Objek.
Objek yang dibicarakan pada teks deskripsi bersifat khusus (objek tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek lain). Objek yang dideskripsikan bersifat pendapat personal. Ciri ini tergambar pada judul berisi objek pada konteks tertentu (Si Bagas Kucingku, Ibuku Kebanggaanku). Hal yang dibicarakan khusus kucing bernama Bagas yang kemungkinan memiliki sifat berbeda dengan kucing-kucing yang lain. Demikian juga Ibu yang dideskripsikan memiliki tanggapan khusus sesuai dengan pendapat penulis tentang ibu yang bisa jadi berbeda dengan ibu pada umumnya)

Teks Objek/Hal yang Dideskripsikan
Teks 1 Pantai Parangtritis
Teks 2 Ayah
Teks 3 Ibu
Teks 4 Kelinci

B. Ciri Tujuan
Tujuan teks deskripsi menggambarkan objek dengan cara memerinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis Teks deskripsi bertujuan menggambarkan/ melukiskan secara rinci dan penggambaran sekonkret mungkin suatu objek/ suasana/ perasaan sehingga pembaca seakan-akan melihat, mendengar, mengalami apa yang dideskripsikan.

Teks Tujuan
Teks 1 Menggambarkan keindahan Pantai Parangtritis
Teks 2 Menggambarkan bentuk fisik sang Ayah, Abu Salman
Teks 3 Menggambarkan bentuk fisik Ibu Wulandari
Teks 4 Menggambarkan bentuk fisik dan perilaku si Kelinci

C. Ciri Isi
Isi teks deskripsi diperinci menjadi perincian bagian-bagian objek. Isi teks deskripsi menggambarkan secara konkret (menggambarkan wisata yang indah akan dikonkretkan indahnya seperti apa, menggambarkan ibu yang baik akan dikonkretkan baiknya seperti apa).Isi teks deskripsi memerinci/ mengonkretkan objek seperti pada tabel di bawah ini.

Tujuan Teks Rincian Perasaan terhadap objek
menggambarkan keindahan Pantai Parangtritis keindahan fisik pantai, keindahan sore hari (sunset), suasana kegiatan orang di pantai Bangga dengan keindahan Pantai Parangtritis
ayah ciri fisik, sifat sabar ayahku, memberi teladan kekaguman dan kebanggaan
ibu ciri fisik, kebaikan sosial, semangat belajar ibuku kebanggaan
kelinci ciri fisik, perilaku, kebiasaan sayang

Dengan demikian, teks deskripsi banyak menggunakan kata khusus (warna dikhususkan pada kata hijau, biru toska, oranye) Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat (ombak menggempur, kemolekan pantai, ibuku yang tangguh).

D. Ciri Penggunaan Bahasa
Ciri Teks Deskripsi dari segi Penggunaan Bahasa

  1. Menggunakan kata-kata khusus untuk mengkonkretkan ( warna dirinci merah, kuning, hijau)
  2. Menggunakan kalimat rincian untuk mengongkretkan (Ibuku orang yang sangat baik. Dia berusaha menolong semua orang. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja.
  3. Menggunakan kata sinonim dengan emosi kuat (indah diungkapkan dengan sinonim yang lebih memiliki emosi kuat yaitu elok, permai, molek, mengagumkan, memukau, menakjubkan)
  4. Menggunakan majas untuk melukiskan secara konkret (pasir pantai lembut seperti bedak bayi, hamparan laut biru toska seperti permadani indah yang terbentang luas, angin pantai dengan lembut mengelus wajah kita)
  5. Menggunakan kalimat rincian (Terumbu karang berwarna-warni. Ada terumbu karang oranye, abu-abu, hijau muda)
  6. Menggunakan bahasa sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dideskripsikan
  7. Teks deskripsi yang memunculkan kata ganti orang (Kucingku, Ibuku, memasuki wisata ini Anda akan disambut)

Perkembangan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin

Seiring dengan perubahan politik menuju demokrasi terpimpin maka ekonomipun mengikuti ekonomi terpimpin. Sehingga ekonomi terpimpin merupakan bagian dari demokrasi terpimpin. Dimana semua aktivitas ekonomi disentralisasikan di pusat pemerintahan sementara daerah merupakan kepanjangan dari pusat. Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia, yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya saja.

1. Pembentukan Badan Perencana Pembangunan Nasional
Untuk melaksanakan pembangunan ekonomi di bawah Kabinet Karya maka dibentuklah Dewan Perancang Nasional (Depernas) pada tanggal 15 Agustus 1959 dipimpin oleh Moh. Yamin dengan anggota berjumlah 50 orang.mTugas Depernas antara lain :

  • Mempersiapkan rancangan Undang-undang Pembangunan Nasional yang berencana
  • Menilai Penyelenggaraan Pembangunan

Hasil yang dicapai, dalam waktu 1 tahun Depenas berhasil menyusun Rancangan Dasar Undang-undang Pembangunan Nasional Sementara Berencana tahapan tahun 1961-1969 yang disetujui oleh MPRS melalui Tap MPRS No. I/MPRS/1960 tanggal 26 Juli 1960 dan diresmikan pelaksanaanya oleh Presiden Soekarno pada tanggal 1 Januari 1961

Mengenai masalah pembangunan terutama mengenai perencanaan dan pembangunan proyek besar dalam bidang industri dan prasarana tidak dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. 1963 Dewan Perancang Nasional (Depernas) diganti dengan nama Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin oleh Presiden Sukarno.

2. Pemotongan Nilai Uang
Kebijakan sanering yang dilakukan pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 2/1959 yang berlaku tanggal 25 Agustus 1959 pukul 06.00 pagi. Tujuan dilakukan sanering adalah :

  • Untuk membendung inflasi yang tetap tinggi
  • Untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat
  • Meningkatkan nilai rupiah sehingga rakyat kecil tidak dirugikan.

Pemerintah mengumumkan keputusannya mengenai pemotongan nilai uang, yaitu sebagai berikut.

  • Uang kertas pecahan bernilai Rp. 500 menjadi Rp. 50
  • Uang kertas pecahan bernilai Rp. 1.000 menjadi Rp. 100
  • Pembekuan semua simpanan di bank yang melebihi Rp. 25.000

Tetapi usaha pemerintah tersebut tetap tidak mampu mengatasi kemerosotan ekonomi yang semakin jauh, terutama perbaikan dalam bidang moneter. Para pengusaha daerah di seluruh Indonesia tidak mematuhi sepenuhnya ketentuan keuangan tersebut. Pada masa pemotongan nilai uang memang berdampak pada harga barang menjadi murah tetapi tetap saja tidak dapat dibeli oleh rakyat karena mereka tidak memiliki uang. Hal ini disebabkan karena :

  • Penghasilan negara berkurang karena adanya gangguan keamanan akibat pergolakan daerah yang menyebabkan ekspor menurun.
  • Pengambilalihan perusahaan Belanda pada tahun 1958 yang tidak diimbangi oleh tenaga kerja manajemen yang cakap dan berpengalaman.
  • Pengeluaran biaya untuk penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962, RI sedang mengeluarkan kekuatan untuk membebaskan Irian Barat.

Kebijakan keuangan kemudian diakhiri dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 6/1959 yang isi pokoknya ialah ketentuan bahwa bagian uang lembaran Rp1000 dan Rp500 yang masih berlaku harus ditukar dengan uang kertas bank baru yang bernilai Rp100 dan Rp50 sebelum tanggal 1 Januari 1960.

3. Konsep Djuanda
Setelah keamanan nasional berhasil dipulihkan, kasus DI Jawa Barat dan pembebasan Irian Barat, pemerintah mulai memikirkan penderitaan rakyatnya dengan melakukan rehabilitasi ekonomi. Konsep rehabilitasi ekonomi disusun oleh tim yang dipimpin oleh Menteri Pertama Ir Djuanda dan hasilnya dikenal dengan sebutan Konsep Djuanda. Namun konsep ini mati sebelum lahir karena mendapat kritikan yang tajam dari PKI karena dianggap bekerja sama dengan negara revisionis, Amerika Serikat dan Yugoslavia.

4. Deklrasai Ekonomi
Deklarasi Ekonomi (Dekon) adalah Deklarasi yang disampaikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 28 Maret 1963 di Jakarta, untuk menciptakan ekonomi nasional yang bersifat demokratis dan bebas dari imperialism dan system ekonomi berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Deklarasi Ekonomi (Dekon) sebagai strategi dasar ekonomi Indonesia dalam rangka pelaksanaan Ekonomi Terpimpin.

Strategi Ekonomi Terpimpin dalam Dekon terdiri dari beberapa tahap; Tahapan pertama, harus menciptakan suasana ekonomi yang bersifat nasional demokratis yang bersih dari sisa-sisa imperialisme dan kolonialisme. Tahapan ini merupakan persiapan menuju tahapan kedua yaitu tahap ekonomi sosialis. Beberapa peraturannya merupakan upaya mewujudkan stabilitas ekonomi nasional dengan menarik modal luar negeri serta merasionalkan ongkos produksi dan menghentikan subsidi.

Peraturan pelaksanaan Dekon tidak terlepas dari campur tangan politik yang memberi tafsir sendiri terhadap Dekon. PKI termasuk partai yang menolak melaksanakan Dekon, padahal Aidit terlibat di dalam penyusunannya, selama yang melaksanakannya bukan orang PKI. Empat belas peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan dihantam habis-habisan oleh PKI. Djuanda dituduh PKI telah menyerah kepada kaum imperialis. Presiden Soekarno akhirnya menunda pelaksanaan peraturan pemerintah tersebut pada bulan September 1963 dengan alasan sedang berkonsentrasi pada konfrontasi dengan Malaysia.

Kementrian PPN

5. Kenaikan Laju Inflasi
Kondisi ekonomi semakin memburuk karena anggaran belanja negara setiap tahunnya terus meningkat tanpa diimbangi dengan pendapatan negara yang memadai. Walaupun cadangan devisa menipis, Presiden Soekarno tetap pada pendiriannya untuk menghimpun dana revolusi, karena dana ini digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang bersifat prestise politik atau mercusuar, dengan mengorbankan ekonomi dalam negeri. Latar Belakang meningkatnya laju inflasi :

  • Penghasilan negara berupa devisa dan penghasilan lainnya mengalami kemerosotan.
  • Nilai mata uang rupiah mengalami kemerosotan
  • Anggaran belanja mengalami defisit yang semakin besar.
  • Pinjaman luar negeri tidak mampu mengatasi masalah yang ada
  • Upaya likuidasi semua sektor pemerintah maupun swasta guna penghematan dan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran belanja tidak berhasil.
  • Penertiban administrasi dan manajemen perusahaan guna mencapai keseimbangan keuangan tak memberikan banyak pengaruh
  • Penyaluran kredit baru pada usaha-usaha yang dianggap penting bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan mengalami kegagalan.

Kegagalan-kegagalan tersebut disebabkan karena:

  • Pemerintah tidak mempunyai kemauan politik untuk menahan diri dalam melakukan pengeluaran.
  • Pemerintah menyelenggarakan proyek-proyek mercusuar seperti GANEFO (Games of the New Emerging Forces ) dan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang memaksa pemerintah untuk memperbesar pengeluarannya pada setiap tahunnya.

Dampaknya :

  • Inflasi semakin bertambah tinggi
  • Harga-harga semakin bertambah tinggi, kenaikan barang mencapai 200-300% pada tahun 1965
  • Kehidupan masyarakat semakin terjepit
  • Indonesia pada tahun 1961 secara terus menerus harus membiayai kekurangan neraca pembayaran dari cadangan emas dan devisa
  • Ekspor semakin buruk dan pembatasan Impor karena lemahnya devisa.
  • Tahun 1965, cadangan emas dan devisa telah habis bahkan menunjukkan saldo
  • negatif sebesar US$ 3 juta sebagai dampak politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara barat.

Kebijakan Pemerintah :

  • Keadaan defisit negara yang semakin meningkat ini diakhiri pemerintah dengan pencetakan uang baru tanpa perhitungan matang. Sehingga menambah berat angka inflasi.
  • Pada tanggal 13 Desember 1965 pemerintah mengambil langkah devaluasi dengan menjadikan uang senilai Rp. 1000 menjadi Rp. 1

Dampaknya dari kebijakan pemerintah tersebut :

  • Uang rupiah baru yang seharusnya bernilai 1000 kali lipat uang rupiah lama akan tetapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai sekitar 10 kali lipat lebih tinggi dari uang rupiah baru.
  • Tindakan moneter pemerintah untuk menekan angka inflasi malahan menyebabkan meningkatnya angka inflasi.

Tindakan penggantian uang lama dengan uang baru diikuti dengan pengumuman kenaikan harga bahan bakar yang mengakibatkan reaksi penolakan masyarakat. Hal inilah yang kemudian menyebabkan mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan menyuarakan aksiaksi Tri Tuntutan Rakyat (Tritura).

Konfrontasi Terhadap Malaysia

Konfrontasi Indonesia-Malaysia adalah sebuah perang mengenai masa depan Malaya, Brunei, Sabah dan Sarawak yang terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962 hingga 1966. Masalah Malaysia berawal dari munculnya keinginan Tengku Abdul Rahman dari persekutuan Tanah Melayu dan Lee Kuan Yu dari Republik Singapura untuk menyatukan kedua negara tersebut menjadi Federasi Malaysia. Rencana pembentukan Federasi Malaysia mendapat tentangan dari Filipina dan Indonesia. Filipina menentang karena memiliki keinginan atas wilayah Sabah di Kalimantan Utara. Filipina menganggap bahwa wilayah Sabah secara historis adalah milik Sultan Sulu.

Pemerintah Indonesia pada saat itu menentang karena menurut Presiden Soekarno pembentukan Federasi Malaysia merupakan sebagian dari rencana Inggris untuk mengamankan kekuasaanya di Asia Tenggara. Pembentukan Federasi Malaysia dianggap sebagai proyek Neokolonialisme Inggris yang membahayakan revolusi Indonesia. Oleh karena itu, berdirinya negara federasi Malaysia ditentang oleh pemerintah Indonesia.

Untuk meredakan ketegangan di antara tiga negara tersebut kemudian diadakan Konferensi Maphilindo (Malaysia, Philipina dan Indonesia) di Filipina pada tanggal 31 Juli-5 Agustus 1963. Hasil-hasil pertemuan puncak ketiga kepala pemerintahan berusaha mengadakan penyelesaian secara damai dan sebaik-baiknya mengenai rencana pembentukan Federasi Malaysia yang menjadi sumber sengketa. Konferensi Maphilindo menghasilkan tiga dokumen penting, yaitu Deklarasi Manila, Persetujuan Manila dan Komunike Bersama. Inti pokok dari tiga dokumen tersebut adalah Indonesia dan Filipina menyambut baik pembentukan Federasi Malaysia jika rakyat Kalimantan Utara menyetujui hal itu.

Ketiga kepala pemerintahan setuju untuk meminta Sekjen PBB untuk melakukan pendekatan terhadap persoalan ini. Kemudian ketiga kepala pemerintahan tersebut meminta Sekjen PBB membetuk tim penyelidik. Menindaklanjuti permohonan ketiga pimpinan pemerintahan tersebut, Sekretaris Jenderal. PBB membetuk tim penyelidik yang dipimpin oleh Lawrence Michelmore. Tim tersebut memulai tugasnya di Malaysia pada tanggal 14 September 1963.

Namun sebelum misi PBB menyelesaikan tugasnya dan melaporkan hasil kerjanya, Federasi Malaysia diproklamasikan pada tanggal 16 September 1963. Pemerintah RI menganggap proklamasi tersebut sebagai pelecehan atas martabat PBB dan pelangggaran Komunike Bersama Manila, yang secara jelas menyatakan bahwa penyelidikan kehendak rakyat Sabah dan Serawak harus terlebih dahulu dilaksanakan sebelum Federasi Malaysia diproklamasikan.

Presiden Soekarno tidak dapat menerima tindakan yang dilakukan oleh PM Tengku Abdul Rahman. Aksi-aksi demonstrasi menentang terjadi di Jakarta yang dibalas pula dengan aksi-aksi demontrasi besar terhadap kedutaan RI di Kuala Lumpur, sehingga pada tanggal 17 September 1963, hubungan diplomatik Indonesia Malaysia diputuskan. Pemerintah RI pada tanggal 21 September memutuskan pula hubungan ekonomi dengan Malaya, Singapura, Serawak dan Sabah. Pada akhir tahun 1963 pemerintah RI menyatakan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Kalimantan Utara dalam melawan Neokolonilisme Inggris.

Pemerintah Amerika Serikat, Jepang dan Thailand berusaha melakukan mediasi menyelesaikan masalah ini. Namun masalah pokok yang menyebabkan sengketa dan memburuknya hubungan ketiga negara tersebut tetap tidak terpecahkan, karena PM Federasi Malaysia, Tengku Abdul Rahman tidak menghadiri forum pertemuan tiga negara.

Upaya lainnya adalah melakukan pertemuan menteri-menteri luar negeri Indonesia, Malaysia dan Filipina di Bangkok. Namun pertemuan Bangkok yang dilakukan sampai dua kali tidak menghasilkan satu keputusan yang positif.

Ditengah kemacetan diplomasi itu pada 3 Mei 1964 Presiden Soekarno mengucapkan Dwi Komando Rakyat (Dwi Kora) di hadapan apel besar sukarelawan. Komando Siaga dengan Marsekal Madya Oemar Dani sebagai Panglimanya. Komando ini berisi dua hal:

  1. Perhebat ketahanan revolusi Indonesia.
  2. Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sabah, Serawak, dan Brunei. .
dwikora

Lahirnya Dwikora tidak lepas dari peranan PKI dalam pemerintahan, yang pengaruhnya membelokkan politik bebas aktif masuk ke arah pengaruh RRC, yang memunculkan apa yang disebut Poros Jakarta-Beijing.

Walaupun pemerintah Indonesia telah memutuskan melakukan konfrontasi secara total, namun upaya penyelesaian diplomasi terus dilakukan. Presiden RI menghadiri pertemuan puncak di Tokyo pada tanggal 20 Juni 1964.

Ditengah berlangsungnya Konfrontasi Malaysia dicalonkan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Kondisi ini mendorong pemerintah Indonesia mengambil sikap menolak pencalonan Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Sikap Indonesia ini langsung disampaikan Presiden Soekarno pada pidatonya tanggal 31 Desember 1964.

Keluarnya Indonesia dari PBB adalah karena masuknya Malaysia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Ketika tanggal 7 Januari 1965 Malaysia dinyatakan diterima sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, dengan spontan Presiden Sokearno menyatakan “Indonesia keluar dari PBB”.

Walaupun Indonesia sudah keluar dari PBB, sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh pemerintah Indonesia terkait sengketa Indonesia Malaysia dan perombakan PBB tetap tidak tercapai. Karena dengan keluarnya Indonesai dari PBB, Indonesia kehilangan satu forum yang dapat digunakan untuk mencapai penyelesaian persengketaan dengan Malaysia secara damai.

Pada akhir 1965 Jendral Soeharto yang saat itu memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S/PKI. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda. Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.

Usaha Pembebasan Irian Barat

Papua atau Irian jaya merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Pulau tersebut menjadi sengketa antara Indonesia dan Belanda. Salah satu isu politik luar negeri yang terus menjadi pekerjaan rumah kabinet RI adalah masalah Irian Barat. Wilayah ini telah menjadi bagian RI yang diproklamasikan sejak 17 Agustus 1945. Akan tetapi dalam perundingan KMB tahun 1950 masalah penyerahan Irian Barat ditangguhkan satu tahun. Namun setelah pengakuan kedaulatan, Belanda tidak juga menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut Pemerintah RI pertarna mengambil langkah diplomasi melalui perundingan. Perundingan dengan pemerintah Belanda terjadi pertama kali pada masa kabinet Natsir tahun 1950 tetapi gagal, bahkan pada tahun 1952 secara sepihak Belanda memasukkan Irian Barat dalam wilayah  kerajaan Belanda.

Upaya diplomasi internasional dilanjutkan oleh kabinet Sastroamijoyo dengan membawa masalah Irian Barat ke forum PBB, tapi tidak membawa hasil. Selanjutnya pada masa kabinet Burhanuddin, Belanda menanggapi bahwa masalah Irian Barat merupakan masalah antara Indonesia – Belanda dan mengajukan usul yang berisi tentang penempatan Irian Barat di bawah Uni Indonesia – Belanda. Namun upaya penyelesaian secara bilateral ini telah mengalami kegagalan dan pemerintah kita mengajukan permasalahan ini ke Sidang Majelis Umum PBB. Namun upaya-upaya diplomasi yang dilakukan di forum PBB terus mengalami kegagalan.

Disamping membawa masalah Irian Barat ke forum PBB Indonesia juga melakukan pendekatan dengan negara-negara Asia Afrika dan ini membawa hasil yang positif. Dalam Konferensi Pancanegara II di Bogor lima negara peserta sepakat mendukung Indonesia dalam mengembalikan Irian Barat ke dalam wilayah Indonesia. Dalam KAA para peserta mengakui bahwa wilayah Irian Barat merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena jalan damai yang telah ditempuh selama satu dasa warsa tidak berhasil mengembalikan Irian Barat, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menempuh jalan lain. Hal ini disebabkan karena Belanda tidak pernah Menunjukkan itikad baik dalam menyelesakan masalah Irian Barat maka pemerintah RI mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Hubungan Indonesia – Belanda diubah dari united status menjadi hubungan biasa.
  2. Pada tanggal 3 Mei 1956 melakukan pembatalan hasil-hasil KMBPada tanggal 17 Agustus 1956 membentuk Provinsi Irian Barat yang berkedudukan di Saosiu dan menunjuk Sultan Tidore, Zaenal Abidin Syah sebagai gubernurnya.
  3.  Pada tanggal 18 November 1957 diadakan rapat umum penbebasan Irian Barat.
  4.  Pada tanggal 5 Desember 1957 melarang semua film yang berbahasa Belanda, kapal terbang Belanda juga dilarang mendarat dan terbang di wilayah RI.
  5. Pada tanggal 5 Desember 1958 melakukan penghentian semua kegiatan konsuler Belanda di Indonesia.
  6.  Dengan Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 1958 dilakukan pengambilalihan modal Belanda di Indonesia.
  7. Pada tanggal 19 Februari 1958 dibentuk Front Nasional Pembebasan Irian Barat
  8. Pada tanggal 17 Agustus 1960 memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda
  9. KSAD, Nasution, mengambil alih semua perusahaan milik Belanda dan menyerahkannya kepada pemerintah

Pemerintah Belanda meningkatkan kekuatan militernya dengan mengirimkan Kapal Induk Karel Doorman ke Irian Barat. Pada sidang majelis umum PBB tahun 1961 kembali dibicarakan masalah Irian Barat kepada Indonesia dengan perantara PBB. Pemerintah Indonesia menyetujui usul tersebut dengan syarat waktunya dipercepat. Sedangkan Belanda menyatakan akan melepaskan Irian Barat untuk dilanjutkan di Dewan Perwakilan PBB kemudian membentuk Negara Papua. Pemerintah berkesimpulan Belanda tidak ingin menyerahkan Irian Barat pada Indonesia, sehingga tidak ada jalan lain dan harus diselesaikan dengan kekerasan senjata.

Dalam rangka perjuangan pembebasan Irian Barat pada tanggal 19 Desember 1961 Presiden Soekarno daIam pidatonya dalam rapat raksasa di  Jogjakarta menyampaikan suatu komando dalam rangka perjuangan pembebasan Irian Barat yang dikenal dengan Tri Komando Rakyat (Trikora) yang isinya sebagai berikut :

  1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Kolonial Belanda
  2. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat  tanah air Indonesia
  3. Bersiap-siap untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan  dan kesatuan tanah air In­donesia

Dengan dideklarasikannya Trikora mulailah konfrontasi total terhadap Belanda di Papua. Realisasi pertama dari Trikora adalah pembentukan Komando Operasi yang diberi nama Komando Mandala pembebasan Irian Barat pada tanggal 2 Januari 1962 dan Mayjend. Soeharto ditunjuk sebagai komandannya dengan tugas antara lain sebagai berikut :

  1. Merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan Operasi Militer guna mengembalikan wilayah Irian Barat ke dalam kesatuan RI. Operasi militer itu dinamakan Operasi Jaya Wijaya.
  2. Eksploitasi, dimulai awal tahun 1963 dengan mengadakan serangan terbuka guna menguasai pos-pos musuh yang penting.
  3. Konsolidasi, dilakukan pada tahun 1964 dengan mendudukkan kekuasaan RI secara mutlak di Iran Barat.

Pemerintah Belanda pada mulanya menganggap enteng kekuatan militer di bawah Komando Mandala. Belanda menganggap bahwa pasukan Indonesia tidak akan mampu melakukan infiltrasi ke wilayah Irian. Pada tanggal 15 Januari 1962 terjadi pertempuran di laut Arafuru antara angkatan laut RI melawan kapal perusak dan Fregat Belanda. Dalam pertempuran tersebut Komando Yos Sudarso dan Kapten Wiranto gugur. Mereka turut tenggelam bersama kapal RI Macan Tutul.

yos sudarso

Namun ketika operasi infiltrasi Indonesia berhasil merebut dan menduduki kota Teminabuan, Belanda terpaksa bersedia kembali untuk duduk berunding guna menyelesaikan sengketa Irian. Tindakan Indonesia membuat para pendukung Belanda di PBB menyadari bahwa tuntutan pimpinan Indonesai bukan suatu yang main-main. Pada tanggal 19 Agustus 1962 telah tercapai persetujuan antara Indonesia dengan Belanda mengenai Irian Barat di markas besar PBB di kota New York dengan pokok-pokok kesepakatan, antara lain sebagai berikut:

  1. Akan dibentuk Pemerintah PBB Irian Barat dengan nama UNTEA (United Nations Temporaty Ex­ecutive Authority) selambat-lambatnya 1 Oktober  1962 tiba di Irian Barat.
  2. UNTEA memakai tenaga Indonesia
  3. Pasukan RI yang berada di Irian Barat tetap berada di sana, di wilayah Komando PBB
  4. Tentara Belanda secara berangsur-angsur dikembalikan
  5. Antara Irian Barat dan daerah Indonesia lainnya berlaku lalu lintas bebas
  6. Pada tanggat 31 Desember 1962 bendera RI berkibar di samping bendera PBB
  7. Selambat-lambatnya 1 Mei 1963 Rl secara resmi menerima pemerintahan  Irian  Barat
  8. RI berkewajiban melakukan Pepera (Penentuan Pendapatan Rakyat)

Untuk menjamin keamanan di Irian Barat. PBB membentuk pasukan keamanan dengan nama United Nations Security Forces (UNSF) di bawah komando Brigjend Said Udin Khan dari Pakistan. Penyerahan kekuasaan Irian Barat dari PBB kepada pemerintah Indonesia dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 1963 di Kota Baru. Dan pada hari yang sama, di Makasar (Ujung Pandang) dilaksanakan upacara pembubaran Komando Mandala.

Pepera merupakan salah satu ketentuan persetujuaan mengenai penyeraha­n kekuasaan pemerintahan atas Irian Barat oleh Belanda kepada Indonesia. Pepera diselenggaraka­n melalui tiga tahap, antara lain sebagai berikut :

  1. Tahap pertama, dimulai pada tanggal 24 Maret 1969, yaitu mengadakan konsultasi denga Dewan Kabupaten di Jayapura mengenai tata Cara penyelenggaraan Pepera
  2. Tahap kedua, berupa pemilihan anggota dewan musyawarah Pepera yang berakhir pada bulan Juni 1969.
  3. Tahap ketiga, adalah pelaksanaan Pepera pada tanggal 4 Juli 1969  berakhir pada tanggal Agustus 1969.

Pelaksanaan pepera disaksikan oleh utusan sekretaris Jenderal Duta Besar Ortis Zans melalui pepera ternyata rakyat Irian Barat secara bulat tetap menyatakan bagian dari negara RI. Hasil pepera dibawa oleh Duta Besar Orti Zans untuk dilaporkan Umum PBB. Sidang Umum PBB ke-24 menerima hasil Pepera yang telah dilakukan Indonesia karena sudah sesuai dengan isi perjanjian New York. Sejak saat itulah Indonesia secara de Jure dan de Facto memperoleh kembali Irian Barat sebagai bagian dari NKRI. Untuk mengenang perjuangan merebut Irian Barat pada tanggal 21 Desember 1995 Presiden Soeharto meresmikan Monumen Mandala di Makassar.

Peta Kekuatan Politik Masa Demokrasi Terpimpin

Kekuatan politik pada masa demokrasi terpimpin terpusat di tangan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno memegang seluruh kekuasaan negara dengan TNI AD dan PKI di sampingnya. TNI, yang sejak kabinet Djuanda diberlakukan S.O.B. kemudian pemberontakan PRRI dan Permesta pada tahun 1958, mulai memainkan peranan penting dalam bidang politik. Menguatnya pengaruh TNI AD, membuat Presiden Soekarno berusaha menekan pengaruh TNI AD, terutama Nasution dengan dua taktik, yaitu Soekarno berusaha mendapat dukungan partai-partai politik yang berpusat di Jawa terutama PKI dan merangkul angkatan-angkatan bersenjata lainnya terutama angkatan udara.

Kekuatan politik baru lainnya adalah PKI. PKI sebagai partai yang bangkit kembali pada tahun 1952 . PKI kemudian muncul menjadi kekuatan baru pada pemilihan umum 1955. Dengan menerima Penetapan Presiden No. 7 1959, partai ini mendapat tempat dalam konstelasi politik baru. PKI dapat memperkuat kedudukannya. Sejak saat itu PKI berusaha menyaingi TNI dengan memanfaatkan dukungan yang diberikan oleh Soekarno untuk menekan pengaruh TNI AD. PKI berusaha untuk mendapatkan citra yang positif di depan Presiden Soekarno. PKI menerapkan strategi “menempel” pada Presiden Soekarno.

PKI mampu memanfaatkan ajaran Nasakom yang diciptakan Soekarno sebaik-sebaiknya. Kedudukan PKI semakin kuat dan respektabilitasnya sebagai kekuatan politik sangat meningkat. Berbagai pidato Soekarno dikutip disesuaikan sedemikian rupa sehingga seolah-olah sejalan dengan gagasan dan cita-cita PKI. PKI terus meningkatkan kegiatannya dengan berbagai isu yang memberi citra kepada PKI sebagai partai paling Manipolis dan pendukung Presiden Soekarno yang paling setia.

soekarno

Ketika Presiden Soekarno gagal membentuk kabinet Gotong Royong (Nasakom) pada tahun 1960 karena mendapat tentangan dari kalangan Islam dan TNI AD, PKI mendapat kompensasi tersendiri dengan memperoleh kedudukan dalam MPRS, DPRGR, DPA dan Pengurus Besar Front Nasional serta dalam Musyawarah Pembantu Pimpinan Revolusi (MPPR). Kondisi ini mendorong pimpinan TNI AD berusaha untuk mengimbanginya dengan mengajukan calon-calon lain sehingga menjadi pengontrol terhadap PKI dalam komposisinya. Upaya ini tidak mencapai hasil yang optimal karena Presiden Soekarno tetap memberikan porsi dan posisi kepada anggota PKI.

Ketika TNI AD mensinyalir adanya upaya dari PKI melakukan tindakan pengacauan di Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan, pimpinan TNI AD mengambil tindakan berdasarkan UU Keadaan Bahaya mengambil tindakan terhadap PKI dengan melarang terbitnya Harian Rakyat dan dikeluarkan perintah penangkapan Aidit dan kawan-kawan, namun mereka berhasil lolos. Kegiatan-kegiatan PKI-PKI di daerah juga dibekukan. Namun tindakan TNI AD ini tidak disetujui oleh Presiden Soekarno dan memerintahkan segala keputusan dicabut kembali. Presiden Soekarno melarang Peperda mengambil tindakan politis terhadap PKI.

Pada akhir tahun 1964, PKI disudutkan dengan berita ditemukannya dokumen rahasia milik PKI tentang Resume Program Kegiatan PKI Dewasa ini. Dokumen tersebut menyebutkan bahwa PKI akan melancarkan perebutan kekuasaan. Namun pimpinan PKI, Aidit, menyangkal dengan berbagai cara dan menyebutnya sebagai dokumen palsu.

Namun PKI melakukan tindakan sebaliknya dengan melakukan sikap ofensif dengan melakukan serangan politik terhadap Partai Murba dengan tuduhan telah memecah belah persatuan Nasakom, dan akan mengadakan kudeta serta akan membunuh ajaran dan pribadi Presiden Soekarno. Upaya-upaya PKI ini membawa hasil dengan ditangkapnya tokoh-tokoh Murba, diantaranya Soekarni dan partai Murba dibekukan oleh Presiden Soekarno.

Merasa kedudukannya yang semakin kuat PKI berusaha untuk memperoleh kedudukan dalam kabinet. Berbagai upaya dilakukan PKI mulai dari aksi corat-coret, pidato-pidato dan petisi-petisi yang menyerukan pembentukan kabinet Nasakom. Mereka juga menuntut penggantian pembantu-pembantu Presiden yang tidak mampu merealisasikan Tri Program Pemerintah, serta mendesak supaya segera dibentuk Kabinet Gotong-Royong yang berporoskan Nasakom.

Terhadap TNI AD pun, PKI melakukan berbagai upaya dalam rangka mematahkan pembinaan teritorial yang sudah dilakukan oleh TNI AD. Seperti peristiwa Bandar Betsy (Sumatera Utara), Peristiwa Jengkol. Upaya merongrong ini dilakukan melalui radio, pers, dan poster yang menggambarkan setan desa yang harus dibunuh dan dibasmi. Tujuan politik PKI disini adalah menguasai desa untuk mengepung kota.

Teladan dari Pahlawan Nasional dari Papua :

Beberapa tokoh pahlawan Nasional ada yang berasal dari daerah. Untuk pahlawan dari daerah, kita akan mengambil hikmah para pejuang yang berasal dari wilayah paling timur Indonesia, yaitu Papua. Diantara mereka mungkin kalian ada yang belum mengenalnya, padahal sesungguhnya mereka mempunyai jasa yang sama dalam upaya memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tiga tokoh akan kita bahas di sini, yaitu Frans Kaisiepo, Silas Papare dan Marthen Indey.

Posisi Papua dalam sejarah Indonesia setelah kemerdekaan sebenarnya unik. Papua adalah wilayah di Indonesia yang bahkan setelah RI kembali menjadi negara kesatuan pada tahun 1950 pun, tetap berada dalam kendali Belanda. Khusus persoalan Papua, berdasarkan hasil KMB tahun 1949, sesungguhnya akan dibicarakan kembali oleh pemerintah RI dan Belanda “satu tahun kemudian”. Nyatanya hingga tahun 1962, ketika Indonesia akhirnya memilih jalan perjuangan militer dalam merebut wilayah ini, Belanda tetap berupaya mempertahankan Papua.

Meski demikian, dalam kurun waktu selama itu, bukan berarti rakyat Papua berdiam diri untuk tidak menunjukkan nasionalisme keindonesiaan mereka. Berbagai upaya juga mereka lakukan agar bisa menjadikan Papua sebagai bagian dari negara Republik Indonesia. Muncullah tokoh-tokoh yang memiliki peran besar dalam upaya integrasi tersebut, seperti Frans Kaisiepo, Silas Papare dan Marthen Indey.

pahlawan papua

1. Frans Kaisepo
Frans Kaisiepo (1921-1979) adalah salah seorang tokoh yang mempopulerkan lagu Indonesia Raya di Papua saat menjelang Indonesia merdeka. Ia juga turut berperan dalam pendirian Partai Indonesia Merdeka (PIM) pada tanggal 10 Mei 1946. Pada tahun yang sama, Kaisiepo menjadi anggota delegasi Papua dalam konferensi Malino di Sulawesi Selatan, dimana ia sempat menyebut Papua (Nederlands Nieuw Guinea) dengan nama Irian yang konon diambil dari bahasa Biak dan berarti daerah panas. Namun kata Irian tersebut malah diberinya pengertian lain : “Ikut Republik Indonesia Anti Nederlands.(Kemensos, 2013).

Frans Kaisiepo juga menentang pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) karena NIT tidak memasukkan Papua ke dalamnya. Ia lalu mengusulkan agar Papua dimasukkan ke dalam Keresidenan Sulawesi Utara.

Tahun 1948 Kaisiepo ikut berperan dalam merancang pemberontakan rakyat Biak melawan pemerintah kolonial Belanda. Setahun setelahnya, ia menolak menjadi ketua delegasi Nederlands Nieuw Guinea ke Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag.

Tahun 1961 ia mendirikan partai politik Irian Sebagian Indonesia (ISI) yang menuntut penyatuan Nederlans Nieuw Guinea ke negara Republik Indonesia. Wajar bila ia kemudian banyak membantu para tentara pejuang Trikora saat menyerbu Papua.

Paruh tahun terakhir tahun 1960-an, Kaisiepo berupaya agar Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) bisa dimenangkan oleh masyarakat yang ingin Papua bergabung ke Indonesia. Proses tersebut akhirnya menetapkan Papua menjadi bagian dari negara Republik Indonesia.

2. Silas Papare
Silas Papare (1918-1978) membentuk Komite Indonesia Merdeka (KIM) hanya sekitar sebulan setelah Indonesia merdeka. Tujuan KIM yang dibentuk pada bulan September 1945 ini adalah untuk menghimpun kekuatan dan mengatur gerak langkah perjuangan dalam membela dan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945.

Bulan Desember tahun yang sama, Silas Papare bersama Marthen Indey dianggap mempengaruhi Batalyon Papua bentukan Sekutu untuk memberontak terhadap Belanda. Akibatnya mereka berdua ditangkap Belanda dan dipenjara di Holandia (Jayapura).

Setelah keluar dari penjara, Silas Papare mendirikan Partai Kemerdekaaan Irian. Partai ini kemudian diundang pemerintah RI ke Yogyakarta. Silas Papare yang sudah bebas pergi ke sana dan bersama dengan teman-temannya membentuk Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta. Sepanjang tahun 1950-an ia berusaha keras agar Papua menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Tahun 1962 ia mewakili Irian Barat duduk sebagai anggota delegasi RI dalam Perundingan New York antara Indonesia-Belanda dalam upaya penyelesaian masalah Papua. Berdasarkan “New York Agreement” ini, Belanda akhirnya setuju untuk mengembalikan Papua ke Indonesia.

3. Marthen Indey
Marthen Indey (1912–1986) sebelum Jepang masuk ke Indonesia adalah seorang anggota polisi Hindia Belanda. Keindonesiaan yang ia miliki justru semakin tumbuh tatkala ia kerap berinteraksi dengan tahanan politik Indonesia yang dibuang Belanda ke Papua. Ia bahkan pernah berencana bersama anak buahnya untuk berontak terhadap Belanda di Papua, namun gagal.

Antara tahun 1945-1947, Indey masih menjadi pegawai pemerintah Belanda dengan jabatan sebagai Kepala Distrik. Meski demikian, bersama-sama kaum nasionalis di Papua, secara sembunyi-sembunyi ia malah menyiapkan pemberontakan. Tetapi sekali lagi, pemberontakan ini gagal dilaksanakan.

Sejak tahun 1946 Marthen Indey menjadi Ketua Partai Indonesia Merdeka (PIM). Ia lalu memimpin sebuah aksi protes yang didukung delegasi 12 Kepala Suku terhadap keinginan Belanda yang ingin memisahkan Papua dari Indonesia. Indey juga mulai terang-terangan menghimbau anggota militer yang bukan orang Belanda agar melancarkan perlawanan terhadap Belanda.

Akibat aktivitas politiknya yang kian berani ini, pemerintah Belanda menangkap dan memenjarakan Indey. Tahun 1962, saat Marthen Indey tak lagi dipenjara, ia menyusun kekuatan gerilya sambil menunggu kedatangan tentara Indonesia yang akan diterjunkan ke Papua dalam rangka operasi Trikora. Saat perang usai, ia berangkat ke New York untuk memperjuangkan masuknya Papua ke wilayah Indonesia, di PBB hingga akhirnya Papua (Irian) benar-benar menjadi bagian Republik Indonesia.

Para Raja yang Berkorban Untuk Bangsa

Saat Indonesia merdeka, di Indonesia, masih ada kerajaan-kerajaan yang berdaulat. Hebatnya, para penguasa kerajaan-kerajaan tersebut lebih memilih untuk meleburkan kerajaan mereka ke dalam negara Republik Indonesia. Hal ini bisa terjadi tak lain karena dalam diri para raja dan rakyat di daerah mereka telah tertanam dengan begitu kuat rasa kebangsaan Indonesia.

Meski demikian tak semua raja mau bergabung dengan negara kesatuan RI. Sultan Hamid II dari Pontianak misalnya, bahkan pada tahun 1950-an lebih memilih berontak hingga turut serta dalam rencana pembunuhan terhadap beberapa tokoh dan pejabat di Jakarta, meski akhirnya mengalami kegagalan.

 A. Sultan Hamengkubuwono IX
Pada tahun 1940, ketika Sultan Hamengkubuwono IX dinobatkan menjadi raja Yogjakarta, ia dengan tegas menunjukkan sikap nasionalismenya. Sikapnya ini kemudian diperkuat manakala tidak sampai 3 minggu setelah proklamasi 17 Agustus 1945 dibacakan, Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan Kerajaan Yogjakarta adalah bagian dari negara Republik Indonesia.

Dimulai pada tanggal 19 Agustus, Sultan mengirim telegram ucapan selamat kepada Soekarno-Hatta atas terbentuknya Republik Indonesia dan terpilihnya Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Tanggal 20 Agustus besoknya, melalui telegram kembali, Sultan dengan tegas menyatakan berdiri di belakang Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Dan akhirnya pada tanggal 5 September 1945, Sultan Hamengkubuwono IX memberikan amanat bahwa:

  1. Ngayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah daerah istimewa dari Republik Indonesia.
  2. Segala kekuasaan dalam negeri Ngayogyakarta Hadiningrat dan urusan pemerintahan berada di tangan Hamengkubuwono IX.
  3. Hubungan antara Ngayogyakarta Hadiningrat dengan pemerintah RI bersifat langsung dan Sultan Hamengkubuwono IX bertanggung jawab kepada Presiden RI.

Sejak awal kemerdekaan, Sultan memberikan banyak fasilitas bagi pemerintah RI yang baru terbentuk untuk menjalankan roda pemerintahan. Markas TKR dan ibukota RI misalnya, pernah berada di Yogjakarta atas saran Sultan. Bantuan logistik dan perlindungan bagi kesatuan-kesatuan TNI tatkala perang kemerdekaan berlangsung, juga ia berikan.

Sultan Hamengkubuwono IX juga pernah menolak tawaran Belanda yang akan menjadikannya raja seluruh Jawa setelah agresi militer Belanda II berlangsung. Belanda rupanya ingin memisahkan Sultan yang memiliki pengaruh besar itu dengan Republik. Bukan saja bujukan, Belanda bahkan juga sampai mengancam Sultan. Namun Sultan Hamengkubuwono IX malah menghadapi ancaman tersebut dengan berani.

para raja

B. Sultan Syarif Kasim II (1893-1968).
Sultan Syarif Kasim II dinobatkan menjadi raja Siak Indrapura pada tahun 1915 ketika berusia 21 tahun. Ia memiliki sikap bahwa kerajaan Siak berkedudukan sejajar dengan Belanda. Berbagai kebijakan yang ia lakukan pun kerap bertentangan dengan keinginan Belanda. Ketika berita proklamasi kemerdekaan Indonesia sampai ke Siak, Sultan Syarif Kasim II segera mengirim surat kepada Soekarno-Hatta, menyatakan kesetiaan dan dukungan terhadap pemerintah RI serta menyerahkan harta senilai 13 juta gulden untuk membantu perjuangan RI.

Tindak lanjut berikutnya, Sultan Syarif Kasim II membentuk Komite Nasional Indonesia di Siak, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Barisan Pemuda Republik. Ia juga segera mengadakan rapat umum di istana serta mengibarkan bendera Merah-Putih, dan mengajak raja-raja di Sumatera Timur lainnya agar turut memihak republik.

Saat revolusi kemerdekaan pecah, Sultan aktif mensuplai bahan makanan untuk para laskar. Ia juga kembali menyerahkan kembali 30 % harta kekayaannya berupa emas kepada Presiden Soekarno di Yogyakarta bagi kepentingan perjuangan. Ketika Van Mook, Gubernur Jenderal de facto Hindia Belanda, mengangkatnya sebagai “Sultan Boneka”Belanda, Sultan Syarif Kasim II tentu saja menolak. Ia tetap memilih bergabung dengan pemerintah Republik Indonesia. Atas jasanya tersebut, Sultan Syarif Kasim II dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia.

Keadaan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Liberal

Sesudah pengakuan kedaulatan, Pemerintah Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan yang cukup berat dampak dari disepakatinya ketentuanketentuan KMB, yaitu meningkatnya nilai utang Indonesia, baik utang luar negeri maupun utang dalam negeri. Permasalahan yang dihadapi pemerintah Indonesia pada saat itu mencakup permasalahan jangka pendek dan permasalahan jangka panjang.

Permasalahan jangka pendek yang dihadapi pemerintah Indonesia saat itu adalah tingginya jumlah mata uang yang beredar dan meningkatnya biaya hidup. Permasalahan jangka panjang yang dihadapi pemerintah adalah pertambahan jumlah penduduk dengan tingkat hidup yang rendah. Selain masalah jangka panjang dan jangka pendek tersebut perekonomian Indonesia saat itu juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi tersendat adalah sebagai berikut.

  1. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam KMB. Beban tersebut berupa hutang luar negeri sebesar 1,5 Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2,8 Triliun rupiah.
  2. Defisit yang harus ditanggung oleh Pemerintah pada waktu itu sebesar 5,1 Miliar.
  3. Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan sehingga apabila permintaan ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian Indonesia.
  4. Politik keuangan Pemerintah Indonesia tidak di buat di Indonesia melainkan dirancang oleh Belanda.
  5. Pemerintah Belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.
  6. Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik, belum memiliki tenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai.
  7. Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknya pemberontakan dan gerakan sparatisisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia.
  8. Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluaran pemerintah untuk operasi-operasi keamanan semakin meningkat.
  9. Kabinet terlalu sering berganti menyebabakan program-program kabinet yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan, sementara program baru mulai dirancang.
  10. Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar.

Kehidupan ekonomi Indonesia hingga tahun 1959 belum berhasil dengan baik dan tantangan yang menghadangnya cukup berat. Upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi adalah sebagai berikut.

1. Gunting Syafruddin
Kebijakan ini adalah Pemotongan nilai uang (sanering). Caranya memotong semua uang yang bernilai Rp. 2,50 ke atas hingga nilainya tinggal setengahnya. Kebijakan ini dilakukan oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara pada masa pemerintahan RIS. Tindakan ini dilakukan pada tanggal 20 Maret 1950 berdasarkan SK Menteri Nomor 1 PU tanggal 19 Maret 1950 Tujuannya untuk menanggulangi defisit anggaran sebesar Rp. 5,1 Miliar.

gunting safrudin

Dampaknya rakyat kecil tidak dirugikan karena yang memiliki uang Rp. 2,50 ke atas hanya orang-orang kelas menengah dan kelas atas. Dengan kebijakan ini dapat mengurangi jumlah uang yang beredar dan pemerintah mendapat kepercayaan dari pemerintah Belanda dengan mendapat pinjaman sebesar Rp. 200 juta.

2. Sistem Ekonomi Gerakan Benteng
Sistem ekonomi Gerakan Benteng merupakan usaha pemerintah Republik Indonesia untuk mengubah struktur ekonomi yang berat sebelah yang dilakukan pada masa Kabinet Natsir yang direncanakan oleh Sumitro Joyohadikusumo (menteri perdagangan). Program ini bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia). Programnya :

  • Menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa Indonesia.
  • Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional.
  • Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu dibimbing dan diberikan bantuan kredit.
  • Para pengusaha pribumi diharapkan secara bertahap akan berkembang menjadi maju.

Gagasan Sumitro ini dituangkan dalam program Kabinet Natsir dan Program Gerakan Benteng dimulai pada April 1950. Hasilnya selama 3 tahun (1950-1953) lebih kurang 700 perusahaan bangsa Indonesia menerima bantuan kredit dari program ini. Tetapi tujuan program ini tidak dapat tercapai dengan baik meskipun beban keuangan pemerintah semakin besar. Kegagalan program ini disebabkan karena :

  • Para pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan pengusaha non pribumi dalam kerangka sistem ekonomi liberal.
  • Para pengusaha pribumi memiliki mentalitas yang cenderung konsumtif.
  • Para pengusaha pribumi sangat tergantung pada pemerintah.
  • Para pengusaha kurang mandiri untuk mengembangkan usahanya.
  • Para pengusaha ingin cepat mendapatkan keuntungan besar dan menikmati cara hidup mewah.
  • Para pengusaha menyalahgunakan kebijakan dengan mencari keuntungan secara cepat dari kredit yang mereka peroleh.

Dampaknya program ini menjadi salah satu sumber defisit keuangan. Beban defisit anggaran Belanja pada 1952 sebanyak 3 Miliar rupiah ditambah sisa defisit anggaran tahun sebelumnya sebesar 1,7 miliar rupiah. Sehingga menteri keuangan Jusuf Wibisono memberikan bantuan kredit khususnya pada pengusaha dan pedagang nasional dari golongan ekonomi lemah sehingga masih terdapat para pengusaha pribumi sebagai produsen yang dapat menghemat devisa dengan mengurangi volume impor.

3. Nasionalisasi De Javasche Bank
Seiring meningkatnya rasa nasionalisme maka pada akhir tahun 1951 pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia. Awalnya terdapat peraturan bahwa mengenai pemberian kredi tharus dikonsultasikan pada pemerintah Belanda. Hal ini menghambat pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan moneter. Tujuannya adalah untuk menaikkan pendapatan dan menurunkan biaya ekspor, serta melakukan penghematan secara drastis.

Perubahan mengenai nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan bank sirkulasi diumumkan pada tanggal 15 Desember 1951 berdasarkan Undang-undang No. 24 tahun 1951.

4. Sistem Ekonomi Ali-Baba
Sistem ekonomi Ali-Baba diprakarsai oleh Iskaq Tjokrohadisurjo (mentri perekonomian kabinet Ali I). Tujuan dari program ini adalah untuk memajukan pengusaha pribumi, agar para pengusaha pribumi Bekerjasama memajukan ekonomi nasional, pertumbuhan dan perkembangan pengusaha swasta nasional pribumi dalam rangka merombak ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional, memajukan ekonomi Indonesia perlu adanya kerjasama antara pengusaha pribumi dan non pribumi. Ali digambarkan sebagai pengusaha pribumi sedangkan Baba digambarkan sebagai pengusaha non pribumi khususnya Cina.

Pelaksanaan kebijakan Ali-Baba,

  • Pengusaha pribumi diwajibkan untuk memberikan latihan-latihan dan tanggung jawab kepada tenaga-tenaga bangsa Indonesia agar dapat menduduki jabatan-jabatan staf.
  • Pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional
  • Pemerintah memberikan perlindungan agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing yang ada.

Program ini tidak dapat berjalan dengan baik sebab:

  • Pengusaha pribumi kurang pengalaman sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. Sedangkan pengusaha non pribumi lebih berpengalaman dalam memperoleh bantuan kredit.
  • Indonesia menerapkan sistem Liberal sehingga lebih mengutamakan persaingan bebas.
  • Pengusaha pribumi belum sanggup bersaing dalam pasar bebas.

5. Persaingan Finansial Ekonomi (Finek)
Pada masa Kabinet Burhanudin Harahap dikirim delegasi ke Jenewa untuk merundingkan masalah finansial-ekonomi antara pihak Indonesia dengan pihak Belanda. Misi ini dipimpin oleh Anak Agung Gede Agung. Pada tanggal 7 Januari 1956 dicapai kesepakatan rencana persetujuan Finek, yang berisi :

  • Persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan.
  • Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan bilateral.
  • Hubungan Finek didasarkan pada Undang-undang Nasional, tidak boleh diikat oleh perjanjian lain antara kedua belah pihak.

Hasilnya pemerintah Belanda tidak mau menandatangani, sehingga Indonesia mengambil langkah secara sepihak. Tanggal 13 Februari1956, Kabinet Burhanuddin Harahap melakukan pembubaran Uni Indonesia-Belanda secara sepihak. Tujuannya untuk melepaskan diri dari keterikatan ekonomi dengan Belanda. Sehingga, tanggal 3 Mei 1956, akhirnya Presiden Sukarno menandatangani undang-undang pembatalan KMB.

Dampaknya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya, sedangkan pengusaha pribumi belum mampu mengambil alih perusahaan Belanda tersebut.

6. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)
Masa kerja kabinet pada masa liberal yang sangat singkat dan program yang silih berganti menimbulkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang menyebabkan terjadinya kemerosotan ekonomi, inflasi, dan lambatnya pelaksanaan pembangunan.

Program yang dilaksanakan umumnya merupakan program jangka pendek, tetapi pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II, pemerintahan membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara. Tugas biro ini merancang pembangunan jangka panjang. Ir. Juanda diangkat sebagai menteri perancang nasional. Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961 dan disetujui DPR pada tanggal 11 November 1958. Tahun 1957 sasaran dan prioritas RPLT diubah melalui Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). Pembiayaan RPLT diperkirakan 12,5 miliar rupiah.
RPLT tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan karena :

  • Adanya depresi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada akhir tahun 1957 dan awal tahun 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot.
  • Perjuangan pembebasan Irian Barat dengan melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi.
  • Adanya ketegangan antara pusat dan daerah sehingga banyak daerah yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing.

7. Musyawarah Nasional Pembangunan
Masa kabinet Juanda terjadi ketegangan hubungan antara pusat dan daerah. Masalah tersebut untuk sementara waktu dapat teratasi dengan Musayawaraah Nasional Pembangunan (Munap). Tujuan diadakan Munap adalah untuk mengubah rencana pembangunan agar dapat dihasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang. Tetapi tetap saja rencana pembangunan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena :

  • Adanya kesulitan dalam menentukan skala prioritas.
  • Terjadi ketegangan politik yang tak dapat diredakan.
  • Timbul pemberontakan PRRI/Permesta.
  • Membutuhkan biaya besar untuk menumpas pemberontakan PRRI/ Permesta sehingga meningkatkan defisit Indonesia.
  • Memuncaknya ketegangan politik Indonesia- Belanda menyangkut masalah Irian Barat mencapai konfrontasi bersenjata.

Teladan Para Tokoh Persatuan

Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada seseorang warga Negara Indonesia yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan dan berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara. Tidak sembarangan orang memang dapat menyandang secara resmi gelar pahlawan nasional. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Salah satu diantaranya adalah tokoh tersebut telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lainnya untuk mencapai/merebut/mempertahankan/ mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Beberapa kriteria untuk dapat diberikan gelar pahlawan nasional antara lain sebagai berikut.

  1. Warga Negara Indonesia yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya :
  2. Telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik/ perjuangan dalam bidang lain mencapai/ merebut /memper tahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  3. Telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.
  4. Telah menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.
  5. Pengabdian dan Perjuangan yang dilakukannya berlangsung hampir sepanjang hidupnya (tidak sesaat) dan melebihi tugas yang diembannya.
  6. Perjuangan yang dilakukan mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.
  7. Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi.
  8. Memiliki akhlak dan moral yang tinggi.
  9. Tidak menyerah pada lawan/musuh dalam perjuangannya.
  10. Datam riwayat hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak nilai perjuangannya.

DAFTAR NAMA PAHLAWAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

No. Nama SK Presiden Asal Daerah / Daerah Pengusul
1. Tjuk Njak Dhien 1850 – 1908 106 Tahun 1964
2 – 5 – 1964
D. I. Aceh
2. Tjut Meutia 1870 107 Tahun 1964
2 – 5 – 1964
D. I. Aceh
3. Raden Adjeng Kartini
1879 – 1904
108 Tahun 1964
2 – 5 – 1964
Jawa Tengah
4. Raden Dewi Sartika
1884-1947
252 Tahun 1966 1-2-1966 Jawa Barat
5. Martha Christina Tijahahu
1800-1818
012/TK/1969
20-5-1969
Maluku
6. Maria Walanda Maramis
1872-1924
012/TK/1969
20-5-1969
Sulawesi Utara
7. Nyai Achmad Dachlan
1872-1946
042/TK/1971
22-9-1971
D. I. Yogyakarta
8. Nji Ageng Serang
1752-1828
084/TK/1974
13-12-1974
Jawa Tengah
9. H.Rasuna Said
1910-1965
084/TK/1974
13-12-1974
Sumatera Barat
10. Ny. Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto
1923 – 1996
060 / TK/ 1996
30 – 7 – 1996
Surakarta
11. Hj. Fatmawati Soekarno
1923 – 1980
118 / TK / 2000
4 – 11 – 2000
Bengkulu
12. Opu Daeng Risadju 085/TK/TH 2006
3-11-2006
Sulawesi Selatan
Biodata
Nama :Tjoet Nja’ Dhien (Cut Nyak Dien)
Asal Daerah : Aceh
Penetapan : 2 Mei 1964
Lahir : Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848.
Wafat : Sumedang Jawa Barat 6 November 1908.
cut

Cut Nyak Dien bersama Teuku Umar (suaminya), memimpin berbagai peperangan di tanah rencong melawan pasukan Belanda sejak tahun 1880. Belanda mengakui kewalahan menghadapi duet pemimpin ini. Sepeninggal suaminya. Perjuangan Cut Nyak Dien pernah dalam film drama epos berjudul Tjoet Nja’ Dhien pada tahun 1988 yang disutradarai oleh Eros Djarot dan dibintangi Christine Hakim sebagai Tjoet Nja’ Dhien, Piet Burnama sebagai Pang Laot, Slamet Rahardjo sebagai Teuku Umar dan juga didukung Rudy Wowor. Film ini memenangkan Piala Citra sebagai film terbaik, dan merupakan film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes (tahun 1989).

Biodata
Nama : Tjoet Nja’ Meutia (Cut Nyak Meutia)
Asal Daerah : Aceh
Penetapan : 2 Mei 1964
Lahir : Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, 1870
Wafat : Alue Kurieng, Aceh, 24 Oktober 1910.
cut nyak dien

Awalnya Tjoet Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong. Namun pada bulan Maret 1905, Tjik Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe. Sepeninggal suaminya Tjoet Meutia terus melakukan perlawanan kepada Belanda bersama Pang Nagroe, hingga akhirnya tewas pada tanggal 26 September 1910.

Biodata
Nama : Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto
Asal Daerah : Jawa Tengah
Penetapan : 30 Juli 1996
Lahir : Surakarta, Jawa Tengah, 23 Agustus 1923
Wafat : Jakarta, 28 April 1996
siti hartinah

Turut dalam Laskar Putri Indonesi pada masa perang revolusi kemerdekaan RI, serta menyelenggarakan dapur umum dan P3K bagi pejuang. Menjadi Ibu Negara masa pemerintahan Presiden Suharto, Mendirikan Taman Mini Indonesia Indah, Taman Buah Mekarsari, Perpustakaan Nasional, Rumah Sakit Kanker Dharmais, dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Biodata
Nama : Hj. Fatmawati Soekarno
Asal Daerah : Bengkulu
Penetapan : 4 Nopember 2000
Lahir : Bengkulu, 5 Februari 1923
Wafat : Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei 1980
fatmawati

Penjahit Bendera Pusaka “Sang Saka Merah Putih” yang dikibarkan pada saat Proklamasi 17 Agustus 1945. Beliau juga ialah istri ketiga Soekarno dan Ibu Negara RI yang pertama. Ia menggalang dana untuk membangun rumah sakit yang sekarang bernama RSUP Fatmawati

Biodata
Nama : Hj. Rangkayo Rasuna Said
Asal Daerah : Sumatera Barat
Penetapan : 13 Desember 1974
Lahir : Agam, Sumatera Barat, 14 September 1910
Wafat : Jakarta, 2 November 1965
rasuna

Pernah dipenjara Belanda pada tahun 1932 karena memprotes ketidakadilan Pemerintah Hindia Belanda. Pernah duduk menjadi anggota DPR-RIS dan Dewan Pertimbangan Agung. Semasa hidupnya, beliau juga aktif memperjuangkan persamaan hak pria dan wanita.

Biodata
Nama : Maria Walanda Maramis
Asal Daerah : Sulawesi Utara
Penetapan : 20 Mei 1969
Lahir : Kema, Sulawesi Utara, 1 Desember 1872
Wafat : Maumbi, Sulawesi Utara, 22 April 1924
maramis

Bercita-cita memberdayakan kaum ibu, Mendirikan organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya (PIKAT) pada tahun 1917 untuk memperjuangkan pendidikan bagi wanita khususnya kaum ibu agar dapat meningkatkan kesehatan anak dan kesejahteraan keluarga. Pada tahun 1919, beliau memperjuangkan agar wanita memiliki hak suara di lembaga perwakilan Minahasa Raad.

Biodata
Nama :Martha Christina Tiahahu
Asal Daerah : Maluku
Penetapan : 20 Mei 1969
Lahir : Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800
Wafat : Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1801
kristina

Mengangkat senjata terjun langsung dalam perang melawan Belanda membantu ayahnya yang merupakan pembantu Kapitan Pattimura.

Biodata
Nama : Nyai Hj. Siti Walidah Ahmad Dahlan
Asal Daerah : Daerah Istimewa Jogjakarta
Penetapan : 22 September 1971
Lahir : Kauman, Jogjakarta 1872
Wafat : Kauman, Jogjakarta, 31 Mei 1946
nyi ahmad dahlan

Lebih akrab dengan panggilan Nyai Ahmad Dahlan, memperjuangkan pendidikan bagi kaum wanita di bidang pengetahuan agama dengan mengadakan pengajian untuk kalangan wanita. Pengajian ini akhienya berkembang dan menjadi wadah organisasi ibu-ibu yang bernama “Lembaga ‘Aisyiyah” dalam organisasi Muhammadiyah.

Biodata
Nama : Nyi Ageng Serang
Asal Daerah : Jawa Tengah
Penetapan : 13 Desember 1974
Lahir : Purwodadi, Jawa Tengah, 1752
Wafat : Yogyakarta, 1828
nyi ageng serang

Pemimpin daerah Serang, beliau memimpin pasukan dari tandu, membantu Pangeran Diponegoro melawan Belanda selama 3 tahun.

Biodata
Nama : Opu Daeng Risadju
Asal Daerah : Sulawesi Selatan
Penetapan : 3 Nopember 2006
Lahir : Palopo, Sulawesi Selatan 1880
Wafat : Palopo, Sulawesi Selatan 10 Februari 1964
opu daeng risaju

Melakukan pemberontakan terhadap tentara NICA pada tahun 1946. Beliau berhasil ditangkap beberapa bulan kemudian dan mengalami penyiksaan yang menyebabkan beliau menjadi tuli hingga akhir hayatnya

Biodata
Nama : Raden Ajeng Kartini
Asal Daerah : Jawa Tengah
Penetapan : 2 Mei 1964
Lahir : Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879
Wafat : Rembang, 17 September 1904
kartini

Pelopor kebangkitan perempuan karena pikiran dan pandangannya mengenai emansipasi wanita. Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.

Biodata
Nama :Raden Dewi Sartika
Asal Daerah : Jawa Barat
Penetapan : 1 Desember 1966
Lahir : Bandung, 4 Desember 1884
Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947
dewi kartika

Tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita dengan mendirikan Saloka Istri pada tahun 1904. Bakat dalam cara Dewi Sartika memberi pelajaran kepada para masyarakat terutama kaum perempuan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, telah menjadikan semangat dan cita-cita untuk terus berupaya agar anak-anak dan kaum perempuan pribumi bisa mendapat kesempatan memperoleh ilmu pengetahuan.

Kesadaran Terhadap Pentingnya Integrasi Bangsa

Integrasi nasional berasal dari dua kata, yaitu “Integrasi” dan “Nasional”. Integrasi berasal dari bahas inggris, Integrate artinya menyatupadukan, menggabungkan, mempersatukan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Integrasi artinya pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Kata Nasional berasal dari bahasa Inggris, nation yang artinya bangsa. Dalam Kamus Besar Bahasa.

Pentingnya kesadaran terhadap integrasi bangsa dapat dihubungkan dengan masih terdapatnya potensi konflik di beberapa wilayah Indonesia pada masa kini. Kementerian Sosial saja memetakan bahwa pada tahun 2014 Indonesia masih memiliki 184 daerah dengan potensi rawan konflik sosial. Enam di antaranya diprediksi memiliki tingkat kerawanan yang tinggi, yaitu Papua, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, dan Jawa Tengah (lihat, wacana di bawah).

Enam Daerah Rawan Konflik Sosial di Indonesia
Kementerian Sosial memetakan 184 daerah di Tanah Air rawan terjadi konflik sosial karena kondisi ekonomi yang tertinggal, enam di antaranya diprediksi paling rawan pada 2014 ini.

“Sebagian besar kondisi ekonominya tertinggal dibanding daerah lain. Namun, ada juga daerah maju tapi interaksi sosial antarkelompok sangat kaku, sehingga mudah meletup hanya karena masalah kecil,” kata Tenaga Ahli Menteri Sosial bidang Kehumasan dan Tatakelola Pemerintahan Sapto Waluyo di Jakarta. Sapto mengatakan, tidak semua daerah tertinggal itu rawan konflik. Ada enam daerah diprediksi sebagai wilayah paling rawan konflik sosial pada 2014.

Daerah tersebut yaitu, Papua, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, dan Jawa Tengah.

“Indikatornya terlihat sepanjang 2013 daerah tersebut bermunculan aneka konflik,” kata Sapto menambahkan.

Sepanjang 2013 di Papua terjadi 24 peristiwa konflik sosial, Jawa Barat (24), Jakarta (18), Sumatera Utara (10), Sulawesi Tengah (10) dan Jawa Tengah (10). “Di tahun politik 2014, ketegangan tentu akan meningkat. Karena itu, Kemensos melancarkan program keserasian sosial di 50 daerah rawan dan penguatan kearifan lokal di 30 daerah,” katanya.

Targetnya mencegah kemungkinan terjadinya konflik atau memperkecil dampak jika konflik tetap terjadi.

“Memang harus ditumbuhkan tenaga pelopor perdamaian di seluruh pelosok Indonesia, terutama dari kawula muda,” kata dia. Sumber : antaranews.com, Februari 2014.

Konflik bahkan bukan saja dapat mengancam persatuan bangsa. Kita juga harus menyadari betapa konflik yang terjadi dapat menimbulkan banyak korban dan kerugian. Sejarah telah memberitahu kita bagaimana pemberontakanpemberontakan yang pernah terjadi selama masa tahun 1948 hingga 1965 telah menewaskan banyak sekali korban manusia. Ribuan rakyat mengungsi dan berbagai tempat pemukiman mengalami kerusakan berat. Belum lagi kerugian yang bersifat materi dan psikis masyarakat. Semua itu hanyalah akan melahirkan penderitaan bagi masyarakat kita sendiri.

Untuk mewujudkan cita-cita, dan tujuan negara serta memelihara rasa kebersamaan. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk membangun integrasi nasional:

  1. Adanya kemampuan dan kesadaran bangsa dalam mengelola perbedaan SARA dan keanekaragaman budaya serta adat istiadat.
  2. Adanya kemampuan untuk mereaksi penyebaran ideologi asing
  3. Adanya kemampuan untuk mereaksi dan mencegah dominasi ekonomi asing
  4. Mampu berperan aktif dalam percaturan dunia di era globalisasi dalam berbagai aspeknya
  5. Bertekad untuk membangun sistem budaya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945
  6. Menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya dengan cara melakukan pengkajian kritis dan sosialisasi terhadap identitas nasional.

Faktor-faktor Pendorong, Pendukung, dan Penghambat Integrasi Nasional
a. Faktor pendorong tercapainya integrasi nasional

  1. Adanya rasa senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor sejarah
  2. Adanya ideologi nasional yang tercermin dalam simbol negara  yaitu Garuda Pancasila & semboyan Bhineka Tunggal Ika
  3. Adanya tekad serta keinginan untuk bersatu dikalangan bangsa indonesia seperti yang dinyatakan dalam sumpah pemuda.
  4. Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan muncul semangat nasionalisme dikalangan bangsa indonesia.

b. Faktor pendukung integrasi nasional

  1. Penggunaan bahasa indonesia
  2. Adanya semangat persatuan dan kesatuan dalam suatu bangsa, bahasa, dan tanah air indonesia
  3. Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama yaitu pancasila.
  4. Adanya jiwa dan semangat gotong royong, solidaritas, dan toleransi keagamaan yang kuat.
  5. Adanya rasa senasib sepenanggungan akibat penjajahan yang diderita.

c. Faktor penghambat integrasi nasional

  1. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat heterogen
  2. Kurangnya toleransi antar golongan
  3. Kurangnya kesadaran dari masyarakat indonesia terhadap ancaman, gangguan dari luar
  4. Adanya ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidakmerataan hasil-hasil pembangunan

Potensi disintegrasi bangsa pada masa kini bisa saja benar-benar terjadi bila bangsa Indonesia tidak menyadari adanya potensi semacam itu. Karena itulah kita harus selalu waspada dan terus melakukan upaya untuk menguatkan persatuan bangsa Indonesia.

integrasi nasional

Sejarah Indonesia telah menunjukkan bahwa proses disintegrasi sangat merugikan. Antara tahun 1948-1965 saja, gejolak yang timbul karena persoalan ideologi, kepentingan atau berkait dengan sistem pemerintahan, telah berakibat pada banyaknya kerugian fisik, materi mental dan tenaga bangsa.

Konflik dan pergolakan yang berlangsung diantara bangsa Indonesia bahkan bukan saja bersifat internal, melainkan juga berpotensi ikut campurnya bangsa asing pada kepentingan nasional bangsa Indonesia.

Pemilu Pertama Pemilihan Umum 1955

Pelaksanaan pemilihan umum 1955 bertujuan untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk dalam parlemen dan dewan Konstituante. Pemilihan umum ini diikuti oleh partai-partai politik yang ada serta oleh kelompok perorangan. Pemilihan umum ini sebenarnya sudah dirancang sejak kabinet Ali Sastroamijoyo I (31 Juli 1953-12 Agustus 1955) dengan membentuk Panitia Pemilihan Umum Pusat dan Daerah pada 31 Mei 1954. Namun pemilihan umum tidak dilaksanakan pada masa kabinet Ali I karena terlanjur jatuh. Kabinet pengganti Ali I yang berhasil menjalankan pemilihan umum, yaitu kabinet Burhanuddin Harahap.

Pelaksanaan Pemilihan Umum pertama dibagi dalam 16 daerah pemilihan yang meliputi 208 kabupaten, 2139 kecamatan dan 43.429 desa. Pemilihan umum 1955 dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama untuk memilih anggota parlemen yang dilaksanakan pada 29 September 1955 dan tahap kedua untuk memilih anggota Dewan Konstituante (badan pembuat Undang-undang Dasar) dilaksanakan pada 15 Desember 1955. Pada pemilu pertama ini 39 juta rakyat Indonesia memberikan suaranya di kotak-kotak suara. Pemilihan umum 1955 merupakan tonggak demokrasi pertama di Indonesia.

Keberhasilan penyelenggaraan pemilihan umum ini menandakan telah berjalannya demokrasi di kalangan rakyat. Rakyat telah menggunakan hak pilihnya untuk memilih wakil-wakil mereka. Banyak kalangan yang menilai bahwa pemilihan umum 1955 merupakan pemilu yang paling demokratis yang dilaksanakan di Indonesia.

Presiden Soekarno dalam pidatonya di Istana Negara dan Parlemen pada 17 Agustus 1955 menegaskan bahwa “pemilihan umum jangan diundurkan barang sehari pun, karena pada pemilihan umum itulah rakyat akan menentukan hidup kepartaian kita yang tidak sewajarnya lagi, rakyatlah yang menjadi hakim”. Penegasan ini dikeluarkan karena terdapat suara-suara yang meragukan terlaksananya pemilu sesuai dengan jadwal semula.

Dalam proses pemilihan umum 1955 terdapat 100 partai besar dan kecil yang mengajukan calon-calonnya untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 82 partai besar dan kecil untuk Dewan Konstituante. Selain itu masih ada 86 organisasi dan perseorangan akan ikut dalam pemilihan umum. Dalam pendaftaran pemilihan tidak kurang dari 60% penduduk Indonesia yang mendaftarkan namanya (kurang lebih 78 juta), angka yang cukup tinggi yang ikut dalam pesta demokrasi yang pertama.

poster kampanye pemilu 1955

Pemilihan umum untuk anggota DPR dilaksanakan pada tanggal 29 September 1955. Hasilnya diumumkan pada 1 Maret 1956. Urutan perolehan suara terbanyak adalah PNI, Masyumi, Nahdatul Ulama dan PKI. Empat perolehan suara terbanyak memperoleh kursi sebagai berikut :

No. Partai Jumlah Suara Persentase Jumlah Kursi
1. Partai Nasional Indonesia (PNI) 8.434.653 22,32 57
2. Masyumi 7.903.886 20,92 57
3. Nahdlatul Ulama (NU) 6.955.141 18,41 45
4. Partai Komunis Indonesia (PKI) 6.179.914 16,36 39
5. Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) 1.091.160 2,89 8
6. Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 1.003.326 2,66 8
7. Partai Katolik 770.740 2,04 6
8. Partai Sosialis Indonesia (PSI) 753.191 1,99 5
9. Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) 541.306 1,43 4
10. Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti) 483.014 1,28 4
11. Partai Rakyat Nasional (PRN) 242.125 0,64 2
12. Partai Buruh 224.167 0,59 2
13. Gerakan Pembela Panca Sila (GPPS) 219.985 0,58 2
14. Partai Rakyat Indonesia (PRI) 206.161 0,55 2
15. Persatuan Pegawai Polisi RI (P3RI) 200.419 0,53 2
16. Murba 199.588 0,53 2
17. Baperki 178.887 0,47 1
18. Persatuan Indonesia Raya (PIR) Wongsonegoro 178.481 0,47 1
19. Grinda 154.792 0,41 1
20. Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai) 149.287 0,40 1
21. Persatuan Daya (PD) 146.054 0,39 1
22. PIR Hazairin 114.644 0,30 1
23. Partai Persatuan Tharikah Islam (PPTI) 85.131 0,22 1
24. AKUI 81.454 0,21 1
25. Persatuan Rakyat Desa (PRD) 77.919 0,21 1
26. Partai Republik Indonesia Merdeka (PRIM) 72.523 0,19 1
27. Angkatan Comunis Muda (Acoma) 64.514 0,17 1
28. R.Soedjono Prawirisoedarso 53.306 0,14 1
29. Lain-lain 1.022.433 2,71
Jumlah 37.785.299 100,00 257

Pemilihan Umum 1955 menghasilkan susunan anggota DPR dengan jumlah anggota sebanyak 257 orang dan dilantik pada tanggal 24 Maret 1956 oleh Presiden Soekarno. Acara pelantikan ini dihadiri oleh anggota DPR yang lama dan menteri-menteri Kabinet Burhanudin Harahap. Dengan terbentuknya DPR yang baru maka berakhirlah masa tugas DPR yang lama dan penunjukkan tim formatur dilakukan berdasarkan jumlah suara terbanyak di DPR.

Pemilihan Umum 1955 selain memilih anggota DPR juga memilih anggota Dewan Konstituate. Pemilihan Umum anggota Dewan Konstituante dilaksanakan pada 15 Desember 1955. Dewan Konstituante bertugas untuk membuat Undang-undang Dasar yang tetap, untuk menggantikan UUD Sementara 1950. Hal ini sesuai dengan ketetapan yang tercantum dalam pasal 134 UUD Sementara 1950 yang berbunyi, “Konstituante (Sidang Pembuat Undang-undang Dasar) bersama-sama pemerintah selekas-lekasnya menetapkan Undang-undang Dasar Republik Indonesia yang akan menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara ini”.

Berdasarkan hasil pemilihan tanggal 15 Desember 1955 dan diumumkan pada 16 Juli 1956, perolehan suara partai-partai yang mengikuti pemilihan anggotamDewan Konstituante urutannya tidak jauh berbeda dengan pemilihan anggota legislatif, empat besar partainya adalah PNI, Masyumi, NU dan PKI

No. Partai Jumlah Suara Persentase Jumlah Kursi
1. Partai Nasional Indonesia (PNI) 9.070.218 23,97 119
2. Masyumi 7.789.619 20,59 112
3. Nahdlatul Ulama (NU) 6.989.333 18,47 91
4. Partai Komunis Indonesia (PKI) 6.232.512 16,47 80
5. Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) 1.059.922 2,80 16
6. Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 988.810 2,61 16
7. Partai Katolik 748.591 1,99 10
8. Partai Sosialis Indonesia (PSI) 695.932 1,84 10
9. Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) 544.803 1,44 8
10. Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti) 465.359 1,23 7
11. Partai Rakyat Nasional (PRN) 220.652 0,58 3
12. Partai Buruh 332.047 0,88 5
13. Gerakan Pembela Panca Sila (GPPS) 152.892 0,40 2
14. Partai Rakyat Indonesia (PRI) 134.011 0,35 2
15. Persatuan Pegawai Polisi RI (P3RI) 179.346 0,47 3
16. Murba 248.633 0,66 4
17. Baperki 160.456 0,42 2
18. Persatuan Indonesia Raya (PIR) Wongsonegoro 162.420 0,43 2
19. Grinda 157.976 0,42 2
20. Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai) 164.386 0,43 2
21. Persatuan Daya (PD) 169.222 0,45 3
22. PIR Hazairin 101.509 0,27 2
23. Partai Politik Tarikat Islam (PPTI) 74.913 0,20 1
24. AKUI 84.862 0,22 1
25. Persatuan Rakyat Desa (PRD) 39.278 0,10 1
26. Partai Republik Indonesis Merdeka (PRIM) 143.907 0,38 2
27. Angkatan Comunis Muda (Acoma) 55.844 0,15 1
28. R.Soedjono Prawirisoedarso 38.356 0,10 1
29. Gerakan Pilihan Sunda 35.035 0,09 1
30. Partai Tani Indonesia 30.060 0,08 1
31. Radja Keprabonan 33.660 0,09 1
32. Gerakan Banteng Republik Indonesis (GBRI) 39.874 0,11 1
33. PIR NTB 33.823 0,09 1
34. L.M.Idrus Effendi 31.988 0,08 1
35. Lain-lain 426.856 1,13
Jumlah 37.837.105 100 514

Keanggotaaan Dewan Konstituante terdiri dari anggota hasil pemilihan umum dan yang diangkat oleh pemerintah. Pemeritah mengangkat anggota Konstituate jika ada golongan penduduk minoritas yang turut dalam pemilihan umum tidak memperoleh jumlah kursi sejumlah yang ditetapkan dalam UUD S 1950. Kelompok minoritas yang ditetapkan jumlah kursi minimal adalah golongan Cina dengan 18 kursi, golongan Eropa dengan 12 kursi dan golongan Arab 6 kursi.

Dalam sidang-sidang Dewan Konstituante yang berlangsung sejak tahun 1956nhingga Dekrit Presiden 5 Juli 1959 tidak menghasilkan apa yang diamanatkan oleh UUD S 1950. Dewan memang berhasil menyelesaikan bagian-bagian dari rancangan UUD, namun terkait dengan masalah dasar negara, Dewan Konstituante tidak berhasil menyelesaikan perbedaan yang mendasar diantara usulan dasar negara yang ada

Proses Menuju Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin merupakan era politik Indonesia setelah berakhirnya era Demokrasi Parlementer. Sistem demokrasi terpimpin lahir setelah konstituante gagal merancang UUD, dan kemudian dibubarkan dengan Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959. Sistem ini lahir sebagai bentuk pelurusan atau perbaikan terhadap demokrasi liberal.Sistem ini digagas oleh presiden demi menyalamatkan politik nasional yang saat itu masih tidak kondusif.

Pada tanggal 21 Februari 1957 Sukarno di hadapan para tokoh politik dan tokoh militer menawarkan konsepsinya untuk menyelesaikan dan mengatasi krisis-krisis kewibawaan pemerintah. Dalam konsepsinya Presiden Soekarno menghendaki dibentuknya kabinet berkaki empat yang anggotanya terdiri dari wakil-wakil PNI, Masyumi, NU dan PKI. Selain itu Presiden Soekarno juga menghendaki dibentuknya Dewan Nasional yang anggotanya terdiri dari golongan fungsional di dalam masyarakat.

Gagasan Presiden Soekarno ini dikenal sebagai Konsepsi Presiden 1957. Pokok-pokok pemikiran yang terkandung dalam konsepsi tersebut, pertama, dalam pembaruan struktur politik harus diberlakukan sistem demokrasi terpimpin yang didukung oleh kekuatan-kekuatan yang mencerminkan aspirasi masyarakat secara seimbang. Kedua, pembentukan kabinet gotong royong berdasarkan imbangan kekuatan masyarakat yang terdiri atas wakil partai-partai politik dan kekuatan golongan politik baru yang diberi nama oleh Presiden Soekarno golongan fungsional atau golongan karya.

Upaya untuk menuju Demokrasi Terpimpin telah dirintis oleh Presiden Soekarno sebelum dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Tujuan dikeluarkan dekrit adalah untuk menyelesaikan masalah negara yang semakin tidak menentu dan untuk menyelamatkan negara. Isi Dekrit Presiden adalah sebagai berikut.

  1. Pembubaran konstituante
  2. Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945.
  3. Pembentukan MPRS dan DPAS

Reaksi dengan adanya Dekrit Presiden:

  1.  Rakyat menyambut baik sebab mereka telah mendambakan adanya stabilitas politik yang telah goyah selama masa Liberal.
  2. Mahkamah Agung membenarkan dan mendukung pelaksanaan Dekrit Presiden.
  3. KSAD meminta kepada seluruh anggota TNI-AD untuk melaksanakan pengamanan Dekrit Presiden.
  4. DPR pada tanggal 22 Juli 1945 secara aklamasi menyatakan kesediaannya untuk melakanakan UUD 1945.
soekarno

Dampak positif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, adalah sebagai berikut.

  1. Menyelamatkan negara dari perpecahan dan krisis politik berkepanjangan.
  2. Memberikan pedoman yang jelas, yaitu UUD 1945 bagi kelangsungan negara.
  3. Merintis pembentukan lembaga tertinggi negara, yaitu MPRS dan lembaga tinggi negara berupa DPAS yang selama masa Demokrasi Parlemen tertertunda pembentukannya.

Dampak negatif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, adalah sebagai berikut.

  1. Ternyata UUD 1945 tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. UUD 45 yang harusnya menjadi dasar hukum konstitusional penyelenggaraan pemerintahan pelaksanaannya hanya menjadi slogan-slogan kosong belaka.
  2. Memberi kekeuasaan yang besar pada presiden, MPR,dan lembaga tinggi negara. Hal itu terlihat pada masa Demokrasi terpimpin dan berlanjut sampai Orde Baru.
  3. Memberi peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik. Sejak Dekrit, militer terutama Angkatan Darat menjadi kekuatan politik yang disegani. Hal itu semakin terlihat pada masa Orde Baru dan tetap terasa sampai sekarang.

Langkah awal Presiden Sukarno dalam bidang pemerintahan adalah melantik kabinet yang dinamakan kabinet Kerja berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 56 tahun 1959 tanggal 10 Juli 1959. Kabinet ini dipimpin langsung oleh Presiden Sukarno selaku kepala negara dan kepala pemerintahan. Dalam kabinet ini Soekarno bertindak selaku perdana menteri, dan Djuanda menjadi menteri pertama dengan dua orang wakil yaitu dr. Leimena dan dr. Subandrio. Keanggotaan kabinet terdiri dari sembilan menteri dan dua puluh empat menteri muda.

Langkah kedua adalah pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) yang langsung diketuai oleh Presiden Soekarno, dengan Roeslan Abdulgani sebagai wakil ketuanya. DPAS bertugas menjawab pertanyaan presiden dan berhak mengajukan usul kepada pemerintah. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No. 3 tahun 1959 tertanggal 22 Juli 1959. Anggota DPA dilantik pada tanggal 15 Agustus 1959, dengan komposisi berjumlah 45 orang, 12 orang wakil golongan politik, 8 orang wakil /utusan daerah, 24 orang wakil golongan karya/fungsional dan satu orang wakil ketua.

DPA dalam sidangnya bulan November 1959 mengusulkan kepada pemerintah agar amanat Presiden pada tanggal 17 Agustus 1959 dijadikan Garis-garis Besar Haluan Negara. Presiden Soekarno kemudian menerima usulan pidatonya sebagai Garis-garis Besar Haluan Negara dengan nama “Manifesto Politik Republik Indonesia” disingkat Manipol.

Lembaga berikutnya yang dibentuk oleh Presiden Soekarno melalui Penetapan Presiden No. 2/1959 tanggal 31 Desember 1959 adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dengan Chairul Saleh (tokoh Murba) sebagai ketuanya dan dibantu beberapa orang wakil ketua. MPRS dalam menjalankan fungsi dan tugasnya tidak sejalan dengan apa yang diamanatkan dalam UUD 1945, namun diatur melalui Penpres No. 2 1959, dimana fungsi dan tugas MPRS hanya menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara.

Sartono selaku ketua DPR menyarankan kepada Presiden Soekarno agar meminta mandat kepada DPR untuk melakukan perombakan struktur kenegaraan sesuai dengan UUD 1945, namun Presiden Soekarno menolak. Hal ini berarti Presiden tidak mau terikat dengan DPR. Konflik terbuka antara DPR dan Presiden akhirnya terjadi ketika DPR menolak Rencana Anggaran Belanja Negara tahun 1960 yang diajukan oleh Pemerintah.

Penolakan tersebut membawa dampak pembubaran DPR oleh Presiden Soekarno pada tanggal 5 Maret 1960. Ia kemudian mendirikan DPR Gotong Royong (DPRGR). Pelantikan anggota DPRGR dilaksanakan pada 25 Juni 1960 dengan tugas pokok melaksanakan Manipol, merealisasikan amanat penderitaan rakyat dan melaksanakan demokrasi terpimpin. Kedudukan DPRGR adalah Pembantu Presiden/Mandataris MPRS dan memberikan sumbangan tenaga kepada Presiden untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh MPRS.

Tindakan Presiden Soekarno lainnya dalam menegakkan Demokrasi Terpimpin adalah membentuk lembaga negara baru yang disebut Front Nasional. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No. 13 tahun 1959. Dalam penetapan ini disebutkan bahwa Front Nasional adalah suatu organisasi massa yang memperjuangkan cita-cita Proklamasi dan citacita yang terkandung dalam UUD 1945. Front Nasional langsung diketuai oleh Presiden Soekarno.

Selain itu Presiden juga membentuk suatu lembaga baru yang bernama Musyawarah Pembantu Pimpinan Revolusi (MPPR) berdasarkan Penetapan Presiden No. 4/1962. MPPR merupakan badan pembantu Pemimpin Besar Revolusi (PBR) dalam mengambil kebijakan khusus dan darurat untuk menyelesaikan revolusi. Keanggotaan MPPR meliputi sejumlah menteri yang mewakili MPRS, DPR GR, Departemen-departemen, angkatan dan para pemimpin partai politik Nasakom.

Sistem Kepartaian Masa Demokrasi Liberal

Sistem politik pada masa demokrasi liberal banyak melahirkan partai-partai baru, seperti NU, PIR (Partai Indonesia Raya) sehingga sistem kepartaian yang dianut pada masa Demokrasi Liberal adalah multipartai. Partai-partai tersebut berlomba agar mendapat kursi di parlemen, namun ada dua partai kuat dalam parlemen yang silih berganti memegang kekuasaan dalam empat kabinet, yaitu PNI dan Masyumi. Hal ini dapat dilihat dalam kabinet-kabinet mulai dari kabinet Natsir (Masyumi), kabinet Soekirman (PNI), kabinet Wilopo (PNI).

Partai politik merupakan suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Tujuan dibentuknya partai politik adalah untuk memperoleh, merebut dan mempertahankan kekuasaan secara konstitusional. Jadi munculnya partai politik erat kaitannya dengan kekuasaan. Keberadaan parlemen, dalam hal ini DPR dan MPR pada masa demokrasi liberal, tidak terlepas dari kebutuhan adanya perangkat organisasi politik, yaitu partai politik.

Pada 23 Agustus 1945 Presiden Soekarno mengumumkan pembentukan Partai Nasional Indonesia sebagai partai tunggal, namun keinginan Presiden Soekarno tidak dapat diwujudkan. Gagasan pembentukan partai baru muncul lagi ketika pemerintah mengeluarkan maklumat pemerintah pada tanggal 3 November 1945. Maklumat Politik 3 November 1945, yang dikeluarkan oleh Moh. Hatta, hadir sebagai sebuah peraturan dari pemerintah Indonesia yang bertujuan mengakomodasi suara rakyat yang majemuk. Adapun isi Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945 yang dimaksud ialah :

  1. Pemerintah menyukai timbulnya partai-partai politik, krena dengan adanya partai-partai itulah segala aliran paham yang ada dalam masyarakat dapat dipimpin kejalan yang teratur.
  2. Pemerintah berharap supaya partai-partau itu telah tersusun sebelum dilangsungkan pemilihan anggota badan-badan perwakilan rakyat dalam bulan januari 1946.
demokrasi liberal

Melalui maklumat inilah gagasan pembentukan partai-partai politik dimunculkan kembali dan berhasil membentuk partai-partai politik baru. Beberapa partai politik yang didirikan antara lain sebagai berikut.

  1. Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dengan pimpinan Dr. Sukirman Wiryosanjoyo didirikan pada 7 November 1945
  2. Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan pimpinan Sidik Joyosukarto didirikan pada29 Januari 1945
  3. Partai Sosialis Indonesia (PSI) dengan pimpinan Amir Syarifuddin didirikan pada 20 November 1945
  4. Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan pimpinan Mr. Moh. Yusuf didirikan pada 7 November 1945
  5. Partai Buruh Indonesia (PBI) dengan pimpinan Nyono didirikan pada 8 November 1945
  6. Partai Rakyat Jelata (PRJ) dengan pimpinan Sutan Dewanis didirikan pada 8 November 1945
  7. Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dengan pimpinan Ds. Probowinoto didirikan 10 November 1945
  8. Partai Rakyat Sosialis (PRS) dengan pimpinan Sutan Syahrir didirikan pada 20 November 1945
  9. Persatuan Marhaen Indonesia (Permai) dengan pimpinan JB Assa didirikan pada 17 Desember 1945
  10. Partai Katholik Republik Indonesia (PKRI) dengan pimpinan IJ Kassimo didirikan pada 8 Desember 1945

Ciri-ciri Partai Politik Demokrasi Liberal

  1. Konflik politik tidak lagi bersifat ideologis kepartaian, tapi sudah kepada kepentingan
  2. Terjadinya pengkubuan politik yang lintas partaidan lintas ideologi
  3. Kepartaian mengarah kepada konstelasi politik aliran (abangan, priyayi, & santri)
  4. Konflik yang terjadi di internal TNI AD, sangat mempengaruhi konflik internal partai politik
  5. Penguatan figuritas Soekarno di partai-partai politik

Sistem kepartaian yang dianut pada masa demokrasi liberal adalah multi partai (banyak partai) dengan tujuan agar memudahkan dalam mengontrol perjuangan lebih lanjut. Hatta juga menyebutkan bahwa pembentukan partai politik ini bertujuan untuk mudah dapat mengukur kekuatan perjuangan kita dan untuk mempermudah meminta tanggung awab kepada pemimpin-pemimpin barisan perjuangan.

Partai-partai politik yang tidak memegang jabatan dalam kabinet dan tidak memegang peranan penting dalam parlemen sering melakukan oposisi yang kurang sehat dan berusaha menjatuhkan partai politik yang memerintah. Hal inilah yang menyebabkan pada era ini sering terjadi pergantian kabinet, kabinet tidak berumur panjang sehingga program-programnya tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya yang menyebabkan terjadinya instabilitas nasional baik di bidang politik, sosial ekonomi dan keamanan. Kondisi inilah yang mendorong Presiden Soekarno mencari solusi untuk membangun kehidupan politik Indonesia yang akhirnya membawa Indonesia dari sistem demokrasi liberal menuju demokrasi terpimpin.

Perkembangan Politik Masa Demokrasi Liberal

Setelah dibubarkannya RIS, sejak tahun 1950 Indonesia melaksanakan demokrasi parlementer yang disebut Masa Demokrasi Liberal.  Pada saat itu Indonesia dibagi manjadi 10 Provinsi yang mempunyai otonomi dan berdasarkan Undang – undang Dasar Sementara tahun 1950. Akibat pelaksanaan konstitusi tersebut, pemerintahan RI dijalankan oleh suatu dewan menteri (kabinet) yang dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen (DPR).  Demokrasi Liberal berlangsung selama hampir 9 tahun. Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengumumkan dekrit mengenai pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD 1945 serta tidak berlakunya UUDS 1950 karena dianggap tidak cocok dengan keadaan ketatanegaraan Indonesia.

1. Sistem Pemerintahan
Masa demokrasi parlementer merupakan masa berjayanya partai-partai politik pada pemerintahan Indonesia. Pada masa ini terjadi pergantian kabinet, partai-partai politik terkuat mengambil alih kekuasaan. PNI dan Masyumi merupakan partai yang terkuat dalam DPR, dan dalam waktu lima tahun (1950 -1955) PNI dan Masyumi silih berganti memegang kekuasaan dalam empat kabinet. Sistem kabinet masa ini berbeda dengan sistem kabinet RIS yang dikenal sebagai Zaken Kabinet. Adapun susunan kabinetnya sebagai berikut;

a. Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
Kabinet yang dilantik pada tanggal 7 September 1950 dengan Mohammad Natsir (Masyumi) sebagai perdana menteri. Kabinet ini merupakan kabinet koalisi di mana PNI sebagai partai kedua terbesar dalam parlemen tidak turut serta. Kabinet ini kuat formasinya di mana tokoh – tokoh terkenal duduk di dalamnya, seperti Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Mr.Asaat, Ir.Djuanda, dan Prof Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo.

Kendala yang dihadapi oleh kabinet ini adalah dalam memperjuangkan Irian Barat mengalami kebuntuan, dan terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, seperti Gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS. Keberhasilan Kabinet Natsir adanya perundingan antara Indonesia-Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat.

Berakhirnya kekuasaan kabinet disebabkan oleh adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. PNI menganggap peraturan pemerintah No. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi tersebut disampaikan kepada parlemen tanggal 22 Januari 1951 dan memperoleh kemenangan, sehingga pada tanggal 21 Maret 1951 Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden.

b. Kabinet Sukiman  (27 April 1951 – 3 April 1952)
Setelah Kabinet Natsir mengembalikan mandatnya pada presiden, Presiden Soekarno kemudian menunjukan Sidik Djojosukatro (PNI) dan Soekiman Wijosandjojo (Masyumi) sebagai formatur dan berhasil membentuk kabinet koalisi dari Masyumi dan PNI. Kabinet ini terkenal dengan nama Kabinet Soekiman ( Masyumi )-Soewirjo ( PNI ) yang dipimpin oleh Soekiman.

Kendala/Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini yaitu adanya Pertukaran Nota Keuangan antara Mentri Luar Negeri Indonesia Soebardjo dengan Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran. Mengenai pemberian bantuan ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA).

Hubungan Sukiman dengan militer kurang baik karena kurang tegasnya tindakan pemerintah menghadapi pemberontakan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan. DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa Sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada presiden karena adanya pertentangan dari Masyumi dan PNI.

c. Kabinet Wilopo (3 April 1952 – 3 Juni 1953)
Presiden Soekarno menunjuk Wilopo dari PNI sebagai formatur dan berhasil dibentuk kabinet baru di bawah pimpinan Perdana Mentari Wilopo, sehingga bernama kabinet Wilopo. Kabinet ini mendapat dukungan dari PNI, Masyumi, dan PSI.

Banyak sekali kendala yang muncul antara lain sebagai berikut; adanya kondisi krisis ekonomi, terjadi defisit kas negara, munculnya gerakan sparatisme dan sikap provinsialisme yang mengancam keutuhan bangsa, terjadi peristiwa 17 Oktober 1952 yang menempatkan TNI sebagai alat sipil, munculnya masalah intern dalam TNI sendiri.

Konflik semakin diperparah dengan adanya peristiwa Tanjung Morawa mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli). Peristiwa bentrokan yang melibatkan aparat kepolisian dengan para petani liar mengenai persoalan tanah perkebunan. Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo. Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya pada presiden pada tanggal 2 Juni 1953.

presiden soekarno

d. Kabinet Alisastro Amijoyo I (31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955)
Kabinet Ali Sastroamidjojo,yang terbentuk pada tanggal 31 juli 1953. Kabinet Ali ini mendapat dukungan yang cukup banyak dari berbagai partai yang diikutsertakan dalam kabinet, termasuk partai baru NU. Kabinet Ali ini dengan Wakil perdana Menteri Mr. Wongsonegoro (partai Indonesia Raya PIR).

Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh Kabinet Ali Sastroamijoyo I yaitu; Persiapan Pemilihan Umum yang akan diselenggarakan pada 29 September 1955, menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955.

Menghadapi masalah keamanan di daerah yang belum juga dapat terselesaikan, seperti DI/TII di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh. Terjadi peristiwa 27 Juni 1955 suatu peristiwa yang menunjukkan adanya kemelut dalam tubuh TNI-AD. Keadaan ekonomi yang semakin memburuk, maraknya korupsi, dan inflasi yang menunjukkan gejala membahayakan. Memudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Munculnya konflik antara PNI dan NU yang menyebabkkan, NU memutuskan untuk menarik kembali menteri-mentrinya pada tanggal 20 Juli 1955 yang diikuti oleh partai lainnya. Nu menarik dukungan dan menterinya dari kabinet sehingga keretakan dalam kabinetnya inilah yang memaksa Ali harus mengembalikan mandatnya pada presiden pada tanggal 24 Juli 1955.

e. Kabinet Burhanudin Harahap (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956)
Kabinet Burhanuddin Harahap berasal dari Masyumi., sedangkan PNI membentuk oposisi dan dibentuk tanggal 11 Agustus 1955. Kabinet Burhanuddin Harahap mempunyai tugas penting untuk menyelenggarakan pemilihan umum. Tugas tersebut berhasil dilaksanakan, meskipun harus melalui rintangan-rintangan yang berat. Pada tanggal 27 September 1955 pemilihan umum untuk memilih anggota parlemen berhasil dilangsungkan dan pemilihan anggota Dewan Konstituante dilakukan pada 15 Desember 1955.

Kabinet Burhanuddin. Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini adalah banyaknya mutasi dalam lingkungan pemerintahan dianggap menimbulkan ketidaktenangan. Dengan berakhirnya pemilu maka tugas kabinet Burhanuddin dianggap selesai. Pemilu tidak menghasilkan dukungan yang cukup terhadap kabinet sehingga kabinetpun jatuh. Akan dibentuk kabinet baru yang harus bertanggungjawab pada parlemen yang baru pula.

f.   Kabinet Alisatsro Amijoyo II (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957)
Ali Sastroamijoyo kembali diserahi mandate untuk membentuk kabinet baru pada tanggal 20 Maret 1956. Kabinet ini merupakan hasil koalisi 3 partai yaitu PNI, Masyumi, dan NU. Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh Kabinet Ali Sastroamijoyo II adalah kabinet ini mendapat dukungan penuh dari presiden dan dianggap sebagai titik tolak dari periode planning and investment, hasilnya adalah Pembatalan seluruh perjanjian KMB.

Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini sebagai berikut. Berkobarnya semangat anti Cina di masyarakat. Muncul pergolakan / kekacauan di daerah yang semakin menguat dan mengarah pada gerakan sparatisme dengan pembentukan dewan militer Pembatalan KMB oleh presiden menimbulkan masalah baru khususnya mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia. Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI. Mundurnya sejumlah menteri dari Masyumi membuat kabinet hasil Pemilu I ini jatuh dan menyerahkan mandatnya pada presiden.

G. Kabinet Djuanda ( 9 April 1957- 5 Juli 1959)
Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya. Dipimpin oleh Ir.Juanda. Program pokok dari Kabinet Djuanda adalah Programnya disebut Panca Karya yaitu : Membentuk Dewan Nasional, Normalisasi keadaan RI, Melancarkan pelaksanaan Pembatalan KMB, Perjuangan pengembalian Irian Jaya, dan Mempergiat/mempercepat proses Pembangunan

Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh Kabinet Djuanda yaitu mengatur kembali batas perairan nasional Indonesia melalui Deklarasi Djuanda, Mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk meredakan pergolakan di berbagai daerah. Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini sebagai berikut.

Kegagalan Menghadapi pergolakan di daerah sebab pergolakan di daerah semakin meningkat. Keadaan ekonomi dan keuangan yang semakin buruk sehingga program pemerintah sulit dilaksanakan. Krisis demokrasi liberal mencapai puncaknya, terjadi peristiwa Cikini. Kabinet Djuanda berakhir saat presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan mulailah babak baru sejarah RI yaitu Demokrasi Terpimpin.

Akhir Masa Demokrasi Liberal di Indonesia.
Kekacauan politik ini membuat keadaan negara menjadi dalam keadaan darurat. Hal ini diperparah dengan Dewan Konstituante yang mengalami kebuntuan dalam menyusun konstitusi baru. Dengan kegagalan konstituante mengambil suatu keputusan, maka sebagian aanggotanya menyatakan tidak akan menghadiri siding konstituante lagi. Sampai tahun 1959 Konstituante tidak pernah berhasil merumuskan UUD baru. Keadaan itu semakin mengguncang situasi politik Indonesia saat itu.

Dalam situasi dan kondisi seperti itu, beberapa partai politik mengajukan usul kepada Presiden Soekarno agar mendekritkan berlakunya kembali UUD 1945 dan pembubaran Konstituante. Oleh karena itu pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang berisi sebagai berikut : Pembubaran Konstituante, Berlakunya kembali UUD 1945, Tidak berlakunya UUDS 1950, dan Pembentukan MPRS dan DPAS. Setelah keluarnya dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan tidak diberlakukannya lagi UUDS 1950, maka secara otomatis sistem pemerintahan Demokrasi Liberal tidak berlaku lagi di Indonesia.